Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 72


__ADS_3

Setelah berbagai pertanyaan yang di tanyakan oleh Angga kepada Aya, dan Angga pun mulai menjelaskan maksud dan tujuannya membawa Aya ke sana.


"Begini Miss Aya, saya yakin pasti dari tadi Miss Aya bertanya-tanya kenapa saya membawa Miss ke sini dan kenapa saya tiba-tiba bertanya tentang hal pribadi Miss...! Ya kan...?


Aya tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya secara berlahan.


"Baik, saya membawa Miss Aya kesini dan bertanya tentang hal pribadi Miss Aya itu karena saya mau Miss Aya menjadi mama nya Ara. (ujar Angga tanpa ada basa-basi lagi)


Aya membelalakkan matanya dia tampak kaget dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Enggak ini pasti saya salah dengar... (kata hati Aya, sambil menggelengkan kepalanya)


"Miss... Miss Aya...! (panggil Angga)


Aya seketika tersentak


"I...i...i...iya mas...(ujar Aya terbata-bata)


"Apa Miss Aya baik-baik saja...? (tanya Angga, karena Angga melihat wajah Aya yang tiba-tiba terlihat pucat)


"I...i...iya saya baik-baik saja (jawab Aya masih dengan sedikit terbata-bata)


"Syukurlah kalau begitu...! Jadi bagaimana apakah Miss Aya bersedia...? (tanya Angga lagi)


"Bersedia...? bersedia untuk apa mas...? (tanya Aya yang tampak kebingungan)


"Maaf Miss Aya, saya orangnya paling tidak suka mengulang apa yang baru saja saya katakan, saya tahu Miss mengerti apa yang saya maksud, karena saya rasa saya sudah cukup jelas mengatakannya (tegas Angga, lalu melipat kakinya menindih kaki yang satunya, dan melihat kedua tangannya di dada, menatap Aya dengan tajam seperti sedang mengintimidasi)


"Maaf mas, ya saya tahu maksud yang mas katakan itu, tapi kenapa harus saya mas...? (ujar Aya yang tampak santai)


Angga menarik nafas dalam, lalu menghembuskan secara berlahan. Angga kembali memposisikan duduk nya seperti semula. Angga memejamkan matanya sejenak seperti sedang berpikir lalu kembali membuka matanya dan menatap Aya yang juga menatapnya.


"Saya tahu kamu akan mempertanyakan itu, tapi sebelum saya menjawab pertanyaan itu kamu sendiri pasti sudah tahu jawabannya. (ujar Angga)

__ADS_1


"Ya saya mungkin bisa menebaknya, tapi ini tidak benar mas, jangan karena saya dekat dengan Ara mas ingin menjadikan saya sebagai mamanya. Menurut saya itu tidak masuk akal....! Ya Saya akui saya memang sangat dekat dengan Ara, tapi saya dekatnya bukan hanya dengan Ara saja, dengan anak-anak yang lain saja juga dekat, begitu juga dengan Ara, bukan hanya dengan saya saja Ara nya dekat tapi dengan Miss-miss yang lain Ara juga dekat. Lantas kenapa harus saya...? (kata Aya dengan nada suara berat dan terlihat bingung)


Angga menarik nafas dalam, lalu Angga membetulkan posisi kakinya, menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa yang dia duduki, posisi sofa itu tepat di hadapan Aya, hanya terhalang meja kaca polos yang di alasi oleh taplak meja bermotif bunga-bunga.


"Saya tahu, semua anak sangat dekat dengan Miss Aya, termasuk putri saya Aretha, dan karena itu saya memilih Miss Aya sebagai mamanya Ara karena Miss Aya adalah pilihan Ara. (ujar Angga)


"Maksudnya...? (tanya Aya dengan cepat)


"Begini...! Sudah beberapa hari ini setiap kali mau tidur Ara selalu mengajukan pertanyaan yang sama kepada saya dan pertanyaan itu sangat sulit untuk saya jawab. karena jawaban itu baru bisa saya jawab saat Miss Aya sudah memberikan jawaban atas pertanyaan saya tadi. (jelas Angga)


Aya menatap Angga dan tatapan itu seperti tatapan orang yang kebingungan karena Aya tampak tidak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Angga barusan.


"Kalau saya boleh tahu, apa yang di tanyakan oleh Ara itu...? (tanya Aya)


"Dia bertanya kapan saya menikahi kamu...! Karena Ara beranggapan setelah kamu setuju untuk di panggil mama itu artinya saya sebentar lagi akan menikah dengan kamu. (ujar Angga)


"Jadi...(Kata Aya, dan perkataan itu tidak di lanjutkannya)


"Ya karena itu makanya saya membawa kamu ke sini untuk menanyakan ini semua. Jujur kalau ingin menuruti kata hati saya, saya tidak akan pernah mau menikah lagi, tapi ini semua untuk putri saya satu-satunya, apa pun akan saya lakukan untuk putri saya termasuk memberikan nyawa saya sekali pun. (ujar Angga lagi)


"Bagaimana Miss Aya, Apakah kamu bersedia menjadi mamanya Ara...? (tanya Angga yang memecah keheningan mereka)


"Maaf sebelumnya mas...! jujur untuk saat saya tidak bisa memberi jawabnya. Kalau boleh, beri saya waktu untuk berpikir beberapa hari ini, nanti kalau saya sudah tahu jawabannya saya akan secepatnya memberi tahu mas. (ujar Aya dengan penuh hati-hati)


"Baiklah saya mengerti, saya akan beri kamu waktu 2 hari untuk memikirkan ini semua. Dan saya harap jawaban yang kamu berikan nanti tidak akan mengecewakan Ara. (ujar Angga yang perkataannya tampak sengaja sedikit mengintimidasi Aya)


"Insyaallah mas...! (jawab Aya)


Keduanya tampak kembali diam, dan tidak lama ponsel Angga pun berdering. Angga permisi kepada Aya untuk mengangkat telepon nya.


Setelah Aya memberi isyarat mengizinkan Angga pun sedikit menjauh dari Aya untuk berbicara dengan orang yang menghubunginya.


Cukup lama Angga berbicara lewat ponselnya itu, dan sambil menunggu Angga kembali lagi Aya tampak melamun dia sepertinya memikirkan apa jawaban yang harus dia berikan nantinya.

__ADS_1


Aya tidak pernah mengira, karena dia setuju di panggil mama oleh Ara, akan membawa dia ke hal yang seperti ini.


"Kita pergi sekarang...! (seru Angga yang tiba-tiba muncul di hadapan Aya, dan itu membuyarkan lamunan Aya)


"Baiklah, ayo (kata Aya, dan langsung berdiri dari duduknya)


Keduanya pun langsung berjalan menuju pintu utama rumah untuk keluar dari rumah mewah itu. Setelah mengunci kembali pintu rumah Angga pun menyusul Aya yang sudah duluan berjalan ke dekat mobilnya.


Aya masuk ke dalam mobil setelah di bukakan pintu oleh Angga. Dan tidak lama mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah mewah itu.


Suasana di dalam mobil itu hening, tidak ada pembicaraan dari keduanya, Angga tampak konsentrasi menyetir sedangkan Aya dia tampak sibuk dengan ponsel yang di pegangnya.


Jalanan cukup lancar mobil yang di kendarai Angga cuma satu kali terjebak macet, itu pun tidak lama memakan waktu lama.


Beberapa menit kemudian, Angga memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu gerbang kost an Aya, Aya pun turun dari mobil setelah sedikit pembicaraan dari keduanya dan Aya berpamitan.


Setelah Aya menutup kembali pintu mobil, dan sedikit menjauh dari sana, mobil Angga pun langsung kembali melaju meninggalkan Aya yang masih menatap ke arah mobil itu.


Angga memang langsung pamit pergi kepada Aya karena dia ada urusan yang mendesak yang harus segera diselesaikannya.


Mobil Angga pun sudah tidak terlihat, baru lah Aya berbalik dan berjalan menuju kamar kost nya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2