Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 39


__ADS_3

Keesokan harinya,


Sinar matahari sudah menyinari bumi. Langit yang tadinya gelap sekarang sudah berganti terang. Semua orang yang tadinya terlelap untuk mengistirahatkan tubuhnya sekarang sudah bangun untuk mulai melakukan aktivitas seperti biasanya di siang hari.


Begitu juga dengan Aya, pagi-pagi sekali Aya sudah bangun dan mandi sebelum memulai aktivitasnya hari ini.


Wajah Aya yang tadinya pucat sekarang sudah kembali bercahaya, dan tubuhnya yang lemah sekarang sudah kembali bugar seperti biasanya.


Saat ini Aya sedang sibuk di dapur mungilnya, sibuk dengan peralatan masak dan juga bahan-bahan masakan.


Hari ini Aya hendak pergi mengunjungi sahabatnya Asha karena Aya sudah sangat lama tidak mengunjungi sahabatnya itu, di tambah lagi dari tadi Aya mencoba menghubungi Asha tetapi panggilan itu tidak tersambung dan itu membuat Aya sedikit cemas.


Jadi sebelum pergi ke rumah Asha Aya pun memasak terlebih dahulu untuk di bawa ke rumah Asha.


Beberapa jam kemudian, Aya pun selesai memasak dia sengaja membuat banyak menu, dan Aya juga membuat beberapa menu makanan kesukaan Asha.


Aya mulai menata makanan yang di buatnya ke dalam tempat yang sudah dia sediakan untuk mempermudah dia membawanya.


Setelah selesai dan memasukan semuanya di dalam satu tas, Aya pun membawanya ke depan meletakkan di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidurnya.


Lalu Aya kembali ke dapur mininya untuk membersihkan dapur yang masih berantakan. Tidak butuh waktu lama untuk Aya membereskan itu semua, dengan cekatan Aya membereskan semuanya.


Setelah selesai, Aya pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu Aya pun kembali ke depan untuk mengganti pakaiannya.


Setelah rapi Aya keluar dari kamar kostnya dengan membawa tas berisi makanan untuk Asha. setelah memastikan kamarnya terkunci dengan benar Aya pun berjalan ke depan.


Aya berdiri di depan gerbang kost nya, menunggu taksi online yang sudah dia pesan sebelumnya. Aya sengaja memesan taksi untuk pergi ke rumah Asha karena itu semua untuk memudahkannya supaya tidak gonta ganti kendaraan dan bisa langsung sampai di depan rumah Asha, karena jarak antara kost Aya dan rumah Asha cukup jauh. Belum lagi macetnya.


Beberapa menit kemudian, taksi online yang di pesan pun datang, setelah memastikan itu benar taksi pesanannya, baru lah Aya naik ke dalam mobil taksi itu.


Selama dalam perjalanan, Aya mencoba menghubungi Asha tetapi panggilan dari Aya tetap tidak di angkat oleh Asha.


Aya juga mengirimkan pesan kepada Asha, hasilnya juga sama Asha juga tidak membalas pesan Aya.


"Ke mana sih kamu Sha, kok dari tadi aku hubungi gak kamu angkat-angkat juga. (gumam Aya dalam hati)


"Apa jangan-jangan dia masih tidur (kata hati Aya lagi)

__ADS_1


Aya menarik nafas dalam lalu menghembuskan dengan tidak beraturan atau begitu saja. Aya menatap dalam ke layar ponselnya lalu karena Asha belum juga membalas pesannya Aya pun memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil yang di bawanya.


Aya mengalihkan pandangannya ke arah luar, melihat jalanan yang ada di samping, melihat kendaraan-kendaraan yang melaju memotong mobil yang di tumpangi nya. Aya melihat gedung-gedung tinggi yang menjulang.


Tidak lama mobil pun berhenti tepat di depan rumah yang sudah di beritahu oleh Aya kepada supir taksi online itu. Aya pun turun dari dalam mobil dengan membawa barang bawaannya.


"Terima kasih ya pak (ucap Aya setelah memberikan uang sesuai yang di sebutkan oleh si supir)


Senyuman Aya mengembang saat dia melihat rumah Asha, sejenak Aya mengingat kenangannya bersama Asha saat dia tinggal bersama dulu.


Aya tampak sangat bahagia dan sangat bersemangat karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan sahabatnya Asha, karena sudah beberapa bulan ini Aya tidak pernah bertemu dengan Asha walaupun mereka tinggal di kota yang sama. Karena kesibukan dari keduanya makanya mereka sudah lama tidak bertemu, dan hanya berkomunikasi beberapa kali saja itu pun cuma bisa ngobrol sebentar.


Aya mulai berjalan menuju pintu rumah Asha, sesampainya di sana Aya meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja yang ada di depan rumah itu. Lalu Aya pun mengetok pintu.


Tok...tok...tok


"Sha.... Assalamualaikum....(ujar Aya saat mengetok pintu rumah Asha)


"Asha, Assalamualaikum....(ujar Aya lagi, masih dengan mengetok pintu beberapa kali)


"Apa jangan-jangan Asha tidak ada di rumah...? (kata-kata yang terlintas di pikiran Aya)


Aya kembali mencoba mengetok pintu dan memanggil nama Asha. Dan hasilnya masih tetap sama tidak ada respon sedikit pun dari dalam sana.


Aya berjalan ke arah jendela, lalu Aya mencoba untuk mengintip ke dalam lewat kaca jendela bening yang transparan itu.


Aya melihat ada sepeda motor besar di dalam sana, yang Aya sendiri tidak tau itu sepeda motor siapa. Karena kebetulan lampu di ruangan itu juga masih menyala. Cuma Aya tidak melihat sepeda motor milik Asha di sana, karena setahu Aya Asha baru saja di belikan sepeda motor orang kedua orang tuanya, sesuai informasi yang di dapat Aya dari kedua orang tuanya.


"Kenapa sepeda motor Asha jadi besar seperti itu, bukannya kemarin Tante bilang kalau Asha beli sepeda motor matic ya...? Apa kemarin itu Saya yang salah dengar...!! (ujar Aya seraya berpikir mengingat apa yang di katakan oleh ibunya Asha saat dia menghubunginya)


"Ah ya sudah lah, kalau ada sepeda motor di dalam itu artinya Ashanya ada di dalam. Apa jangan-jangan dia masih tidur...? Ah... benar-benar ya si Asha ini, masak jam segini masih tidur, mentang-mentang hari ini adalah hari liburnya kerja dan kuliah. (gumam Aya sendiri)


Aya kembali ke pintu rumah Asha, lalu Aya pun kembali mengetok sambil memanggil nama Asha.


Setelah beberapa kali Aya mencobanya hasilnya juga sama, tidak ada tanggapan dari dalam sana. Aya sudah merasa putus asa sekarang, dia akhirnya duduk di kursi yang ada di teras rumah Asha itu. Lalu Aya pun mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Asha.


Beberapa kali Aya mencoba menghubungi Asha, dan mengirimkan chat kepada Asha tetapi hasilnya juga masih sama tidak ada respon dari Asha.

__ADS_1


Aya menatap tajam pintu rumah Asha.


Lalu setelah menunggu beberapa menit, Aya pun berdiri mengambil barang yang di bawanya yang dia letakkan di atas meja tadi. Dan Aya pun pergi dari sana dengan langkah yang lesu.


Aya terus saja berjalan, dia hanya tertunduk melihat jalanan.


Tinnnnnn.....


Terdengar suara klakson mobil yang sangat kencang tepat di samping Aya, dan itu membuat Aya seketika kaget barang-barang yang dia pegang pun langsung terjatuh dari pegangannya.


"Kalau mau bunuh diri jangan dengan mobil saya nona...(ujar si supir dengan nada marah)


"Maaf pak (ujar Aya, dengan mengatupkan kedua telapak tangannya)


Orang yang ada di dalam mobil itu tidak meresponnya lagi, dia hanya berlalu pergi dari sana, meninggalkan Aya yang berdiam diri di sana yang sedang menatap ke arah mobilnya.


Aya masih melihat ke arah mobil itu, hingga mobil itu hilang dari pandangannya.


Setelah mobil itu benar-benar sudah tidak terlihat lagi, Aya pun mengalihkan pandangannya ke barang bawaannya yang jatuh dan dengan berjongkok Aya pun mengambil kembali barang bawaannya.


Aya sedikit menepi ke trotoar jalan, setelah mengambil barang belanjaannya. Lalu Aya pun menyetop salah satu angkot untuk pulang ke kosannya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2