Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 94


__ADS_3

Setelah selesai sarapan pagi bersama ibu dan ayah Asha serta para tamu Aya yang dari kampung, Aya dan Angga membawa mereka semua ke tempat wisata di sana. Aretha dan bik Santi juga ikut, mereka menggunakan 2 mobil karena di antara para tamu Aya yang dari kampung ada yang membawa satu sampai 2 orang anak, makanya mereka menggunakan 2 mobil karena gak muat hanya dengan 1 mobil saja.


Ini semua adalah ide atau permintaan dari Aya, pada awalnya Angga menolak permintaan Aya itu, namun setelah melihat semua tamu saat sarapan Angga pun menyetujui dan langsung mengatakan kepada semuanya saat selesai sarapan.


Aretha yang mendengar papa nya ingin membawa semuanya jalan-jalan begitu gembira, dan dia meminta ikut namun Angga melarangnya dan meminta bik Santi untuk membawa Aretha pulang duluan ke rumah.


Melihat perubahan dari wajah Aretha Aya merasa sangat kasihan dan tidak tega. Aretha yang tadinya ceria tiba-tiba menjadi murung dia tampak enggan memakan makanannya yang di suapi oleh bik Santi. Aya pun beranjak dari tempat duduknya.


"Gantian bik, biar saya yang lanjutin suapi Ara, bibik sarapan aja, kebetulan saya sudah selesai.


Kata Aya yang sudah berdiri berbeda di belakang bik Santi sambil sedikit membungkuk.


"Baiklah nak Aya


Bik Santi pun berdiri dari duduknya lalu pindah ke tempat duduk Aya, dan Aya pun duduk di tempat bik Santi mengambil alih menyuapi Aretha.


"Biar mama yang suapi ya nak, ayo Aaak...


Aya menyodorkan satu sendok ke mulut Aretha, Aretha diam dia menggelengkan kepalanya tanda menolak.


"Sayang... makan dulu ya, kalau Ara tidak mau makan nanti cacing yang ada di perut Ara bakal tauran loh karena mereka kelaparan. Jadi anak cantik mama makan dulu ya.


Bujuk Aya, lalu Aya kembali menyodorkan makanan ke mulut Aretha.


"Satu aja ya ma, Ara sudah kenyang.


"Ya udah, Aaak...dulu.


"Am.... Enak kan...!


Aretha pun mengangguk, isyarat mengiyakan apa yang di katakan Aya.


"Kalau Ara menghabiskan makanannya, nanti mama akan bujuk papa supaya anak cantik mama ini boleh ikut jalan-jalan bersama, masak iya mamanya pergi anak cantik nya di tinggal, ya mana gak tega lah mama. Mama akan sedih kalau anak mama gak ikut nanti. (bisik Aya)


"Benaran ma...?


"Iya, makanya habiskan dulu makannya, biar mama ada alasan nanti nya membujuk papa. Ok (ujar Aya dengan sedikit berbisik)

__ADS_1


Angga yang berada di sisi Ara yang satunya, menoleh ke dua perempuan itu, karena gelagat aneh dari keduanya.


Aya ada Ara yang menyadari kalau papanya menoleh dengan cepat berpura pura menyuapi makanan. Mereka berdua pun saling tersenyum.


Singkat cerita,


Sambil menunggu yang lainnya mengganti pakaian dan bersiap, Aya Angga Aretha dan bik Santi menunggu di lobi hotel, Angga duduk di sofa sedangkan Aya dan bik Santi melihat Aya yang tengah bermain di sana.


Aya menoleh ke Angga


"Di tinggal dulu ya bik, saya mau ke mas Angga dulu.


"Baik nak Aya


Aya pun berjalan mendekati Angga, lalu dengan tekat Aya pun memberanikan diri untuk duduk di sebelah Angga. Angga menoleh sesaat lalu kembali fokus melihat ke majalah yang tengah dilihat nya.


"Mas... (panggil Aya pelan)


"Em...(jawab Angga santai tanpa menoleh sedikitpun)


"Mas...(panggil Aya lagi) Bisa lihat ke sini sebentar gak...! Mas... (panggil Aya lagi)


Dengan sedikit sewot Angga pun menoleh ke Aya dan langsung meletakkan secara kasar majalah yang dipegangnya itu di atas meja yang ada di hadapannya.


Melihat reaksi Angga yang seperti itu membuat Aya semakin gugup, detak jantungnya semakin gak karuan. Namun, karena janjinya kepada Aretha Aya pun berusaha menenangkan diri dan berusaha untuk tidak terlihat gugup.


"Maaf mas, saya cuma mau minta satu hal saja dan saya berharap mas mau mengabulkannya. Habis ini saya janji tidak akan mengganggu mas.


"Apa...? emangnya kamu mau minta apa...?


"Begini mas, kita kan mau pergi mengajak semuanya jalan-jalan, saya berharap Ara juga bisa ikut dengan kita karena saya mau merasakan bagaimana rasanya bersama Ara saat jalan-jalan di tempat wisata, apa lagi bersama semuanya. Jadi boleh ya mas Ara nya ikut...? saya mohon mas boleh ya...? Saya janji akan jaga Ara.


Aya mengacungkan dua jarinya pertanda berjanji.


"Please mas boleh ya...!


Ujar Aya lagi, karena Angga tidak kunjung memberikan jawaban nya.

__ADS_1


"Baiklah untuk kali ini saya izinkan, dan kamu bilang juga kepada bik Santi dia juga harus ikut. Dua itu lebih baik dari pada satu. Karena Ara belum pernah pergi ke tempat wisata terbuka seperti itu sebelumnya.


Aya memelototkan matanya dia tampak kaget dengan apa yang dikatakan oleh Angga barusan.


"Sulit di percaya, masak iya ada anak yang tidak pernah di ajak orang tua nya jalan-jalan ke tempat wisata terbuka, Aduh nak kasihan nya kamu...! papa mu memang sedikit aneh. Tapi kamu tenang saja nak sekarang ada mama jadi kemanapun kamu mau pergi mama akan temani kamu, mama akan bawa kamu kesemua tempat yang tidak pernah papa mu bawa, jadi ini hanya permulaannya saja sayang, nikmati lah. (suara hati Aya)


Aya mengembangkan senyumnya, dia senyum-senyum sendiri dengan apa yang baru saja dia pikirkan.


"Kenapa kamu diam, dan senyum-senyum sendiri lagi...! Dasar aneh.


Angga menggelengkan kepalanya, lalu berdiri dari duduknya meninggalkan Aya sendiri di sana.


Angga pun menghampiri Aretha, lalu menggendongnya.


Tidak lama semua orang yang di tunggu pun berkumpul di lobi hotel, setelah semuanya siap mereka pun keluar dari hotel, berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan.


Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, dan tidak lama kedua mobil itu pun mulai bergerak meninggalkan hotel, mobil yang di kemudikan oleh Angga berjalan duluan, di mana di sana ada Angga, Aya, Aretha, bik Santi dan juga ayah ibu Asha, sedangkan mobil yang satunya berada di belakang yang di kemudikan oleh supir hotel yang sengaja di bawa oleh Angga dan mobilnya juga mobil hotel.


Aretha yang saat ini berada di pelukan Aya tampak sangat senang karena akhirnya papanya mengizinkan dia untuk ikut.


Sepanjang perjalanan Aretha tidak henti-hentinya bertanya dan bercerita kepada Aya dan yang lainnya, sehingga suasana di dalam mobil itu sangat ramai.


Angga yang fokus menyetir hanya sesekali ikut berbicara atau menimpali pembicaraan semua orang yang ada di dalam mobil itu.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2