Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 67


__ADS_3

Pagi yang begitu cerah, mentari bersinar penuh semangat. Cakrawala biru tampak anggun sekali. Hiruk pikuk kendaraan lalu lalang menambah ramainya suasana pagi ini.


Aya sudah tampak rapi dan bersiap untuk pergi ke sekolah tempat dimana dia mengajar sama seperti biasanya. Aya melangkahkan kakinya keluar dari kostan setelah memastikan pintu kamar kostnya terkunci dengan benar barulah Aya berjalan meninggalkan kostnya.


Baru saja sampai di gerbang depan kost Aya di kejutkan dengan suara yang sudah tidak asing memanggil nya. Aya pun menoleh ke sumber suara.


"Loh, sayang... kok malah ke sini sih, bukannya ke sekolah...! (ujar Aya sambil berjalan mendekati malaikat kecil yang sering menghabiskan waktu bersamanya yaitu Aretha yang berada di dalam mobil dengan kaca pintu mobil yang terbuka)


"Ara kangen mama Ay, makanya Ara suruh papa kesini dulu baru ke sekolah.


"Oh begitu, tapi kenapa Ara pagi sekali berangkat ke sekolah...? Gak biasa-biasa nya...! (Kata Aya yang sudah berdiri di dekat pintu mobil di mana ada Aretha di sana)


Aya tampak menoleh ke bangku kemudi mobil, lalu menyapa Angga yang ada di sana dengan hanya anggukan dan senyuman.


"Kan Ara kangen mama Ay makanya Ara datangnya lebih pagi. (jawab Aretha)


"Mama juga kangen sama Ara. I love you sayang...!


"I love you too mama (balas Aretha)


Aya mencubit lembut pipi Aretha karena merasa sangat gemas dengan bidadari mungil itu.


"Sayang udah ya ngobrolnya, Ayo ajak Miss nya masuk biar sama-sama ke sekolahnya. (ujar Angga kepada Aretha)


"Bukan Miss papa, tapi mama...! (protes Aretha yang seketika menoleh ke papanya)


"Ayo Mama masuk biar papa yang antar kita ke sekolah. (ujar Aretha dan kali ini sudah melihat ke arah Aya)


"Udah ayo...(ujar Angga saat melihat Aya yang tampak ragu dan melihat ke arahnya)


"Baik, terima kasih tuan sebelumnya (ucap Aya)


Lalu Aya pun membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil itu, Aya memeluk Aretha. Dan tidak lama mobil pun mulai melaju meninggalkan kostan Aya.

__ADS_1


Mobil yang di kendarai oleh Angga berhenti tepat di depan gerbang sekolah, Aya dan Aretha turun dari mobil itu, setelah Aya mengucapkan terima kasih kepada Angga dan Aretha berpamitan dengan papanya, Aya dan Aretha pun langsung berjalan masuk ke dalam kawasan sekolah.


Angga hanya melihat kepergian mereka sebentar, menatap punggung dua perempuan yang bersamanya tadi.


Angga mulai menghidupkan kembali mesin mobil nya, lalu mulai menjalankan nya. Mobil Angga sudah melaju membelah kota menuju perusahaannya.


Karena jalanan belum begitu ramai oleh berbagai kendaraan, alhasil hanya butuh waktu 30 menit untuk Angga sampai di perusahaan, Setelah mobil nya berhenti tepat di depan pintu lobi perusahaan, Angga turun dari dalam mobil lalu memberikan kunci mobil kepada scurity perusahaan yang tadinya membukakan pintu mobil untuk Angga.


Tanpa berkata apa-apa Angga pun langsung berjalan masuk ke dalam perusahaan. Sedangkan scurity itu langsung masuk ke dalam mobil untuk memarkirkan mobil bosnya itu.


Angga masuk ke dalam lift yang di khususkan untuk pimpinan perusahaan, life yang sekarang di gunakan oleh Angga ini tidak boleh sembarangan orang menggunakannya, hanya orang-orang memiliki akses yang boleh menggunakannya.


Lift berhenti tepat di lantai di mana ruangan Angga berada. Pintu lift pun terbuka, Angga langsung berjalan keluar dari lift. Berjalan menuju ruangannya.


"Pagi pak (sapa seorang laki-laki yang berdiri di dekat meja yang biasanya digunakan gunakan oleh sekretaris Angga)


"Ya, masuk ke ruangan saya. (ujar Angga dan langsung melangkah untuk masuk kedalam ruangannya tanpa menghiraukan jawaban dari laki-laki itu lagi)


Angga sudah masuk ke dalam ruangan, di susul oleh laki-laki itu.


Laki-laki itu adalah Frans Nugroho biasa di panggil Frans, dia adalah sekretaris Angga yang baru. Frans memiliki tubuh yang tidak begitu besar dan tidak juga tinggi, serta berkulit putih.


Frans terbilang laki-laki yang bisa di bilang bertubuh mungil, sangat berbeda dengan Angga yang memiliki perawakan tubuh tinggi besar, sixpack, dan kulit putih, tubuhnya yang gagah membuat siapapun yang melihatnya pasti langsung jatuh hati.


Angga duduk di kursi kebesarannya, setelah meletakkan tas kantor yang di bawanya di atas meja kerjanya. Sedangkan Frans yang mengekornya masuk ke dalam sudah berdiri tegap di depan meja kerja Angga tepat di depan Angga sendiri saat ini.


"Perkenalkan diri kamu...! (ujar Angga dengan menatapnya dengan tatapan serius seperti biasanya)


"Nama saya Frans Nugroho pak, saya lulusan dari ******* (Frans memperkenalkan dirinya secara lengkap, lancar dan tidak terlihat bahkan terdengar gugup sedikit pun)


"Baik, apa kamu sudah mendapatkan penjelasan semuanya dari pak Nikolas...? (tanya Angga)


"Sudah pak, semuanya sudah sangat jelas. (jawab Frans)

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, kamu boleh kembali ke meja kamu. Lakukan pekerjaan kamu. (ujar Angga)


"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu. (ujar Frans)


Frans pun berbalik badan, lalu melangkah pergi dari sana dan keluar dari dalam ruangan Angga.


Frans pun duduk di meja kerjanya.


Tumbuhnya baru terlihat gemetaran, nafasnya juga terlihat tidak beraturan. Frans memegang dadanya yang kini masih berdetak kencang.


"Syukurlah jantung gue masih aman, gue kira bakalan copot tadi. (gumam Frans pada dirinya sendiri yang masih merasakan detak jantungnya yang berdetak sangat kencang)


Dengan tangan yang sedikit bergetar Frans mengambil air yang ada di dalam gelas di atas mejanya, lalu meneguknya sampai habis, bahkan tidak menyisakan setetes air pun. Setelah meletakkan kembali gelas kosong itu di atas meja, Frans pun mulai mengatur nafasnya untuk menghilangkan rasa gugup dan takut nya, Frans menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat duduk.


Sebenarnya Frans merasa sangat gugup dan takut saat berada di dalam ruangan Angga tadi, apa lagi saat melihat tatapan Angga yang begitu menakutkan dan sangat mengintimidasi. Tetapi untuk tidak melakukan kesalahan Frans pun berusaha untuk terlihat tenang di hadapan Angga dan berusaha memberikan yang terbaik.


Frans sudah terlihat lebih tenang, duduk di tempat duduknya, dan Frans pun akhirnya mulai melakukan pekerjaannya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2