Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 43


__ADS_3

Angga sudah berada di lokasi terakhir kali pesawat itu hilang kontak, informasi itu di dapat dengan sangat mudah oleh Angga dari pihak yang terkait.


Saat Angga ingin mengarahkan orang-orang nya untuk mencari keberadaan pesawat itu, tetapi belum juga Angga selesai mengarahkan tiba-tiba Angga pun mendapat kabar dari pihak maskapai bahwa mereka sudah menemukan lokasi pasti tempat pesawat itu terakhir hilang kontak dan mereka juga mengatakan kalau pesawat itu terjatuh.


Angga sangat kaget, namun Angga masih berpikiran positif tentang kedua orang tuanya.


Angga dan juga para orang yang di bawanya langsung pergi menuju lokasi yang sudah di katakan oleh pihak maskapai kepadanya.


Sesampainya di lokasi, di sana sudah ramai oleh orang-orang dan juga tim penyelamat Angga dan orang-orang yang di bawanya bergagang bersama di sana untuk pergi ke lokasi dimana tepatnya pesawat itu jatuh.


Singkat cerita


Semua penumpang pesawat di nyatakan meninggal dunia termasuk semua awak kapal. Tidak ada seorang pun yang selamat dari tragedi itu. Termasuk kedua orang tua Angga.


Setelah tim forensik mengidentifikasi seluruh korban dan pihak maskapai menyerahkan jenazah kepada anggota keluarga masing-masing untuk di semayamkan di peristirahatan terakhirnya.


Termasuk kedua orang tua Angga. Bahkan Angga secara langsung menerima jenazah kedua orang tuanya. Dan membawa keduanya ke rumah duka lalu mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Walaupun tidak begitu dekat dengan kedua orang tuanya tetapi Angga tetap sangat terpukul dengan kepergian kedua orang tuanya itu, lebih lagi keduanya juga belum sempat bertemu secara langsung dengan cucu mereka Aretha.


Hari-hari yang di lewati oleh Angga sangat lah berat, baru 1 Minggu dari kepergian kedua orang tuanya Angga sudah kembali kembali mendapatkan kabar buruk dari perusahaan papanya, karena perusahaan itu tidak ada yang memimpin jadi lagi jadi para investor mulai berpaling ke perusahaan yang lain.


Dan untuk menyelamatkan perusahaan yang di bangun dengan susah payah oleh kedua orang tuanya, Angga pun langsung mengambil alih menjadi pimpinan dari perusahaan itu dan menggabungkan perusahaannya dengan perusahaan sang almarhum papa.


Angga selalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga Lona dan putri kecilnya terabaikan.


Lona yang sudah jarang di perhatikan dan mendapatkan kasih sayang dari Angga pun mulai frustasi. Apalagi dia hanya seorang diri merawat Aretha putrinya. Bahkan Lona yang dulunya terkenal dengan sosok yang lemah lembut sekarang menjadi sosok yang sangat gampang untuk marah terutama kepada putrinya yang masih bayi.


Bahkan terkadang tanpa sepengetahuan Angga, Lona juga sering memarahi bik Santi asisten rumah tangganya.


Saat Lona marah-marah, bahkan hanya untuk hal yang sepele bik Santi hanya memakluminya walaupun awalnya bik Santi sempat kaget dengan perubahan majikannya itu.

__ADS_1


Tapi di saat Lona mulai memarahi putri kecilnya bahkan sampai memukulnya bik Santi langsung ambil alih dan mulai menasihati majikannya itu.


Bik Santi juga sempat mengatakan apa yang di lakukan majikan perempuannya itu kepada Angga tetapi karena kesibukannya Angga hanya mengabaikannya saja bahkan tidak menghiraukan sama sekali.


Sampai pada saat satu bulan setelah kepergian kedua orang tuanya Angga.


Sang istri Lona meninggalkan rumah, dia meninggalkan putrinya yang baru berumur 2 bulan itu. Beserta surat cerai yang sudah dia tandatangani dan sepucuk surat permintaan maafnya dan juga satu buah buku deary yang dia tulis selama dia menjadi istri Angga. Semua keluh kesahnya di tuangkan di buku daery itu oleh Lona.


Bik Santi adalah orang yang pertama kali menemukan semua, karena saat bik Santi datang ke rumah itu pagi-pagi sekali karena bik Santi tidak tinggal di rumah itu. Bik Santi mendengar suara tangisan dari majikan kecil Aretha.


Awalnya bik Santi mengabaikannya saja, karena bik Santi mengira ada majikan perempuannya di dalam kamar itu bersama putrinya.


Dan pada saat itu bik Santi juga tau Tuannya Angga sedang tidak ada di rumah, karena sudah beberapa hari Angga pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan.


Beberapa jam sudah bik Santi Mendengar Aretha menangis dan tidak kunjung diam juga di dalam kamar, karena takut terjadi apa-apa kepada anak dan juga majikan perempuannya itu akhirnya bik Santi memberanikan diri untuk mendekati kamar majikannya itu.


Tok..tok...tok...


Tidak ada tanggapan dari dalam sana


Bik Santi kembali mencoba mengetok pintu kamar majikannya itu dan juga memanggilnya, namun hasilnya masih sama, tidak ada tanggapan dari majikannya itu hanya terdengar suara tangisan dari majikan kecilnya Aretha.


Bik Santi sangat cemas apalagi suara tangisan dari anak majikannya itu semakin kencang. Bik Santi pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar majikannya itu, karena bik Santi takut terjadi apa-apa kepada majikannya itu.


Secara berlahan bik Santi mencoba membuka pintu kamar itu, walaupun sempat ragu dan ada perasaan takut tetapi karena kecemasannya akhirnya bik Santi memberanikan diri untuk membukanya.


Beberapa saat kemudian pintu kamar yang ternyata tidak di kunci itu berhasil terbuka.


"Nyonya, Assalamualaikum... (ujar bik Santi sebelum melangkah masuk ke dalam kamar)


Bik Santi, cilingak celinguk ke dalam kamar mencari keberadaan sang majikan karena bik Santi tidak melihatnya di atas tempat tidur maupun berada di dekat boks tempat tidur bayinya.

__ADS_1


"Jangan-jangan nyonya ada di dalam kamar mandi...? pantesan dia gak dengar putrinya menangis. (ujar bik Santi menerka-nerka)


"Nyonya, bibik masuk ya (ujar bik Santi lagi, lalu bik Santi langsung masuk dan berjalan menuju boks bayi di mana di sana ada Aretha yang sedang menangis.


Bik Santi langsung mengambil dan menggendong bayi Aretha.


"Cup cup cup sayang... Jangan menangis ya... itu mama lagi di dalam kamar mandi sebentar, sayang jangan nangis ya. (ujar bik Santi menenangkan bayi Aretha)


Bayi Aretha pun tidak mau diam di masih saya menangis.


"Sayang apa kamu lagi haus ya, atau popok kamu basah ya. (ujar bik Santi lagi)


Bik Santi mengambil susu yang sudah tersedia di sana, lalu meminumkannya kepada bayi Aretha. Tetapi bayi Aretha pun masih saja menangis, bik Santi pun berjalan ke tempat tidur majikannya, lalu membaringkan bayi Aretha di sana, bik Santi mengecek popok yang di pakai bayi Aretha. Dan ternyata popoknya basah.


Dengan cekatan bik Santi menukar popok bayi Aretha itu, lalu kembali menggendongnya setelah semuanya selesai, dan tidak lama bayi Aretha pun berhenti menangis.


Cukup lama bik Santi menggendong bayi Aretha, sampai akhirnya bayi Aretha pun tertidur. Tetapi bik Santi menjadi heran karena majikannya itu tidak kunjung keluar dari dalam kamar mandi, sesuai apa yang di pikirannya tadi.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2