
Sudah 1 jam lebih Aya menunggu keluarga Aretha menjemputnya namun mereka tidak juga datang, bahkan Aya sudah beberapa kali untuk mencoba kembali menghubungi nomor kontak keluarga Aretha namun hasilnya tetap sama, tidak aktif dan tidak di jawab.
"Miss, sepertinya papa lupa jemput Ara...! (ujar Aretha yang sejak tadi hanya diam sambil menatap Aya yang duduk di hadapannya)
"Ya sayang sepertinya begitu. Tapi gak apa-apa kita tunggu saja ya. Miss akan temani Aretha sampai Aretha di jemput. (jelas Aya memberikan pengertian kepada Aretha)
"Ya Miss (jawab Aretha)
Aretha pun kembali bermain, Aya juga ikut bermain bersama Aretha.
Tok...tok...
Terdengar suara ketukan pintu, Aya dan Aretha yang sedang asyik bermain seketika menoleh ke sumber suara.
"Udah di jemput ya pak...? (tanya Aya yang langsung berdiri dari duduknya, saat melihat pak Ahmad salah seorang scurity sekolah yang ternyata mengetuk pintu itu dan saat ini berdiri di ambang pintu)
"Belum Miss belum ada yang jemput. (ujar pak Ahmad sambil menggelengkan kepalanya)
"Oh...terus kenapa bapak kesini...? (tanya Aya)
"Begini Miss, kita berdua mau pulang karena ini sudah pukul 2 lewat, jam kerja kita juga sudah habis dan di depan bapak penjara sekolah juga sudah datang untuk menggantikan kami, Dan setiap kelas sudah saya kunci tinggal kelas yang ini. Jadi bagaimana Miss...? (ujar pak Ahmad)
Aya melihat jam yang melingkar di tangannya
"Iya ya pak ternyata ini sudah jam 2 lewat, saya tidak menyadarinya. Ya udah pak, bapak kunci saja kelasnya. Kami tunggu di depan saja, mungkin sebentar lagi jembatannya datang. (ujar Aya)
"Ayo sayang kita tunggu di depan. (kata Aya kepada Aretha yang masih bermain)
Aya mengambil tas Aretha dan juga tasnya, lalu berjalan ke luar kelas.
"Begini saja Miss, bagaimana kalau Miss Aya bawa saja Nak Aretha nya pulang ke rumah Miss Aya. Kan rumah Miss gak jauh dari sini, nanti kita titip pesan saja kepada yang jaga sekolah, kalau ada keluarga nak Aretha yang jemput suruh jemput ke rumah Miss Aya saja, Miss Aya tinggalkan saja alamatnya kepada bapak penjara sekolah itu. Lagian kasihan Miss, sepertinya nak Aretha sangat kelelahan, dan Miss Aya dan juga Aretha belum makan siang kan...! (kata pak Ahmad memberikan ide)
"Iya juga ya pak, ya udah ayo pak bantu saya jelaskan kepada bapak penjara sekolah nya. (ujar Aya)
"Baik Miss (jawab pak Ahmad, lalu dengan cepat mengunci pintu kelas)
Aya dan Aretha berjalan duluan ke depan gerbang sekolah, lalu di belakangnya di susul oleh pak Ahmad.
Sesampainya di depan, pak Ahmad dan salah seorang scurity rekannya bersama Aya menemui penjara sekolah, lalu mereka mulai menjelaskan kepadanya, serta Aya memberikan alamat lengkapnya kepada bapak itu.
Setelah itu, Aya memberikan pengertian kepada Aretha dan Aretha yang pintar mengerti dan setuju untuk ikut ke rumah Aya.
__ADS_1
Aya pun mulai berjalan bersama Aretha menuju tempat tinggalnya, sepanjang perjalanan Aretha dan Aya terus saja mengontrol, banyak hal yang dikatakan dan di tanyakan oleh Aya, dan di jawab oleh Aretha.
Aretha memang sudah mulai dekat dengan Aya, walaupun di sekolah Aretha tidak mau bergaul dengan teman-teman yang lain tetapi saat di dekati oleh Aya Aretha selalu mau bermain bersama Aya, bahkan Aretha sendiri yang kadang saat bermain di luar selalu menarik Aya untuk ikut bermain bersamanya.
Aya dan Aretha mampir di salah satu rumah makan yang satu arah jalan dengan tempat tinggalnya, Aya memesan makanan untuk dirinya dan juga Aretha. Sebelum memesan untuk Aretha Aya terlebih dahulu menanyakan apa yang ingin Aretha makan. Setelah mendapatkan jawaban dari Aretha pun Aya langsung meminta untuk di bungkus kepada karyawan rumah makan itu.
Setelah pesanannya siap dan Aya membayarnya, Aya dan Aretha pun melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke kostan tempat tinggal Aya.
"Ayo sayang masuk, maaf ya tempat tinggal Miss sangat kecil (ujar Aya setelah berhasil membuka pintu kamar kostnya)
"Ya Miss (jawab Aretha, lalu membuka sepatunya yang di bantu oleh Aya, lalu melangkah masuk ke dalam kamar kost Aya)
Aya menutup kembali pintu kamar kostnya.
"Sayang, kamu tunggu di sini dulu ya...! Miss mau siapkan makanan untuk kita dulu, pasti Aretha sudah laparkan...? (ujar Aya sambil menunjukkan makanan yang di bawanya)
"Baiklah Miss (ujar Aretha lalu langsung duduk di pinggir tempat tidur Aya)
Tidak butuh waktu lama, Aya pun kembali ke depan dengan membawa makanan yang sudah dia beli dan di tata di atas piring.
Aya meletakkan makanan itu di atas meja kecil yang biasa dia gunakan, menatanya di sana dan juga meletakkan minuman yang akan mereka minum.
"Sini sayang kita makan dulu. (ujar Aya kepada Aretha, dan Aretha langsung turun dari tempat duduknya, dan mendekati Aya yang sudah duduk duluan di lantai itu)
Aretha mengangkat kepalanya menatap Aya yang duduk di sampingnya.
"Mau Miss suapi...? (tanya Aya)
Aretha pun langsung menganggukkan kepalanya, dan Aya tersenyum melihat tingkah Aretha.
Tanpa berbasa-basi lagi, setelah membaca do'a Aya pun langsung menyuapi Aretha makan, hingga makanan Aretha habis, baru lah Aya memakan makanannya.
Setelah siap, Aya pun membereskan meja kecil tempat makannya, serta membawa piring kotor ke dapur mungilnya.
Aya kembali ke depan, setelah sebelumnya ay juga mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah yang biasa dia gunakan.
Aya juga mengeluarkan beberapa makanan ringan untuk di makan oleh Aretha, serta potong buah yang sudah di potong dan dia letakkan di dalam piring.
Bersama Aretha Aya melakukan berbagai aktivitas lalu, mereka berdua pun duduk di atas tempat tidur Aya sambil menonton film kartun di televisi yang di pilih oleh Aretha.
Aya maupun Aretha tampak tertawa saat ada adegan di film kartun yang mereka lihat itu terlihat lucu.
__ADS_1
"Jadi Miss Aya juga suka nonton kartun...? (tanya Aretha di sela-sela menontonnya)
"Iya dong, Miss Aya juga suka. (ujar Aya)
"Ara juga suka (ujar Aretha yang sangat gembira)
"Loh kok Miss dengar dari tadi, Aretha panggil dirinya Ara sih...? (tanya Aya yang sudah merasa penasaran dari tadi)
"Iya Miss, karena papa, bik Santi, mbak Ami dan mbak Ratih kalau di rumah panggilnya Ara, makanya Ara juga sebut Ara. (jelas Aretha)
"Oh begitu...! karena semua orang yang ada di rumah Aretha panggilnya Ara makanya Aretha juga panggil diri Aretha dengan sebutan Ara. (jelas Aya lagi)
"Iya Miss. Em... Miss Aya juga boleh panggil Ara. (ujar Aretha lagi)
"Emang boleh, kan Miss Aya bukan anggota keluarga Aretha, nanti Miss di marahi orang tua Aretha lagi. (ujar Aya bercanda)
"Boleh kok Miss, kan Miss Aya temannya Ara. Papa gak pemarah kok Miss. Papa itu orangnya baik. (jelas Aretha, dengan suara lembutnya)
"Baiklah kalau begitu, mulai sekarang Miss juga panggil Ara bukan Aretha. Karena sekarang kita adalah teman. (kata Aya, sambil tersenyum bahagia)
" Hore...(sorak bahagia Aretha)
Aya dan Aretha pun saling bercanda, dan Aya juga menggelitik Aretha hingga keduanya saling tertawa bahagia.
Tawa bahagia keduanya memenuhi ruangan kamar kost Aya yang sangat kecil itu.
Setelah lelah bermain dan bercanda dengan Aya, Aretha pun tertidur dengan memeluk Aya, Aretha tampak tidur dengan sangat pulas dan sangat tenang, walaupun masih menggunakan seragam sekolah yang menempel di tubuhnya.
Aya membelai lembut Aretha, dan juga Aya tampak menyingkirkan rambut Aretha yang ada di wajahnya.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...