
Hari demi hari di jalani dengan suka cita oleh Angga, dengan bantuan dari bik Santi untuk merawat anaknya Angga pun akhirnya bisa kembali bisa fokus ke perusahaannya.
Dan untuk urusan sang istri Angga menyerahkan semuanya kepada pengacara keluarga. Angga menuruti semua keinginan sang istri yang pergi meninggalkannya dan buah hatinya.
Setelah membaca buku harian yang di tinggal sang istri Angga bertambah yakin untuk berpisah dari sang istri yaitu Lola, dan Angga juga menekankan kepada pengacaranya untuk mendapatkan hak asuh penuh terhadap putrinya.
Demi mendapatkan kembai karirnya Lola Memutuskan untuk meninggalkan suami dan juga anaknya yang masih berusia 2 bulan, dan karena hal itu Angga semakin marah dan sangat membenci sang istri.
***
Beberapa tahun pun berlalu
Menjadi orang tua tunggal untuk sang putri tidak lah mudah di jalani oleh Angga, berbagi hal di lalui oleh Angga sampai akhirnya sang putri Aretha saat ini sudah menginjak usia 5 tahun.
Walaupun menjadi orang tua tunggal dan juga sibuk dengan perusahaannya yang semakin hari semakin besar Angga tetap bisa memberikan kasih sayangnya kepada putri. Apa lagi setelah perceraiannya di setujui dan hak asuh sang putri jatuh ke tangannya sepenuhnya, Angga pun mencurahkan semua kasih sayangnya kepada sang putri, karena Angga tau mulai saat itu dialah papa dan sekalian sebagai mama untuk Aretha putrinya.
Saat ini Angga duduk di meja makan sedang menikmati sarapannya yang sudah di hidangkan oleh asisten rumah tangganya.
Sambil menikmati sarapannya Angga juga memperhatikan sang putri yang juga sedang menikmati sarapan dan duduk di sampingnya.
Bik Santi sudah hampir 1 Minggu tidak ada di rumah itu karena saat ini bik Santi berada di kampung halamannya untuk mengunjungi salah satu kerabatnya yang baru saja mendapatkan musibah (meninggal).
Angga cukup kewalahan dalam membagi waktunya, apalagi saat ini sangat putri sudah masuk ke sekolah yaitu sekolah tk, dan Angga harus menyiapkan sega hal keperluan putrinya seorang diri.
Sebenarnya, ini adalah hari ke 3 Aretha masuk sekolah. Namun karena beberapa hari ini Angga sangat sibuk dengan urusan perusahaannya dan tidak bisa di tinggal jadi Angga sengaja menunda mengantar Aretha ke sekolah dan dengan berat hati menitipkan Aretha kepada duo orang asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.
Sebenarnya Aretha cukup dekat dengan kedua asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu namun entah kenapa Angga selalu ragu dan selalu cemas meninggalkan sang putri dengan meraka.
Selama meninggalkan sang putri bersama kedua asisten rumah tangga yang bernama Ami dan Ratih itu Angga selalu memantau dari cctv rumah yang terhubung di ponselnya.
__ADS_1
Ami dan Ratih, kedua asisten rumah tangga Angga itu memang masih sangat muda keduanya masing-masing berusia 28 tahun (Ami) dan 32 tahun (Ratih). Sangat jauh berbeda dari bik Santi yang sudah berusia 50 tahun saat ini. Walaupun begitu Ami dan Ratih cukup profesional dalam bekerja, ini terbukti dari kinerja yang sudah mereka tunjukkan selama beberapa tahun ini dan selama itu juga keduanya juga belum ada mendapatkan maslah walau sekecil apapun.
Selain dari gaji perbulan yang di dapatkan oleh Ami dan Ratih dari majikannya kebaikan bik Santi dalam membimbing mereka juga merupakan hal yang membuat keduanya betah bekerja dan tinggal di sana.
Walaupun majikannya Angga orangnya cuek, tegas dan sangat dingin, itu semua tidak menjadi kan alasan oleh keduanya untuk berhenti bekerja di rumah itu. Ami maupun Ratih yakin dibalik sikap majikannya Angga seperti itu pasti tersimpan kebaikan, ini terbukti dari bonus-bonus yang di terima keduanya di luar gaji, walaupun setiap gajian ataupun yang lainnya selalu di berikan melalui bik Santi.
Tapi walaupun begitu sudah membuktikan kalau majikannya Angga itu orang baik, cuma mimik wajah yang selalu di perlihatkannya saja yang terlihat sangat menyeramkan dak terkesan galak plus menyeramkan.
Setelah di tinggal sang istri, Angga memang sangat jauh berubah, setiap orang yang dekat dan mengenal Angga yang dulu dan sekarang pasti sangat tau perbedaannya.
Sifat dingin yang di perlihatkan oleh Angga saat ini, dulu tidak seperti itu, dulu Angga selalu banyak bicara, gampang tersenyum dan cukup ramah kepada semua orang yang dia kenal. Namun sekarang Angga sudah sangat jauh berubah, wajah Angga selalu terlihat datar dan dingin seperti bongkahan es yang berada di kutub utara yang terlihat tidak akan pernah mencair.
Angga yang sekarang juga lebih banyak diam, bahkan tidak ada seorang pun yang tau apa isi hati Angga saat ini, apa yang di rasakan dan sebagainya. Angga tidak pernah mau bercerita kepada siapapun tentang masalah pribadinya apa lagi saat berada di perusahaan atau sedang berkumpul dengan teman dan rekan bisnisnya.
Setiap berbicara dengan Angga hanya akan membicarakan masalah pekerjaan, tidak untuk yang lainnya.
Pernah suatu ketika Angga baru saja menyelesaikan meeting bersama klien nya di luar kantor, dan klien nya itu menanyakan hal pribadi kepada nya dan Angga hanya menjawabnya dengan singkat dan tegas kalau pertemuan ini hanya membahas tentang pekerjaan bukan membahas tentang yang lainnya atau pun hal pribadinya dan kliennya itu hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.
Namun pada saat hanya berdua saja dengan sang putri senyuman di bibir Angga selalu terlihat.
Kembali ke meja makan
"Apa kamu sudah siap nak....? (tanya Angga kepada Aretha yang ada di sampingnya setelah Angga menyelesaikan makannya)
"Udah pa, apa kita berangkat sekarang...? (tanya gadis imut cantik dan polos itu)
"Em...(jawab Angga, menganggukkan kepalanya dan langsung berdiri dari duduknya)
Angga membantu Aretha turun dari kursi makannya.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat sekarang papa masih ada urusan nanti papa akan terlambat...!! (ujar Angga lagi menatap putrinya yang tampak membalas untuk pergi)
"Ya pa, sebentar Ara bilang sama mbak dulu. (ujar Aretha)
"Baiklah papa tunggu di depan, ingat jangan lama-lama (ujar Angga memperingati)
"Baik pa (ujar Aretha dan langsung berlari ke dapur yang tidak jauh dari sana)
Angga pun berjalan ke depan, setelah melihat Aretha berlari ke arah dapur, Angga mengambil beberapa berkas yang sudah dia sediakan dan juga tas kantornya. Serta Angga juga membawa tas sekolah putrinya dan berjalan ke depan di mana mobilnya sudah di siapkan oleh pak imang.
Angga masuk ke dalam mobil, meletakkan barang yang di bawanya di bangku belakang mobil, lalu menunggu putrinya di dalam mobil itu.
Angga melihat jam yang melingkar di tangannya. Lalu melihat ke pintu utama rumah.
Dan tidak lama Angga pun melihat Aretha berjalan bergandengan dengan mbak Ami (begitu lah Aretha memanggilnya)
Ami membantu Aretha masuk ke dalam mobil, setelah say goodbye Aretha dengan mbak Ami, Angga pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...