Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 53


__ADS_3

Di perusahaan


Tepat di dinding samping pintu masuk satu ruangan terdapat tulisan yang di tulis dengan huruf kapital semuanya, di mana tulisan itu adalah (DIREKTUR UTAMA) dan di sanalah Angga berada saat ini.


Ya Angga adalah direktur utama perusahaan yang bergerak di bidang property itu, dua perusahaan besar antara perusahaan dirinya dan juga perusahaan milik kedua orang tuanya yang pernah di pimpin oleh sang papa selaku direktur utama, dan sekarang sudah di satukan oleh Angga dan hanya menggunakan nama perusahaan papanya. Dan saat ini dia lah pimpinannya atau direktur utamanya.


Beberapa tahun di pimpin oleh Angga perusahaan itu sudah semakin maju, bahkan Angga sudah membuka beberapa cabang perusahaan yang bergerak di bidang yang sama di beberapa kota-kota besar dan juga di luar negeri, yang di pimpin oleh orang-orang kepercayaan Angga.


Walaupun berjauhan Angga selalu memantau perkembangan cabang perusahaannya itu. Dan setiap ada kendala dan yang lainnya Angga selalu hadir untuk menyelesaikan.


Angga memang sangat sibuk dengan pekerjaannya, waktunya hanya habis untuk mengurus semua pekerjaannya apa lagi saat dia berada di luar rumah, namun saat berada di dalam rumah Angga akan fokus ke putri satu-satunya, dan pekerjaan hanya sampingan untuk Angga.


Angga saat ini sibuk di depan laptopnya dan juga tumpukan berkas yang tertata rapi di atas meja kerjanya.


Angga melihat jam yang melingkar di tangannya, baru saja pukul 3 sore lewat Angga sudah mulai gelisah tidak seperti biasanya. Angga mulai gelisah, dan dia tiba-tiba kepikiran akan putrinya.


Angga mengambil ponselnya, dia berniat untuk menghubungi bik Santi yang ada di rumah untuk menanyakan kondisi Aretha putrinya.


Bik Santi memang sudah berada di rumah dari satu Minggu yang lalu, karena bik Santi sudah kembali akhir-akhir ini Angga sudah bisa lebih tenang. Namun entah kenapa hari ini dia kepikiran putrinya.


"Lo kok gak hidup (ujar Angga saat melihat layar ponselnya yang hanya berwarna hitam saja)


Angga mencoba untuk menghidupkan ponselnya, dan ternyata ponsel itu tidak juga bisa di nyatakan.


"Sial, saya pasti lupa untuk mengisi daya nya. (ujar Angga sambil sedikit membanting ponselnya di atas meja)


Angga pun langsung meletakkan ponsel di tempat pengisian daya, lalu Angga berdiri dari duduknya mengambil jasnya yang tergantung di tempat gantungan baju yang ada di ruangannya itu.


Setelah memakai jasanya Angga pun berlalu pergi dari sana. Keluar dari ruangannya dan masuk ke dalam lift untuk menuju lobi perusahaan.


"Maaf pak, setelah jam lagi bapak ada meeting. (ujar sekretaris Angga yang bernama Viona yang secara kebetulan berpas-pasan dengan Angga saat Angga sudah berada di lobi perusahaan.)


"Batalkan (ujar Angga dan berlalu pergi dari sana meninggalkan sekretarisnya yang hanya diam mematung melihat kepergiannya)

__ADS_1


Angga masuk ke dalam mobilnya setelah salah seorang scurity kantor mengambilkan mobil yang biasa di gunakan Angga di tempat parkir.


Tanpa berkata apa-apa Angga pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan.


Angga sedikit menambah kecepatan mobilnya saat di jalanan, menyelip mobil-mobi yang ada di depannya. Untuk bisa lebih cepat sampai di rumah.


Benar saja, cuma membutuhkan waktu 40 menit Angga pun sampai di depan rumah, Angga turun dari mobil yang sengaja dia parkir tepat di pintu masuk rumah.


Dengan sedikit berlari Angga pun masuk ke dalam rumah.


"Dimana Ara bik...? (tanya Angga saat melihat bik Santi yang berjalan menghampirinya)


"Kok tuan tanya sama bibik, bukannya tadi pagi tuan bilang kalau tuan yang akan menjemput non Ara ke sekolah. (ujar bik Santi yang merasa kebingungan)


Angga terdiam, dan mulai berpikir.


Omongannya yang tadi pagi pun langsung muncul di ingatan Angga.


"Bik saya lupa menjemput Ara. (ujar Angga dengan ekspresi wajah yang tampak mesra bersalah)


"Kita jemput sekarang bik. (potong Angga)


Tanpa berbasa-basi lagi Angga pun memutar tubuhnya lalu berlari ke arah mobil yang masih terparkir di depan rumah.


Bik Santi juga berlari di belakang Angga, lalu langsung masuk ke dalam mobil duduk di bangku belakang layaknya seorang majikan karena seking paniknya.


"Aduh tuan kenapa tuan bisa lupa jemput non Ara, kasihan dia pasti sudah sangat lama menunggu. Mana ini udah pukul 4 sore lagi, udah 4 jam non Ara menunggu di sekolah tuan. (omel bik Santi yang duduk tepat di bangku belakang kemudi)


Angga yang berada di kursi kemudi hanya diam, dia hanya fokus melihat ke jalanan sambil memikirkan bagaimana putrinya di sekolah, menunggunya sudah hampir 4 jam.


"Apa pihak sekolah gak menghubungi tuan...? (tanya bik Santi)


"Sepertinya gak ada bik. (ujar Angga sambil menggelengkan kepalanya)

__ADS_1


"Gak...(bik Santi menghentikan perkataannya)


"Mungkin ada bik, tapi ponsel saya mati kehabisan daya. Dan ponsel yang satunya ada di dalam tas sedang saya Silent karena tadi saya lagi meeting bersama klien dan saya lupa untuk menormalkannya kembali. (potong Angga setelah mengingat kalau ponselnya tadi mati dan ponsel yang satunya ada di dalam tas dan sedang di silent)


"Pasti pihak sekolah sudah menghubungi berkali-kali, tapi ponsel kita tidak ada yang aktif. Mana ponsel bibik juga lagi rusak. (ujar bik Santi)


"Ya udah coba bibik hubungi dulu mereka tanya di mana Ara sekarang, ini pakai ponsel saya saja. (ujar Angga)


"Baiklah tuan (jawab bik Santi)


Angga meraba-raba saku jasnya dengan satu tangan, mencari ponselnya. Angga juga meraba saku celana yang dia gunakan tetapi tetap tidak menemukan ponselnya di sana.


Bik Santi yang menunggu Angga memberikan ponsel kepadanya hanya menatap dengan bengong melihat Angga yang sibuk mencari keberadaan ponselnya.


"Ya Allah bik, saya baru ingat kalau saya meninggalkan kedua ponsel saya di kantor, satu ada di dalam tas, dan satu lagi sedang saya isi dayanya. Karena buru-buru pulang saya lupa membawa nya. (ujar Angga setelah menepuk jidatnya sendiri)


"Ya Allah tuan kok bisa sih. Ya udah lah tuan kita langsung saja ke sekolah non Ara saja, bibik yakin non Ara pasti masih menunggu kita menjemput di sekolah.(ujar bik Santi meyakinkan Angga)


"Baiklah bik (ujar Angga yang masih terlihat sangat panik, dan langsung menambah kecepatan laju mobil nya)


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2