Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 77


__ADS_3

Mentari sudah menampakkan wajahnya, daun-daun masih basah oleh tetesan air hujan yang sejak semalam mengguyur bumi.


Aya membuka tirai jendela melihat suasana di luar, rintikan-rintikan air hujan masih terlihat walaupun tidak lebat dan tidak rapat.


Setelah merapikan tirai jendela Aya pun langsung menyambar handuk dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tidak lama Aya berada di dalam kamar mandi, dan saat ini Aya sudah keluar dari dalam kamar mandi dan terlihat lebih segar.


Aya melangkah ke depan, sebelum menggunakan baju seragamnya, seperti biasa Aya melakukan kewajibannya. lalu setelah selesai Aya mulai mengoleskan make-up tipis di wajahnya, lalu setelah semuanya selesai baru lah Aya mengenakan baju seragam untuk pergi mengajar.


Pagi ini Aya sengaja tidak membuat sarapan pagi untuknya, karena kali ini Aya berniat untuk membelinya saja dan makan saat dia sudah berada di sekolah.


Aya sudah terlihat rapi lalu tanpa menunggu apa-apa lagi Aya pun keluar dari kost nya.


Baru saja berjalan sampai di gerbang kost nya, Aya pun tiba-tiba menghentikan langkahnya karena Aya melihat ada mobil yang sangat dia kenal baru saja berhenti di hadapannya.


Setelah mesin mobil mati keluar lah seorang laki-laki yang bertubuh tinggi tegap berjalan untuk menghampirinya.


"Assalamualaikum... Miss Aya (sapa laki-laki itu)


"Wa'alaikumsalam... papa Aldo (jawab sapa Aya)


Ya dia adalah papanya Aldo yang bernama Boby Sam Wahid, yang biasa di panggil Dr Boby, dia adalah seorang dokter di salah satu rumah sakit besar di kota itu. Putranya Aldo adalah salah satu murid yang bersekolah di sekolah tempat Aya mengajar.


"Apa Miss Aya mau berangkat ke sekolah...? (tanya Dr Boby yang sudah berdiri di hadapan Aya saat ini)


"Iya papa Aldo, oh ya di mana Aldo...? (ujar Aya sambil melebarkan pandangannya melihat kesana kesini untuk mencari keberadaan Aldo yang tidak terlihat)


"Oh Aldo ada di rumah Miss, dia lagi kurang enak badan. Jadi untuk hari ini Aldo tidak masuk sekolah dia izin dulu ya Miss. (ujar Dr Boby)

__ADS_1


"Baiklah papanya Aldo, nanti saya sampaikan kepada Miss Rina. Semoga Aldo nya cepat sembuh ya papa Aldo. (ujar Aya)


"Amin, terima kasih ya Miss do'anya. (Dr Boby pun mengembangkan senyumnya) Oh ya Miss Aya mau ke sekolah kan, ayo bareng saya saja lagian ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Miss Aya. (ujar Dr Boby)


"Maaf ya papanya Aldo, saya terpaksa menolak ajakannya Saya jalan kaki saja ke sekolah karena sebelum ke sekolah saya mau mampir dulu ke suatu tempat dulu.


"Baiklah Miss Aya saya mengerti, tapi sebelum Miss Aya pergi apa kita bisa berbicara sebentar, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Miss Aya...! (ujar Dr Boby)


Aya melihat jam yang melingkar di tangannya, lalu pandangan Aya kembali tertuju kepada Dr Boby.


"Baiklah papa Aldo, tapi mohon maaf saya tidak bisa lama ya, karena saya tidak ingin terlambat ke sekolah. (kata Aya)


"Ya Miss Aya, saya mengerti...! Baiklah kita bicara di dalam mobil saya saja. (ujar Dr Boby lalu menunjuk ke arah mobil nya)


Aya pun menganggukkan kepalanya, lalu keduanya pun berjalan ke arah mobil dan masuk ke dalam sana, yang sebelumnya Dr Boby membantu Aya membukakan serta menutup pintu mobil nya.


"Apa yang ingin papa Aldo sampaikan kepada saya...? (tanya Aya to the point setelah Dr Boby masuk dan duduk di bangku kemudi mobil)


"Begini Miss Aya, Miss Aya tau kan kalau saya ini seorang duda. (kata dr Boby yang tiba-tiba Menjeda ucapan nya)


"Ya papa Aldo saya tahu, lalu...? (ujar Aya yang merasa bingung)


"Saya sudah dua tahun lebih di tinggal sama istri saya, dan selama itu juga Aldo kehilangan sosok seorang mama, jujur Miss Aya saya merasa kasian sama putra saya, di saat dia melihat teman-temannya diantarkan oleh mama mereka, saya tahu ada kesedihan di mata putra saya itu. Tetapi semenjak putra saya mengenal Miss Aya saya melihat kesedihan itu berangsur hilang di matanya. Kehadiran Miss Aya dalam hidup Aldo itu sangat berarti, saya melihat Aldo sangat bahagia saat berada di dekat Miss Aya dan dia juga lebih ceria. Dan untuk kebahagiaan Aldo putra saya itu saya mau melamar Miss Aya untuk menjadi istri saya. Saya melamar Miss Aya ini bukan semata-mata untuk Aldo saja tetapi saya juga suka sama Miss Aya sejak pertama kali saya mengenal Miss Aya, Jadi saya sangat berharap Miss Aya mau menerima lamaran saya, dan saya yakin pasti Aldo juga sangat gembira kalau Miss Aya mau menjadi mamanya. (jelas Dr Boby)


Aya tampak kaget atas pengakuan papanya Aldo itu, namun Aya berusaha untuk terlihat tenang. Aya menarik nafas berlahan lalu menghembuskan juga secara berlahan.


"Papanya Aldo, maaf sebelumnya saya....(kata-kata Aya pun terhenti)


"Miss Aya, saya mohon jangan menolak lamaran saya. (potong Dr Boby dengan cepat dan dengan tatapan yang penuh harapan)

__ADS_1


"Papanya Aldo, jujur saya sangat senang melihat Aldo begitu banyak berubah akhir -akhir ini. Ya dia memang lebih ceria dan terlihat selalu bahagia. Tapi perubahan pada Aldo itu bukan hanya karena saya papanya Aldo tetapi guru-guru yang lain serta teman-teman Aldo juga berperan penting dalam hal itu. Lagian sejatinya Aldo itu memang anak yang ceria papa Aldo, jadi sangat mudah mengembalikan keceriaan itu lagi di diri Aldo. (jelas Aya)


"Dan untuk lamaran dari papa Aldo, saya mohon maaf banget...! saya tidak bisa menerimanya. Karena sebelum papa Aldo melamar saya, saya sudah menerima lamaran dari seseorang. (tambah Aya lagi)


"Lamaran seseorang...! siapa orang itu...? (tanya Dr Boby yang merasa kaget dan tidak percaya)


"Maaf papa Aldo saya tidak bisa mengatakan siapa orangnya sekarang, tapi mungkin papa Aldo tidak mengenalnya. (ujar Aya)


Suasana di dalam mobil hening.


"Baiklah, kalau sudah tidak ada lagi yang ingin papa Aldo bicarakan, kalau begitu saya mau pamit pergi dulu, saya sudah terlambat untuk ke sekolah. (kata Aya yang memecah keheningan)


Dr Boby hanya menganggukkan kepalanya dia mempersilahkan Aya untuk keluar dengan isyarat tangan nya. Saking kaget nya dia sepertinya sudah tidak kuasa untuk mengatakan apa-apa lagi.


Aya yang mengerti keadaan pun langsung minta maaf, lalu pamit untuk pergi dari sana.


Aya pun keluar dari mobil setelah mengucapkan salam, Lalu Aya pun berlalu pergi dari sana tanpa menghiraukan dr Boby lagi.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2