
Di malam hari nya
Aya baru saja keluar dari kamar Aretha setelah beberapa jam menemani Aretha belajar dan juga bermain di dalam kamarnya itu.
Saat ini Aretha di temani oleh bik Santi dia sudah berbaring di tempat tidur bersama bik Santi, mendengarkan cerita dongeng yang di ceritakan oleh bik Santi.
Aya berjalan ke arah kamar, lalu masuk ke dalam sana.
Kali ini Aya terlihat santai masuk ke dalam kamar, tidak seperti siang tadi dia terlihat takut dan gugup saat ingin untuk masuk ke dalam kamar.
Aya bisa sesantai itu masuk ke dalam kamar karena Angga sedang tidak ada di rumah saat ini. Angga tiba-tiba dapat telpon urusan pekerjaan, dan hingga sekarang Angga belum juga pulang.
Aya membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang besar dan mewah itu, Aya merasa tubuhnya sangat lelah dan matanya tiba-tiba mengantuk saat melihat tempat tidur.
Aya sudah memejamkan matanya, namun baru saja terpejam Aya pun kembali membuka matanya Aya seketika menoleh ke ponsel nya yang ada tepat di sampingnya.
Aya mengambil ponselnya itu lalu mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur, Sambil bersandar Aya pun mulai membuka ponselnya mencari Nama orang yang akan dihubunginya yang ada di kontak.
Setelah menemukan nomor yang dia cari Aya pun langsung menghubunginya. Dengan satu kali panggil panggilan itu pun langsung tersambung dan di angkat.
Aya pun mulai berbicara. Cukup lama Aya berbicara dengan orang yang dihubunginya itu, banyak hal yang mereka bahas, mulai dari urusan pekerjaan sampai dengan membahas hal yang cukup pribadi.
Orang yang di hubungi Aya itu adalah Miss Rina, wali kelas tempat di mana dia mengajar menjadi guru bantu di sana.
Setelah sambungan telepon mereka berakhir, Aya pun meletakkan ponselnya begitu saja di atas tempat tidur sebelum nya Aya sempat melihat jam yang tertera di layar ponselnya itu.
Aya turun dari tempat tidur, lalu berjalan untuk keluar dari kamar.
Aya pun terus berjalan, menuruni satu persatu anak tangga untuk menuju lantai satu rumah.
Rumah yang sangat besar itu begitu sunyi di kala malam hari karena semua para penghuninya tentunya sudah pada masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
__ADS_1
Aya sudah berada di lantai satu rumah, lalu Aya pun pergi ke ruang tamu dan duduk di sofa empuk yang ada di sana.
Sorot mata Aya tertuju pada pintu utama yang sudah tertutup dengan rapat itu, kali aja pintu itu akan segera terbuka dan muncul lah seseorang yang sedang di tunggunya.
Aya menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, melipat kakinya dan memeluk bantal sofa itu.
Aya tampak menunggu dengan cemas di sana, sorot matanya masih tertuju pada pintu utama, dan sesekali Aya menoleh ke jam dinding mengamati detak jarum jam itu.
Tidak terasa sudah satu jam Aya duduk sendiri di sana tanpa melakukan apa-apa hanya bengong menatap pintu utama yang masih tertutup rapat.
Aya sudah beberapa kali menguap, rasa kantuknya seperti sudah tidak tertahankan lagi, namun Aya masih tetap berusaha untuk menahannya supaya tidak tertidur sampai orang yang dia tunggu pulang.
Aya menoleh ke jam dinding lagi, dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 23.00 atau pukul 11 malam.
Aya menarik nafas dalam, lalu Aya pun mulai menyandarkan kepalanya di sandaran sofa itu.
Entah sejak kapan Aya memejamkan matanya, dan tanpa di sadari Aya pun sudah tertidur di sana dengan masih memeluk bantal sofa.
Di sisi lain, Angga baru saja keluar dari dalam mobil nya setelah memarkirkan mobilnya di dalam garasi sejajar dengan mobil dia yang lainnya.
Angga pun menguap, lalu meregangkan sedikit tubuh nya yang saat ini terasa kaku karena kelelahan.
Secara berlahan Angga membuka pintu rumah dan melangkah masuk yang terlebih dahulu Angga sudah menutup kembali pintu itu.
Baru saja ingin melangkah masuk lebih jauh ke dalam rumah, tetapi Angga tiba-tiba menghentikan langkahnya karena dia melihat ada seorang di sofa ruang tamu.
"Aya...
Ujar Angga, setelah mengetahui siapa yang ada di sofa ruang tamu itu.
Angga berjalan menghampirinya, lalu berdiri tegap saat sudah berada di dekat Aya.
__ADS_1
"Ngapain dia tidur di sini...? Apa dia nungguin aku pulang. (kata hati Angga sambil menatap Aya yang masih tertidur pulas)
Angga memasukan ponsel yang di pegang nya di dalam kantong celana yang di pakainya, lalu Angga pun sedikit membungkuk untuk menggendong tubuh Aya.
Angga sengaja memilih menggendong Aya untuk membawanya ke dalam kamar karena Angga tidak tega membangunkannya.
Secara berlahan Angga menaiki tangga untuk menuju lantai dua, sesekali Angga terlihat menatap wajah Aya yang begitu dekat dengan nya.
Sesampainya di dalam kamar, secara berlahan Angga meletakkan Aya di atas tempat tidur. Sedikit ada pergerakan dari Aya saat Angga menarik tangan nya yang terhimpit oleh tubuh Aya, namun pergerakan itu tidak sampai membangunkannya.
Angga yang sempat merasa khawatir langsung bernafas dengan lega. Lalu Angga pun menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Aya.
Cukup lama Angga berdiri di sana sambil menatap wajah tenang Aya.
Angga pun pergi menjauh dari Aya, Angga masuk ke dalam ruangan ganti untuk membersihkan diri serta mengganti pakaiannya.
Setelah selesai dan keluar dari ruang ganti Angga terlihat menoleh ke arah Aya yang ada di atas tempat tidur, setelah itu Angga pun berjalan dan keluar dari kamar.
Angga kembali turun ke lantai satu rumah, setelah sampai Angga pun masuk ke dalam ruangan kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...