Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 93


__ADS_3

"Aaaaaaa....


Begitu lah suara teriakan dari Aya, dia langsung terduduk dari melihat seluruh tubuhnya dan Alhamdulillah pakaiannya masih lengkap terpasang di tubuh nya termasuk jilbab nya masih terpasang rapi di kepalanya.


"Kenapa kamu berteriak sih pagi-pagi begini, buat bising saja. Mengganggu orang yang lagi tidur.


Ujar Angga dengan jengkel, kembali menarik selimut dan mejamkan matanya.


"Apa saya bermimpi, ah tidak mungkin ini seperti nyata. (kata hati Aya)


Aya melebarkan pandangan nya, melihat ke semua sudut kamar itu, lalu Aya kembali menoleh ke laki-laki yang ada di sampingnya, laki-laki yang tengah tertidur itu.


"Tidak ini tidak mungkin...! kenapa bisa saya tidur di samping laki-laki yang bukan mahram saya...! saya pasti sudah gila, atau jangan-jangan benaran ini cuma mimpi.


Aya berkata seperti itu sambil menggelengkan kepalanya, lalu Aya mencubit tangan nya.


"Au... sakit, ternyata ini tidak mimpi, terus kenapa saya bisa tidur dengan papanya Ara, saya pasti sudah gila.


Aya mencengkeram kepalanya, lalu menggeleng kepalanya.


Aya diam sejenak, dia berusaha keras memiliki apa yang sebenarnya terjadi, dan mengapa dia bisa tidur bersama papa Ara di kamar ini. Dan Aya pun tau itu bukanlah kamar kost nya maupun kamar Angga, karena Aya pernah satu kali masuk ke kamar Angga saat dia menginap di sana.


"Ya Allah...kenapa saya bisa lupa...


ujar Aya seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena dia baru ingat kalau dia dan Angga sudah sah menjadi suami istri kemarin.


"Bisa bisanya saya lupa tentang itu, Aya Aya kenapa kamu bisa pelupa begini...? padahal baru juga sehari kamu sudah melupakannya.


Aya menggeleng kepalanya berbicara pada dirinya sendiri dengan suara pelan dan itu pastinya tidak akan di dengar oleh Angga.


"Tapi seingat saya, saya tidur berdua dengan Aretha di kamar ini semalam, tapi pas pagi nya kenapa bisa saya tidur bersama papanya begini...! Aneh, kenapa bisa berubah begini...? Di mana Aretha...? (suara hati Aya)


Aya kembali melebarkan pandangannya, untuk mencari keberadaan Aretha di dalam kamar itu, setelah beberapa saat Aya mencari dengan sorot matanya namun keberadaan Aretha belum juga terlihat.


Secara berlahan Aya menurunkan kakinya, satu persatu kakinya dia turun kan secara berlahan, supaya tidak menimbulkan pergerakan dan mengganggu tidurnya Angga.


"Oh iya, jangan-jangan Ara sudah di antarkan mas Angga ke kamar bik Santi semalam, makanya Ara tidak ada di sini lagi. Ah saya yakin pasti begitu...!


Kata Aya saat kakinya sudah turun keduanya dari tempat tidur. masih dengan suara pelan.

__ADS_1


"Tapi kenapa mas Angga antarkan Ara ke kamar bik Santi, kan dia sudah biasa tidur di sebelah anaknya, seharusnya tidak jadi masalah dong anaknya tidur di sini bersama kita, lalu kenapa tadi malam malah dia antar anaknya ke bik Santi...? Dasar aneh... (Suara hati Aya, sambil menoleh ke Angga yang masih terlelap dalam tidurnya)


"Jangan-jangan...! apa mas Angga mengharapkan malam ini malam pengantin kita. Ah... itu tidak mungkin, kita kan menikah hanya demi kebahagiaan Ara jadi gak mungkin mas Angga mengharapkan itu. (masih suara hati Aya)


"Udah udah Aya... gak usah mikirin yang tidak tidak, dan yang gak mungkin terjadi. Tetap fokus....


Ujar Aya pada dirinya sendiri untuk meyakinkan dirinya dan memberikan pengertian kepada dirinya.


Aya pun bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi, setelah mengecek jam yang ada di ponselnya.


Buru-buru Aya membersihkan tubuhnya, lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian santai yang dia ambil sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Setelah itu Aya pun berwudhu.


"Ya Allah mas.... buat kaget saja.


Ujar Aya seraya memegang dadanya karena kaget akan kemunculan Angga saat dia membuka pintu kamar mandi.


"Maaf...


Ujar Angga dan Angga pun langsung melewati Aya begitu saja dan masuk ke dalam kamar mandi dengan ekspresi wajah datar tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


Aya menatap nya bingung, kepala Aya tampak berputar mengikuti langkah kaki Angga yang melewatinya begitu saja dan masuk ke kamar mandi.


setelah mengatakan itu Aya pun berlalu pergi dari sana, mengambil peralatan shalat nya dan langsung menggunakan nya dan menatanya.


"Udah siap....?


Tanya Angga yang tiba-tiba sudah ada di belakang Aya, muncul tiba-tiba seperti hantu.


Aya yang tengah menggelar sajadah seketika kaget, sampai-sampai sajadah yang di pegang nya itu lepas dari genggaman tangan nya.


"Kenapa malah bengong...! udah siap belum...?


Tanya Angga lagi saat melihat Aya yang diam saja seperti patung tengah menatap ke arah nya.


"Hai...apa kamu tidak mendengarkan saya...!


Ujar Angga seraya mengibas-mengibaskan tangan nya di depan wajah Aya.


"Maaf, maaf mas...! i i i iya ini hampir siap.

__ADS_1


Ujar Aya dengan terbata-bata, dan Aya pun dengan cepat merapikan kembali sajadah yang terlepas oleh tangannya tadi.


Setelah semuanya siap, Angga pun langsung mengambil posisi nya begitu pun dengan Aya dia juga mengambil posisi nya.


Mereka pun melaksanakan shalat subuh pagi ini dengan cara beriman.


Aya tampak sangat terharu saat mereka berdua telah menyelesaikan shalat nya dan saat ini tengah berdo'a yang di pimpin oleh Angga, air mata Aya langsung menggenangi kedua matanya dan hendak jatuh membasahi pipi mulusnya.


Karena tidak ingin Angga tahu, dengan cepat Aya menyeka air mata di kedua matanya. dan dengan cepat Aya berusaha menenangkan hati nya supaya tidak terbawa suasana.


Setelah selesai berdo'a Aya pun menyambut uluran tangan Angga dan mencium nya.


Aya membereskan peralatan shalat mereka, menatanya ke tempat semula, setelah selesai Aya langsung menghampiri Angga yang saat ini duduk di sofa dan tampak sibuk dengan ponsel-ponsel nya.


Aya duduk di sofa tunggal tepat di hadapan Angga, menatap Angga yang duduk santai dan sibuk dengan ponselnya tanpa menoleh sedikitpun kepada nya.


"Bersiaplah kita sarapan bersama yang lain di restoran hotel. (ujar Angga masih tanpa menoleh ke Aya yang duduk di hadapannya)


"Baiklah mas.


Aya pun berdiri dari duduknya, lalu berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil pakaian untuk ganti nya, lalu Aya pun masuk ke dalam kamar mandi untuk menggantinya.


Angga tampak menoleh sedikit saat Aya melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Dan kini Angga kembali fokus dengan ponselnya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2