Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 92


__ADS_3

Jam saat ini sudah menunjukkan pukul 1 tengah malam saat ini, namun Angga baru saja beranjak dari tempat duduknya untuk berjalan keluar dari gedung tempat acara resepsi pernikahannya.


Para tamunya sudah pada pamit pulang, dan mereka bersama-sama keluar dari gedung itu.


Angga sudah berada di luar gedung, berbicara sebentar dengan salah seorang karyawan hotel lalu barulah Angga berjalan menuju kamar hotel.


Cuma butuh beberapa menit Angga pun sampai di depan kamar, dan tanpa berpikir panjang lagi Angga pun masuk ke dalam.


Saat sudah berada di dalam kamar mata Angga langsung tertuju pada tempat tidur.


Secara berlahan Angga berjalan menuju tempat tidur, matanya masih menatap ke arah tempat tidur di mana di sana sudah ada dua orang yang sangat dia kenal tengah tertidur dengan lelap sambil berpelukan.


Angga berdiri di sisi tempat tidur menatap bergantian wajah dua wanita yang tengah terlelap itu.


"Apa kamu sebahagia itu nak akhirnya papa bisa mewujudkan keinginan kamu...! Papa melakukan ini semua demi kamu, demi kebahagiaan kamu. Papa akan berusaha mewujudkan semua keinginan kamu asalkan kamu bahagia, karena itu janji papa sama kamu. (suara hati Angga, sambil menatap putrinya Aretha)


Angga mengusap lembut kepala Aretha, dan saat Aretha menggeliat karena sedikit terusik buru-buru Angga menarik kembali tangannya, lalu pergi dari sana berjalan menuju kamar mandi.


Saat sudah berada di dalam kamar mandi Angga melihat sudah ada pakaian tidur untuk nya tertata rapi di sana dengan satu handuk.


Angga tampak berpikir sejenak lalu mengambil handuk itu dan langsung masuk ke tempat mandi untuk membersihkan diri di sana.


Cukup lama Angga berada di dalam kamar mandi, entah apa yang dilakukannya di sana.


Setelah mengenakan pakaian tidurnya baru lah Angga keluar dari dalam kamar mandi, dan . langsung berjalan menuju tempat tidur Angga berjalan menuju sisi tempat tidur tepat di samping Aretha karena kini posisi Aretha ada di tengah tempat tidur besar itu.


Tanpa berpikir panjang karena tubuhnya terasa sangat lelah Angga pun langsung berbaring di sana dan langsung memejamkan matanya tanpa merasa ada perasaan canggung atau merasa tidak enak dengan keberadaan Aya yang ada di sisi Aretha yang satunya.


Tidak butuh waktu lama Angga pun mulai terlelap, dan baru saja dia beberapa menit Angga terlelap Angga kembali membuka mata saat dia menyadari ada tangan yang terasa memeluk tubuhnya.


Dengan cepat Angga membuka matanya, lalu menoleh ke arah seseorang yang memeluknya.


"Ara....


ujar Angga saat melihat orang yang memeluknya itu ternyata adalah putrinya Aretha.


"Kenapa kamu belum tidur...?


"Tadi Ara sudah tidur kok pa, tapi tiba-tiba Ara kebangun dan saat Ara lihat ke samping ternyata ada papa, makanya Ara peluk papa.


"Ya sudah kalau begitu tidur lagi ya nak, ini sudah sangat larut, semua orang sudah pada tidur.


"Tapi Ara sudah tidak mengantuk lagi pa...!

__ADS_1


"Tapi sayang ini bukannya waktu nya bangun, ini waktunya orang-orang pada tidur, lihat tuh Miss Aya juga sudah tidur.


"Bukan Miss Aya papa...! tapi mama Aya (protes Aretha memelototkan matanya)


"Baiklah baiklah, maksud papa mama Aya.


"Nah gitu pa, itu baru benar.


"Baiklah sekarang kita tidur juga ya nak, papa sudah sangat mengantuk saat ini.


"Gak mau, Ara sudah tidak mengantuk papa...!


"Terus Ara mau apa...? Apa Ara mau pindah ke kamar bik Santi...? Kalau iya ayo papa antarkan, jadi Ara bisa bermain sepuasnya di sana, kalau Ara bermain di sini itu akan mengganggu tidur nya mama Aya dan papa juga tidak bisa menemani Ara bermain karena papa juga sangat lelah dan mengantuk saat ini.


Aretha menoleh ke Aya yang masih tertidur lelap, lalu Aretha kembali melihat ke Angga papanya.


"Bagaimana...?


Tanya Angga sambil bermain mata meminta jawaban dari Aretha putrinya.


Aretha terdiam, dia tampak sedang berpikir saat ini.


(Sejak Aretha berumur 2 tahun Aretha memang punya kebiasaan tidak akan bisa tidur kembali kalau dia sudah kebangun dari tidurnya, dia akan bermain-main seorang diri sampai merasa lelah dan baru lah dia bisa tidur kembali.


Angga yang menghawatirkan kondisi putri nya berusaha semaksimal mungkin, bahkan Angga sudah membawa anaknya untuk berobat ke luar negeri, dan hasilnya sama. Aretha baik-baik saja.


Bik Santi juga sudah berusaha untuk menghilangkan kebiasaan Aretha itu dengan menidurkan nya dengan berbagai cara namun usaha selalu gagal, Aretha tetap tidak akan tidur kembali sebelum tubuhnya terasa lelah.


Karena kebiasaan Aretha ini tidak datang setiap malam atau setiap dia tidur jadi Angga pun sudah lebih tenang dan tidak begitu cemas lagi.)


"Ara mau main di sini papa, gak apa-apa papa tidak temani Ara main, asal papa izinkan Ara bermain di sini.


"Sayang, kalau Ara bermain di sini, nanti tidur mama Aya akan terganggu dan dia akan kebangun. Apa Ara tidak merasa kasian kalau mama Aya terbangun dari tidurnya, padahal dia sudah sangat lelah hari ini.


Aretha pun terdiam, dia masih tampak berpikir sangat keras.


"Baiklah papa, kalau begitu Ara ke kamar bik Santi saja.


"Ya udah ayo papa antarkan.


Angga pun bangkit dari tidurnya, lalu merentangkan kedua tangannya untuk membawa Aretha kedalam pelukannya dan menggendongnya.


Aretha duduk lalu langsung menghambur ke pelukan Angga. Dan setelah Aretha berada di pelukan nya baru lah Angga berjalan berlahan menu pintu dan keluar dari kamar,

__ADS_1


Sambil berjalan menuju kamar bik Santi, Angga dan Aretha tampak ada sedikit perbincangan di antara kedua, lalu baru lah mengetuk pintu kamar bik Santi.


Tidak butuh waktu lama pintu kamar bik Santi pun terbuka, karena bik Santi juga belum tidur makanya bisa cepat membuka pintu nya.


"Non Ara, tuan Angga kok belum pada tidur...!


"Ara sudah tidur tadi bik, tapi Ara kebangun lagi. (sangkal Ara)


"Kambuh lagi tuan...?


tanya bik Santi menatap ke Angga, dan Angga menganggukkan kepalanya karena sudah sangat mengerti dengan pertanyaan bik Santi.


"Baiklah, Ara main di kamar sini sama bibik, kebetulan bibik juga belum mengantuk ini. Ya....!


Ara pun mengembangkan senyumnya, menganggukkan kepalanya lalu menghambur ke pelukan bik Santi (berpindah dari gendongan papanya ke bik Santi)


"Udah tuan istirahat saja sana, biar Ara sama bibik.


"Baiklah bik, kalau begitu saya pamit, titip Ara nya.


"Ya tuan.


Angga pun pergi dari sana, setelah melihat Angga masuk kembali ke dalam kamar, baru lah bik Santi masuk juga ke dalam kamar nya dan menurunkan Aretha dari gendongan nya.


Aretha pun langsung berlari ke alat mainnya yang sengaja di bawa oleh bik Santi yang diletakkannya di dalam kamar itu.


Bik Santi berjalan mendekati Aretha, lalu ikut bermain bersama Aretha di sana.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2