Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 55


__ADS_3

Bik Santi dan Aya sedikit berbincang di dalam kamar kost Aya itu.


"Oh ya Miss, Ara akan sangat lama tidurnya kalau bibik bangunkan pasti dia gak akan mau karena tidur nya terlalu pulas. Lebih baik bibik gendong aja dia ya, karena kasihan papanya menunggu sendiri di mobil. (jelas bik Santi)


"Baiklah bik (ujar Aya lalu turun dari tempat tidur dan berdiri di samping tempat tidur itu)


Bik Santi melangkahkan kakinya maju satu langkah, lalu bik Santi pun langsung mengangkat Ara dan menggendongnya.


"Baiklah Miss, kalau begitu bibik permisi pulang dulu ya. Sekali lagi terima kasih ya Miss. Assalamualaikum...(ucap bik Santi)


"Ya bik, Wa'alaikumsalam....(jawab Aya)


Bik Santi pun berjalan dan keluar dari kamar kost Aya, dan Aya mengikutinya dari belakang sampai ke depan pintu kamarnya.


Bik Santi menoleh ke belakang saat sudah berada di gerbang kost Aya, lalu Aya pun melambaikan tangannya dan di angguki oleh bik Santi.


Bik Santi masuk ke dalam mobil duduk di bangku belakang yang di bantu oleh Angga saat bik Santi sudah sampai di dekat mobil nya untuk menggendong Ara dan kembali memberikannya kepada bik Santi saat sudah duduk di bangku mobil.


Setelah menutup pintu mobil yang ada di sisi bik Santi Angga pun masuk ke dalam mobil duduk di bangku kemudi. Dan tidak butuh waktu lama Angga pun mulai menjalankan mobilnya secara berlahan.


Aya masuk kembali ke dalam kamar kost nya setelah melihat mobil yang di kemudikan oleh papanya Ara itu pergi. Aya mengunci pintu kamarnya seperti biasa, lalu Aya pun berbaring di tempat tidur nya sambil menonton acara di televisi.


Di dalam Mobil


"Apa Ara sudah lama tidurnya bik...? (tanya Angga sambil melirik ke kaca spion yang ada di dalam mobil, untuk melihat Anaknya yang masih tertidur pulas)


"Kata Miss nya Ara itu sudah lebih satu jam tuan. (jawab bik Santi sambil membelai rambut Aretha)


"Tidurnya sangat pulas ya bik, sampai di angkat pun dia tidak bangun. (ujar Angga lagi)


"Ya tuan, sudah lama rasanya bibik tidak melihat non Ara tidur sepulas dan setenang ini. Mungkin Ara terlalu nyaman bersama Miss nya itu makanya Ara setenang ini.(kata bik Santi menatap Ara)


Angga terdiam, dia tidak kuasa menjawab apa yang di katakan oleh bik Santi, Angga sendiri juga merasa saat ini Ara tidur dengan tenang dan tidak ada gelisah sedikit pun.


"Apa benar Ara merasa nyaman dengan Miss nya itu...? Atau jangan-jangan Ara merindukan kasih sayang seorang ibu...! (batin Angga)


Angga menarik nafas dalam, lalu menghembuskan secara berlahan untuk menenangkan hati dan pikirannya saat ini. Angga pun berusaha kembali fokus mengemudi, dan berusaha membuang apa yang baru saja terlintas dalam pikirannya.


Suasana di dalam mobil tiba-tiba hening, tidak ada pembicaraan yang lainnya antara Angga dan bik Santi. Angga hanya fokus mengemudi sedangkan bik Santi hanya diam sambil mengelus dengan lembut rambut Aretha.


Beberapa menit kemudian

__ADS_1


Mobil Angga pun sampai di rumah, Angga sengaja memarkirkan mobilnya di depan tepat di pintu utama rumah.


Setelah mematikan mesin mobil, Angga pun keluar dari dalam mobil berjalan ke arah bangku belakang di mana di sana ada bik Santi dan Ara yang masih tidur di pangkuan bik Santi.


Angga membuka pintu mobil lalu mengambil Aretha di pangkuan bik Santi dan langsung menggendongnya untuk masuk ke dalam rumah.


Bik Santi keluar dari dalam mobil lalu mengikuti langkah kaki Angga yang saat ini sudah menaiki tangga menuju kamar Aretha yang ada di lantai dua rumah.


Sesampainya di dalam kamar Aretha, Angga langsung membaringkan tubuh Aretha dengan berlahan di atas kasurnya yang sangat empuk itu, lalu menyelimuti tubuh mungil putrinya itu.


Bik Santi yang juga berada di dalam kamar Aretha mulai mengatur suhu AC kamar, lalu meletakkan tas sekolah Aretha di ruang ganti yang ada di dalam kamar. Setelah semuanya siap bik Santi kembali keluar dengan membawa sepasang baju ganti untuk Aretha dan di letakan nya di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidur Aretha.


"Tuan permisi sebentar biar bibik gantikan pakaian non Ara dulu, pasti dia sudah tidak nyaman dengan pakaian seragam sekolah yang sudah seharian dia pakai. (ujar bik Santi yang berdiri di belakang Angga yang saat ini duduk di pinggir tempat tidur Ara)


"Baiklah bik, kalau begitu saya ke kamar dulu mau ganti baju juga. (ujar Angga)


Angga membelai rambut Ara lalu berdiri dan pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya juga.


Bik Santi baru saja selesai menggantikan pakaian Ara, walaupun saat menggantikan itu Ara sedikit terbangun, tetapi Ara kembali tertidur saat bik Santi kembali meninabobokan nya.


Bik Santi keluar dari kamar Ara menutup dengan rapat pintu kamarnya, lalu bik Santi pun turun ke bawah untuk mengecek apa yang sedang di lakukan oleh kedua asisten rumah tangga.


Angga mendekati putrinya dan duduk di pinggir tempat tidur putrinya itu. Angga menatap wajah putrinya yang tengah terlelap itu.


"Maafkan papa ya sayang...(ujar Angga sambil membelai wajah putrinya itu)


Angga sangat merasa bersalah kepada putrinya, bukan hanya untuk hari ini saja tetapi juga untuk kasih sayang dari seorang ibu yang tidak pernah di rasakan oleh putrinya itu dari dia berumur 2 bulan hingga sekarang.


Walaupun Angga sudah mencurahkan semua kasih sayang nya kepada putrinya itu dan berperan sebagai papa sekaligus mama untuk putrinya tetapi kasih sayang dari seorang ibu dan peran ibu secara langsung itu sangat lah berbeda. Dan Angga menyadari itu.


Ara yang kini semakin besar pasti lah sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu.


Dan Angga tidak tau harus berbuat apa untuk menutupi kekurangan yang di rasakan oleh putrinya itu.


"Papa (ucap Ara yang baru saja membuka matanya, bangun dari tidurnya)


"Sayang kok kamu sudah bangun sih, apa papa mengganggu tidur kamu...? (tanya Angga dengan membelai lembut kepala putrinya)


Ara menggelengkan kepalanya.


"Oh ya pa, di mana Miss Aya...? (tanya Ara dan melihat kesana kemari mencari keberadaan Miss Aya)

__ADS_1


"Miss Aya...! (seru Angga yang merasa kebingungan dari pertanyaan putrinya)


"Iya pa Miss Aya, kan papa lama jemput Ara jadi tadi Ara di bawa Miss Aya ke rumahnya, dan di sana Ara bermain sama Miss Aya. Seru deh pa bermain bersama Miss Aya, Ara suka. (jelas Ara)


"Oh... jadi nama Miss Ara tadi itu Miss Aya, maaf sayang papa gak tau. (ujar Angga yang baru ngeh dengan yang di tanya putrinya)


"Iya pa namanya Miss Aya, lalu di mana Miss Aya pa...? (tanya Ara lagi)


"Miss Aya ada di rumah nya lah sayang, Kan Ara saat ini sudah berada di rumah kita, tadi papa dan bik Santi yang jemput Ara di rumah Miss Aya itu. (jelas Angga)


"Kenapa gak papa bawa saja Miss Aya kesini, kan bisa Ara bermain dengan Miss Aya di sini. (kata Ara lagi)


"Sayang itu gak mungkin, Miss Aya itu rumah nya di sana jadi gak mungkin dia mau ikut bersama kita ke sini sayang. (jelas Angga lagi)


"Tapi Ara mau main bersama Miss Aya pa. (rengek Ara)


"Sayang, kan saat Ara di sekolah Ara pasti bertemu dengan Miss Aya itu. Jadi Ara bisa bermain paus-paus dengan Miss Aya itu di sana. (jelas Angga)


Ara kembali merengek, bahkan meminta papanya untuk menjemput Miss Aya.


Perdebatan kecil pun mulai terjadi antara papa dan anaknya itu. Angga berusaha memberikan berbagai alasan kepada Ara supaya Ara tidak lagi merengek meminta papanya menjemput Miss Aya.


Entah apa lagi yang di katakan oleh Angga kepada putrinya, sampai akhirnya Ara pun menurut dan berhenti merengek.


Keduanya pun tertidur.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2