
Satu Minggu pun berlalu
Guru adalah sosok yang dapat membentuk jiwa dan watak peserta didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Bukan hanya itu, guru juga harus bisa menjadi dan memberi contoh yang baik untuk peserta didik. Supaya bisa menciptakan anak-anak yang berakhlak mulia. Itulah tugas seorang guru.
Menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan mudah, begitu besar amanah yang titipkan di pundaknya untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa serta memilki keterampilan serta kecerdasan sebagai bekal mereka dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
Termasuk guru-guru yang mengajar anak usia dini, walaupun mengajar di sekolah non formal tetapi tanggung jawab mereka juga sama dengan guru-guru yang mengajar di sekolah formal.
Aya sudah bersiap untuk pulang dari sekolah, Aya mengambil tasnya yang dia letakkan di atas meja guru yang ada di dalam kelas, semua anak sudah pulang dan kelas juga sudah terlihat kosong begitu juga dengan kelas-kelas yang lain, semua anak juga sudah pulang di jemput oleh orang tuanya.
Aya berjalan menuju gerbang sekolah, dan baru saja sampai di gerbang sekolah tiba-tiba pandangan Aya teralihkan kepada seseorang yang Aya kenal yang berdiri bersama dua orang scurity sekolah tepat di depan bangunan pos jaga.
Aya berjalan ke sana, karena Aya penasaran apa yang di lakukan oleh mereka di sana.
"Ada apa Miss Ana...? (Tanya Aya saat sudah berada di dekat orang itu yang ternyata Miss Ana rekan sesama mengajar dengannya di sekolah itu)
Miss Ana dan juga dua orang scurity itu langsung menoleh ke arah Aya.
"Eh Miss Aya, kebetulan banget. Ini....!! (Miss Ana memutar tubuhnya memperlihatkan anak yang ada di gendongnya)
"Aretha...! (Ujar Aya kaget saat melihat anak yang di gendong oleh Ana adalah Aretha salah seorang anak di kelasnya)
"Kok bisa dia bersama Miss Ana, bukannya tadi dia udah di jemput sama keluarganya, kan pak Ahmad yang jemput dia ke kelas tadi. (ujar Aya yang juga melihat ke arah salah seorang scurity yang menjemput Aretha ke kelas)
Aya merasa heran dan juga kaget, karena tadi dia pikir semua anak sudah pulang di jemput oleh orang tuanya.
Aya mengambil Aretha yang menangis dari gendongan Miss Ana. Lalu berusaha menenangkannya.
__ADS_1
"Begini Miss Aya, tadi saat saya ingin pulang saya melihat bapak-bapak ini lagi menenangkan Aretha yang menangis, dan saat saya tanya kata pak Ahmad (salah seorang scurity) tadi dia menjemput Aretha ke kelas karena dia pikir mobil yang berhenti di depan itu adalah mobil jemputan Aretha karena mobil itu sama persis dengan mobil yang menjemput Aretha kemarin, cuma pak Ahmad dia tidak melihat plat nomor mobil itu. Dan setelah sampai di depan sini bersama Aretha ternyata itu bukan mobil jemputan nya itu adalah mobil salah seorang orang tua murid dari kelas C. Mobilnya memang sama persis Miss Aya bahkan warnanya juga sama, seperti mobil yang menjemput Aretha yang kemarin itu loh, yang katanya bibiknya yang menjemput. (jelas Ana dan di angguki oleh pak Ahmad scurity sekolah)
"Iya Miss Aya, mobilnya sama persis. (tambah pak Ahmad)
"Terus, kenapa dia menangis pak...? (tanya Aya)
"Dia menangis saat melihat mobil itu pergi Miss, mungkin nak Aretha pikir itu mobil benar mobil yang menjemputnya Miss. Saya sudah coba jelaskan tapi dia terus saja menangis, dan saat saya ingin membawanya ke Miss Aya kebetulan Miss Ana datang. (jelas pak Ahmad)
"Baiklah pak, jadi belum ada yang jemput dia dari tadi...? (tanya Aya)
"Belum Miss (jawab kedua scurity itu serentak)
"Apa sudah mencoba menghubungi keluarganya pak...? (tanya Aya lagi)
"Sudah Miss, tapi nomor teleponnya tidak aktif (ujar Pak Ahmad)
"Baiklah pak, biar saya coba hubungi kembali (ujar Aya, lalu mulai mengambil ponselnya dengan satu tangan karena satu tangannya menggendong Aretha yang saat ini sudah tidak menangis lagi)
Aya mulai menghubungi nomor keluarga Aretha yang ada kepadanya, dan ternyata memang benar nomornya tidak aktif.
"Sama aja pak, kedua nomornya tidak aktif. (ujar Aya)
"Coba hubungi Miss Rina Miss Aya, kali aja dia ada nomor kontak keluarga Aretha yang lainnya. (seru Miss Ana)
Aya menganggukkan kepalanya, lalu langsung menghubungi Miss Rina. Tidak lama Aya berbicara dengan Miss Rina, karena saat ini Miss Rina sedang rapat menemani Ibuk kepala sekolah di kantor dinas pendidikan.
Dan tidak lama Miss Rina mengirimkan nomor lewat chat ke nomor Wa Aya. Tampa berpikir panjang Aya langsung menghubungi nomor yang dia dapat dari Miss Rina.
Aya menghubungi beberapa kali tetapi nomor yang Aya hubungi itu tidak kunjung di angkat oleh sang pemilik, padahal panggilan itu sudah terhubung dan berdering.
"Sama aja Miss Ana, nomornya bisa di hubungi tetapi tidak di angkat. (jelas Aya)
__ADS_1
"Terus bagaimana...? (tanya Miss Ana ikut bingung)
"Miss Ana pulang saja duluan, kasihan dedek bayinya di rumah lama nunggu bundanya pulang. Biar saya saja yang Nemani Aretha di sini sampai jembatannya datang. (jelas Aya)
"Benaran gak apa-apa Miss Aya di tinggal sendiri di sini...? (tanya Miss Ana)
"Ya Miss gak apa-apa. Kan masih ada bapak-bapak ini di sini. (ujar Aya)
"Baiklah kalau begitu Miss Aya, saya pamit pulang dulu ya. (kata Miss Ana)
"Ya Miss, hati-hati. Salam sayang untuk dedek bayi. (ujar Aya)
Miss Ana memang sudah menikah dan punya anak yang berusia 1 tahun yang selalu di titipkan kepada orang tuanya di saat dia mengajar yang rumahnya tidak jauh dari sekolah.
Miss Ana pun pergi dari sana, setelah berpamitan kepada Aya dan juga kedua orang scurity sekolah serta Aretha yang masih betah di gendong oleh Aya.
Setelah sedikit perbincangan dengan kedua scurity sekolah Aya juga pergi dari sana, berjalan ke arah ruang kelas, karena saat ini ruang kelas masih belum di kunci oleh kedua scurity itu.
Aya memutuskan untuk menunggu Aretha sampai di jemput di ruangan kelas saja, karena di sana Aretha bisa bermain sambil menunggu dan supaya Aretha juga tidak merasa bosan kalau seandainya lama di jemput.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...