Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 22


__ADS_3

Jenazah kedua orang tua Aya saat ini sudah di kuburkan, dan saat ini para pelayat sudah berangsur-angsur pergi meninggalkan makan, dan di sana hanya menyisakan beberapa orang saja termasuk Aya dan keluarga Asha.


Hari sudah semakin sore, langit yang tadinya sangat cerah mulai berangsur di selimuti oleh awan hitam. Warna langit saat ini mewakili suasana hati Aya saat ini.


Aya mengusap serta mencium papan nisan yang bertuliskan nama ayah dan juga ibunya secara bergantian. Aya kembali meneteskan air matanya menatap papan nisan itu. Begitu berat ujian yang di hadapi Aya saat ini, kehilangan kedua orang tua sama dengan kehilangan separuh nafasnya bagi Aya.


Dunia yang tadinya sangat luas untuk pernafasan tetapi saat ini terasa sangat sempit bagi Aya sehingga sangat sulit untuk bernafas.


"Ay...kita pulang yok, ini sudah sangat sore dan sepertinya sebentar lagi akan hujan. (kata Asha yang berjongkok di samping Aya)


"Kamu duluan aja Sha, aku mau di sini sebentar (ucap Aya dengan suara yang sudah parau)


"Tapi ay...!! (Asha mengatakan sambil memegang bahu Aya)


"Aku benaran gak apa-apa kok Sha, kamu Tante om dan yang lain duluan aja, aku ingin bersama ibu dan ayah sebentar (kata Aya sambil memegang tangan Asha yang ada di bahunya)


Asha melihat ke arah ibu dan ayahnya, bermaksud meminta pendapat mereka berdua.


"Baiklah nak Aya kami akan pulang duluan, tapi kamu harus janji ya kamu pulang habis ini kami akan menunggu kamu di rumah. (kata ayah Asha yang berdiri di belakang Aya dan Asha)


"Ya Ay, ingat ya kamu pulang ke rumah kita nanti, jangan kemana-mana lagi (sambungan Asha)


"Baiklah Sha, om, Tante. Aya gak akan lama kok di sini. Om, Tante Asha dan yang lain duluan aja. (kata Aya sambil melihat orang-orang yang berdiri di belakangnya dengan tatapan mata yang sayu)


"Ya udah kalau begitu kami pamit pulang dulu ya nak (kata ayah Asha)


Aya pun menganggukkan kepalanya.


Aya dan juga Asha berdiri, lalu beberapa orang yang masih tinggal di sana berpamitan kepada Aya dan mereka pun pergi dari sana.


Sebelum pergi dari sana meninggalkan Aya sendiri, Asha pun memeluk Aya.


"Ingat jangan lama-lama di sini ya Ay, aku menunggu kamu di rumah. Lagian ini sudah sangat gelap ay, dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Jadi jangan terlalu lama di sini ya, jangan buat aku khawatir. (ucap Asha setelah melepaskan pelukannya)


Aya pun mengedipkan matanya, dan menganggukkan kepalanya pelan.


"Baiklah aku, Ayah dan ibu pamit pulang duluan (kata Asha lagi)


"Ya (jawab singkat Aya)

__ADS_1


Asha dan kedua orang tuanya pun pergi dari sana, karena masih khawatir kepada Aya Asha sesekali melihat ke arah belakang. Aya menatap Asha dan kedua orang tuanya pergi meninggalkan makam sejenak. Lalu Aya pun kembali berjongkok di antara makam ayah dan juga ibunya.


Aya mengusap nisan kedua orang tuanya secara bergantian, air matanya yang sejak tadi di tahannya akhirnya tumpah, Aya menangis sesenggukan lalu Aya pun duduk di sana.


"Ayah ibu maafin Aya...! (Aya menangis sambil mengelus papan nisan kedua orang tuanya) Ini semua salah Aya benar kan ayah ibu, coba Aya tidak pergi meninggalkan ayah dan ibu pasti ini semua tidak akan terjadi ...! Ayah dan ibu pasti bersama Aya saat ini. Kita pasti masih bisa bercanda bersama. Aya menyesal meninggalkan ayah dan ibu di sini, ini semua salah Aya (Aya pun menangis, menekuk kedua lututnya, membenamkan wajahnya di sana)


Aya menangis sesenggukan, lalu setelah sedikit tentang Aya kembali melihat ke makam kedua orang tuanya, dan berkata


"Ibu kenapa ibu pergi seperti ini, bukannya semalam saat ibu berbicara sama Aya ibu bilang kangen sama Aya, ibu juga bilang kalau ayah sudah gajian ibu dan ayah mau main ke tempat Aya, kan ibu mau melihat putri ibu ini saat menggunakan seragam kerja dan ibu juga bilang ibu mau melihat bagaimana Aya bekerja di sana. Tapi kenapa ibu... kenapa... ibu dan ayah pergi seperti ini, bahkan ayah dan ibu tidak berpamitan sama Aya, tidak melihat wajah Aya. Kenapa...! (Aya mengatakan itu masih sambil menangis)


Aya berbaring sambil memeluk makam ibunya, Aya mengusap tanah yang masih basah itu.


Aya beralih melihat makam ayahnya


'Ayah...Aya kangen ayah, Ayah kenapa kalian berdua meninggalkan Aya seperti ini, sekarang Aya hanya sendirian ayah, apa yang harus Aya lakukan sekarang ayah...! Ayah, kepada kalian tidak bawa Aya bersama kalian, kenapa kalian hanya pergi berdua saja, apa ayah dan juga ibu marah sama Aya karena Aya meninggalkan kalian berdua kemarin...! Ya Aya salah ayah, Aya minta maaf...! Tapi sekarang Aya sudah kembali ayah ibu. Ayo kita pulang sekarang, ayah ibu bangun...! kita pulang sekarang...! (Aya menangis lagi sesegukan sambil memeluk tanah makam ayahnya)


"Pulang ayah... ayo pulang bersama ibu juga, Aya sangat merindukan kalian berdua. (ucap Aya lagi dalam tangisannya)


Kilatan dan juga suara petir mulai terdengar, dan tidak lama hujan pun turun dengan sangat lebat.


Aya masih berada di makam kedua orang tuanya, Aya tidak henti-hentinya memeluk tanah makam ayah dan ibunya secara bergantian.


Aya saat ini memeluk makam ibunya, Aya memejamkan matanya, Aya terlihat sangat lemah, tubuhnya mulai menggigil karena tubuhnya sudah basah oleh air hujan.


Di sisi lain


Sebelum hujan


Asha tidak henti-hentinya mondar-mandir di depan pintu rumahnya, Asha sangat khawatir terhadap Aya, sejak sampai di rumah Asha merasa tidak tenang, pikirannya selalu tertuju kepada Aya yang tinggal sendiri di makam.


Walaupun ayahnya sudah menjelaskan kenapa dia setuju meninggalkan Aya sendiri di makam tetapi Asha masih tetap khawatir.


Asha melihat jarum jam, sudah 30 menit dia meninggalkan Aya sendiri di sana, tetapi Aya belum juga kembali.


"Ayah ibu apa kita kembali aja ke makam sekarang dan kita paksa Aya nya untuk pulang. Asha khawatir Aya kenapa-kenapa di sana. (kata Asha menghampiri ayah dan ibu yang duduk di sofa tamu)


"Iya yah, Asha benar ini sudah 30 minit tapi Aya masih belum kembali juga...! apa gak sebaiknya kita susulin aja yah. (sambung ibu Asha)


"Kita tunggu sebentar lagi, ayah yakin pasti sebentar lagi dia kembali (kata ayah)

__ADS_1


"Tapi yah, di luar itu sudah sangat gelap, dan sebentar lagi akan turun hujan. Atau gak biar Asha sendiri aja yang susul Aya ke sana. (kata Asha)


"Gak usah nak, udah kamu sama ibu di rumah aja. Biar Ayah yang lihat Aya di sana. (kata ayah Asha, lalu berdiri dari duduknya)


Ibu Asha juga berdiri, berlari ke dapur


"Ayah sebentar, bawa ini...! sebentar lagi akan turun hujan (teriak ibu, saat melihat ayah sudah melangkah keluar rumah)


Ayah dan juga Asha melihat ke Sumbar suara.


Asha pun tersenyum melihat ibu yang datang membawa 2 payung di tangan nya.


"Baiklah kalau begitu ayah pergi dulu, kalian berdua tunggu saja di rumah. (kata Ayah, lalu mengambil 2 payung yang di berikan oleh ibu)


Asha dan kedua ibunya menganggukkan kepalanya.


Lalu ayah pun pergi


Tidak lama ayah pergi hujan pun turun, di iringi dengan kilat dan petir. Asha dan ibunya menunggu dengan cemas di rumah.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari tanpa jeda....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Warna Kehidupan Aya" ini ya....


...🥰🥰🥰...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2