
Dengan membawa satu nampan kecil yang berisikan dua gelas air jus jeruk dingin serta potong kue yang di letakkan di dalam piring Aya pun berjalan ke depan dengan berlahan.
Aya meletakkan nampan itu di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidur nya.
"Di minum mas, maaf cuma ada ini. (ujar Aya setelah sedikit menjauh dari meja kecil tempat meletakkan minuman serta makanan untuk Angga)
"Em...(jawab Angga, Lalu langsung mengambil satu gelas, dan meminumnya sedikit, dan kembali meletakkan gelas nya ke tempat semula)
"Duduk lah. (ujar Angga menatap Aya, sambil menarik kursi kecil meja rias Aya yang di temukan oleh Angga)
Aya pun duduk di sana.
Keduanya tiba-tiba saling diam, suasana di dalam kamar itu seperti mencekam, Aya tidak henti-hentinya menggerakkan kaki serta *******-***** jari jemarinya karena rasa gugupnya.
"Apa tidak ada hal yang ingin kamu tanyakan...! (ujar Angga memecah keheningan dari keduanya)
"Ah iya, di mana Ara mas...? (pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Aya, karena dia tidak tahu harus bertanya apa)
"Ara...! Em...di jam segini pastinya dia ada di sekolah. (jawab Angga sambil melihat jam yang melingkar di tangannya)
Aya seketika memutar kepalanya melihat ke arah jam yang menempel di dinding kamar nya. Ya sekarang jam masih menunjukkan pukul 11.00 wib, dan tentunya Ara masih ada di sekolah, karena sekolah biasanya pulang jam satu siang di hari Senin sampai Kamis. kalau hari Jum'at baru sekolah pulang cepat jam 10.00 wib dan hari Sabtu Minggu libur. Sedangkan sekarang baru hari Selasa dan tentunya sekolah akan pulang jam 1 siang.
"Oh...terus, masih jam segini kenapa mas tidak ke kantor...! (seru Aya menatap Angga)
"Saya sengaja tidak masuk kantor karena saya ingin menagih janji dari seseorang. (jawab Angga dengan sindiran)
Aya pun seketika terdiam, jantungnya kembali berdetak kencang karena Aya sangat mengerti dengan apa yang di katakan oleh Angga barusan.
"Kenapa diam...? (tanya Angga)
"Tidak mas, saya tidak diam...! saya cuma tidak ada pertanyaan lagi yang ingin saya tanyakan. (ujar Aya dengan nada suara yang terdengar menahan gugup)
"Baiklah kalau kamu tidak ada lagi yang ingin kamu tanyakan, sekarang giliran saya yang akan bertanya. Apa kamu sudah siap menjawabnya. (ujar Angga menatap sinis ke Aya yang tertunduk dan terlihat tersenyum dengan tipis)
Berlahan Aya mengangkat kepalanya.
"Mau tanya apa mas...! (kata Aya dengan sangat polosnya)
"Pertanyaan saya cukup singkat...! Saya cuma ingin mendengar jawaban dari kamu atas apa yang saya tanyakan beberapa hari yang lalu. (kata Angga)
__ADS_1
Aya kembali tertegun dan tertunduk, karena sejatinya Aya sudah tahu maksud dari kedatangan Angga ke sana. Dan cepat atau lambat Angga pasti akan menanyakan itu.
"Sebelumnya saya mohon maaf mas, (Aya menarik nafas dalam) Jujur saya belum ada jawaban dari pertanyaan itu. (ucap Aya dengan sangat hati-hati)
Angga menatap Aya, dia tidak langsung menyangkal apa yang di katakan oleh Aya.
Angga menatap jam yang ada di tangan nya. Lalu berkata
"Baiklah akan saya berikan 30 menit tambahan waktu untuk kamu berpikir, saya akan tunggu jawaban dari kamu. Jadi pikirkan lah dari sekarang.
"Tapi...
"Gak ada tapi-tapi (potong Angga dengan cepat) Ingat waktu kamu terus berjalan, jadi pikirkan lah. (ujar Angga, yang masih melihat ke jam tangan nya)
Aya pun diam dia tidak tahu lagi harus berkata apa.
Angga yang duduk di pinggir tempat tidur Aya pun turun, berjalan ke arah pintu lalu membuka sepatu yang di gunakannya, lalu kembali masuk dan duduk di pinggir tempat tidur.
Sedangkan Aya dia hanya melihat dalam diam, tentang apa yang di lakukan oleh Angga.
Aya masih duduk tanpa bergerak di kursi kecil meja riasnya itu, sedangkan Angga saat ini duduk sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur Aya, sambil menikmati potong kue yang di suguhkan oleh Aya tadi serta meminum jus yang juga di suguhkan oleh Aya.
"Mas, maaf sebelumnya...! Saya bukan nya berniat mengusir mas, cuma saya merasa gak enak kalau mas terlalu lama di sini, saya takut pemilik kost akan marah kalau dia tahu ada penghuni kost nya membawa tamu laki-laki masuk ke dalam kamar kost, Jadi Apa mas gak sebaiknya pulang saja dulu, nanti saya akan hubungi mas kalau saya sudah mendapatkan jawabannya. (ujar Aya dengan memberanikan dirinya dengan penuh hati-hati)
"Tapi mas, bagaimana kalau nanti kita di gerebek warga. (kata Aya lagi dengan perasaan takut)
"Apa yang ingin mereka gerebek, kita kan gak ngapa-ngapain. Lagian kalau pun mereka gerebek kita itu akan lebih baik. Jadi kamu gak usah pusing lagi mencari jawaban atas pertanyaan saya. (jelas Angga)
"Maksudnya...? (tanya Aya yang sepertinya tidak mengerti)
"Ya kalau kita kena gerebek pastinya mereka akan minta kita untuk menikah jadi mau tidak mau kita harus menikah saat itu juga. Bukan nya itu bagus. (ujar Angga dan itu membuat Aya seketika bungkam)
Suasana di dalam kamar itu kembali hening tidak ada pembicaraan lagi dari keduanya.
Aya mencuri-curi melihat ke arah Angga yang tampak asyik menikmati kue buatan Aya, yang tanpa dia sadari semua kue pun sudah habis dia makan.
"Mas...(panggil Aya)
"Em...(jawab Angga tanpa menoleh, karena Angga lagi sibuk dengan ponselnya serta masih menggigit potongan kue yang masih ada di tangannya)
__ADS_1
"Mas, saya mau memberikan jawabannya sekarang. (kata Aya lagi)
Angga masih cuek, dia masih tetap sibuk dengan ponselnya.
"Masih banyak waktu, kamu pikirkan saja dulu. Gak usah terlalu buru-buru. (ujar Angga)
"Tapi mas, saya sudah mendapatkan jawabannya. (kata Aya menatap Angga yang masih saja sibuk dengan ponselnya)
"Tunggu saja dulu, waktunya masih lama. (ujar Angga, yang sedikit menoleh ke Aya lalu kembali fokus melihat ke layar ponselnya dan menghabiskan sisa potongan kue yang ada di tangan nya)
Aya menarik nafas dalam
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Saya terima lamaran mas, Ya insyaallah saya mau jadi mamanya Ara. (ucap Aya yang menatap Angga yang tidak menatap ke arahnya)
Angga seketika menoleh ke arah Aya, dia tampak kaget dengan apa yang di dengarnya barusan, ponsel yang di pegangnya pun seketika terjatuh.
Angga membetulkan posisi duduknya, kembali menghadap ke Aya.
"Tunggu, saya rasa saya salah dengar...! maksud kamu...? (tanya Angga yang tidak kuasa melanjutkan kata-katanya dan menatap Aya)
"Ya mas, kamu gak salah dengar. Insyaallah saya terima. (ucap Aya yang juga menatap Angga sejenak dan seketika tatapan itu kembali tertunduk)
"Baiklah, terima kasih karena kamu sudah menerima saya. Dan untuk langkah selanjutnya saya akan kabari kamu secepatnya. Dan untuk sekarang saya mau pamit pulang dulu saya mau ngasih tahu Ara tentang berita gembira ini. (ujar Angga)
"Baiklah mas, hati-hati di jalan. Salam untuk Ara nya ya mas. (kata Aya)
Angga menganggukkan kepalanya, lalu berdiri di duduknya. Tidak lama Angga pun berjalan keluar. Setelah menggunakan kembali sepatu nya. Angga berpamitan kepada Aya dan pergi dari sana.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...