Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 34


__ADS_3

Hari pun berganti


Jarum jam masih menunjukkan pukul 06.00 wib, tetapi Aya sudah tampak rapi dengan memakai baju kemeja warna putih, rok berwarna hitam dan hijab yang senada dengan warna rok nya.


Hari ini adalah hari pertama Aya bekerja, setelah beberapa hari Aya kesana kemari memasukkan surat lamaran pekerjaan di berbagai tempat..


Pada sore kemarin Aya di hubungi pihak sekolah yang pernah ia masukan surat lamaran pekerjaan di sana, dan Aya di terima bekerja di sana.


Setelah menerima telepon dari pihak sekolah kemarin Aya sudah tidak sabar untuk kesana, berkali-kali Aya melihat jam yang ada di dinding kamarnya, dan Aya merasa jarum jam itu lama berputarnya.


Pada malam hari nya Aya juga beberapa kali membuka tirai jendela kamar, untuk melihat di luar apakah sudah terang atau belum.


Aya sangat antusias dan penuh dengan semangat sejak menerima telepon dari pihak sekolah itu Aya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat bekerja di sana.


Cuaca pagi ini cukup cerah, walaupun matahari belum terlihat sepenuhnya tetapi pancaran sinarnya sudah menerangi bumi.


Pantulan cahaya itu masuk ke dalam kamar kost tempat Aya tinggal saat ini.


Setelah sarapan Aya keluar dari kostnya, memastikan kostnya sudah terkunci dengan benar barulah Aya berangsur berjalan menuju sekolah tempat dia di terima mengajar.


Hari ini adalah hari pertama Aya bekerja jadi Aya tidak mau memberikan kesan yang tidak baik, walaupun pihak sekolah memintanya datang pukul 8 pagi tetapi jam masih menunjukkan pukul 7 pagi Aya sudah berangsur pergi dari kediamannya menuju sekolah.


Sekolahan yang akan di tuju oleh Aya itu sebenarnya sangat lah dekat, tidak akan butuh waktu lama untuk Aya tiba di sana, palingan sekitar 15 menit untuk Aya berjalan kaki untuk sampai di sana.


Tetapi karena semangatnya Aya pun pergi lebih cepat dari jam yang di jadwalkan.


Setiap langkah kakinya Aya mulai membayangkan bagaimana dirinya saat di sana nanti...!


Pikiran Aya berkecamuk, banyak hal yang terlintas di pikirannya saat ini. Kakinya terus melangkah tetapi pikirannya sudah entah kemana. Bahkan Sempat terbesit keraguan serta hal-hal lainnya di pikiran Aya. Membayangkan bagaimana dia nanti di sana.


Aya tersadar dari lamunannya saat sudah berada tepat di depan sekolah yang ditujunya.


Aya melihat ke sekelilingnya dan di sana masih terlihat sangat sepi. Lalu sorotan mata Aya terhenti tepat di pos scurity sekolah. Aya pun tersenyum setelah melihat ada dua orang laki-laki berada di dalam pos itu.


Aya pun berjalan mendekati pos scurity itu. Sesampainya di sana Aya pun sedikit berbincang dengan scurity itu lalu Aya berlalu pergi memasuki kawasan sekolah.

__ADS_1


Aya berjalan sesuai arahan dari scurity tadi.


Sekolahan yang sangat luas, mewah, bersih dan terawat. Itu adalah kesan saat Aya melihat sekolahan itu. Sangat jauh berbeda dengan sekolahan yang ada di desa tempat tinggal Aya, Sekolah tempat Aya mengajar saat berada di kampung.


Aya menghentikan langkahnya saat sudah berada tepat di depan ruangan kepala sekolah, karena Ibuk kepala sekolahnya belum datang jadi Aya pun duduk di bangku yang ada di depan ruangan itu.


Sambil menunggu Aya pun mengisi waktunya dengan menikmati suasana sekolah serta bermain dengan ponselnya.


Cukup lama Aya duduk seorang diri di sana, lalu Aya melihat ada dua orang perempuan yang berjalan ke arahnya yang tentunya Aya tidak mengenali mereka.


Aya berdiri dari duduknya, saat mereka sudah berada di dekatnya Aya pun menyapa keduanya.


Mereka pun juga membalas menyapa Aya.


"Guru baru juga...? (tanya salah seorang perempuan yang memakai jilbab warna hitam)


"Iya kak, kakak berdua...? (Jawab dan tanya Aya kembali)


"Sama kita berdua juga. (ujar perempuan itu lagi)


Ketiganya duduk di bangku yang ada di depan ruangan kepala sekolah itu, lalu ketiganya berkenalan dan berbincang-bincang di sana.


Ibuk kepala sekolah pun mempersilahkan ketiganya untuk masuk kedalam ruangannya.


Aya serta kedua rekannya pun masuk, lalu ketiganya duduk di sofa tamu yang ada di ruangan itu setelah di persilahkan duduk oleh ibuk kepala sekolah.


Ibuk kepala sekolah sedikit memberikan arahan kepada Aya dan kedua rekannya itu, lalu langsung membawa ketiganya untuk berkeliling kawasan sekolah.


Memperkenalkan mereka pada majelis guru, serta penempatan mereka.


Karena masih ada urusan jadi Ibuk kepala sekolah menyerahkan tanggung jawab ketiganya kepada guru kelas di mana mereka di tempatkan.


Aya mengikuti guru kelas tempat di mana dia akan menjadi guru bantu di sana masuk ke dalam kelas, Guru yang biasa di panggil Miss Rina itu menjelaskan apa tugas Aya, Miss Rina cukup ramah tutur katanya sangat lembut.


Karena anak-anak sudah mulai berdatangan, Miss Rina pun membawa Aya untuk menyambut mereka dengan ramah.

__ADS_1


Aya masih terlihat sangat canggung, tetapi walaupun begitu Aya tetap berusaha untuk melakukan sesuai yang di arahkan Miss Rina.


Waktu terus berjalan


Saat ini kelas pun sudah di mulai, Aya membantu Miss Rina memberikan pembelajaran kepada semua anak-anak yang ada di kelasnya.


Belajar sambil bermain, Aya dengan sangat ramah membantu serta membimbing anak-anak.


Seiring waktu Aya pun sudah mulai menikmati perannya, secara berlahan Aya mendekatkan diri dengan anak-anak, mulai menghafal nama anak satu persatu.


Tidak terasa beberapa waktu pun berlalu.


Dan tibalah saatnya anak-anak pulang, Satu persatu orang tua murid menjemput anak mereka. Hingga semua anak pulang semua begitu juga dengan kelas yang lain.


Walaupun semua anak sudah pulang, tetapi Aya dan Miss Rina masih berada di sekolah, mereka belum pulang, karena mereka masih harus menyiapkan pembelajaran untuk anak esok hari.


Setelah semua selesai barulah keduanya pulang.


Aya dan Miss Rina berjalan beriringan sampai kedepan gerbang sekolah, lalu Miss Rina berpamitan kepada Aya karena dia sudah ada yang jemput.


Setelah Miss Rina cukup jauh barulah Aya berangsur berjalan pulang ke kosannya.


Hari yang sangat melelahkan tetapi Aya sangat menikmati pekerjaan barunya, karena pengalaman Aya masih sedikit dan pendidikannya juga tidak tinggi, jadi Aya harus lebih banyak belajar dari para guru senior yang berpengalaman biar Aya bisa mengejar ataupun mengimbangi pengetahuan mereka, seperti yang di katakan oleh kepala sekolah kepadanya saat memberikan pengarahan tadi.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2