Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 79


__ADS_3

Waktu terus saja berjalan, hari demi hari di lewati oleh Aya dengan senyuman dan melakukan aktivitasnya seperti biasa.


Hari ini tepat satu Minggu setelah Aya memberikan jawaban atas lamaran dari Angga papanya Aretha. Dan untuk kelanjutan hubungan mereka, belum ada kabar dari Angga itu sendiri.


Angga dan Aya hanya bertemu beberapa kali di sekolah itu pun saat mengantar serta menjemput Aretha dan keduanya tidak sempat berbicara banyak atau pun membahas kelanjutan hubungan mereka.


Angga terlihat sibuk akhir-akhir ini dengan pekerjaannya. Seperti hari ini, Angga menitipkan Aretha kepada Aya dan sampai malam hari Angga belum juga menjemput Aretha di kediaman Aya.


Angga cuma satu kali menghubungi Aya yaitu pada sore hari, dia cuma mengatakan kalau dia masih sibuk jadi dia belum sempat menjemput Aretha. Aya mengatakan kepada Angga kalau dia masih sibuk biarkan Aretha tidur bersamanya malam ini dan Angga bisa menjemputnya esok hari, karena besok adalah hari libur jadi Aretha juga tidak sekolah.


Saat berbicara lewat ponsel itu Angga menyetujui apa yang di katakan oleh Aya, dan sambungan telepon mereka pun terputus.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aretha sudah tidur dengan pulas di sisi Aya. Aretha sangat bahagia saat Aya mengatakan kepadanya kalau malam papanya tidak bisa menjemputnya jadi dia tidur di sini malam ini.


Aretha sempat melonjak kegirangan saat mendapatkan kabar itu. Bahkan dia sempat memeluk serta mencium Aya berkali-kali.


"Sering-sering aja papa itu sibuk dan tidak bisa jemput ara, jadi Ara bisa sering-sering juga tidur di sini. (ujar Aretha di kala itu)


Aya menatap wajah cantik malaikat kecil yang tengah tertidur lelap di sampingnya. Aya mengusap dengan lembut kening Ara. Aya sangat bahagia bahkan masih tidak menyangka kalau sebentar lagi dia akan menjadi mama sambung anak itu.


"Mama sayang banget sama Ara, mama janji walaupun Ara bukan darah daging mama tapi mama akan menyayangi Ara seperti darah daging mama sendiri. Mama juga berdo'a semoga Ara selalu menyayangi mama seperti sekarang itu sampai kapanpun. Mama berharap semoga mama bisa menjadi mama terbaik untuk Ara. (batin Aya)


Aya mengecup kening Ara, lalu Aya pun mulai menarik selimut untuk menyelimuti tubuh nya. Dan baru saja Aya akan memejamkan matanya tiba-tiba.


Tok...tok...tok...


Terdengar suara ketukan dari pintu kamar kost nya.


Aya seketika langsung membuka matanya, Aya menoleh ke Ara dan untungnya Ara tidak bangun dengan suara ketukan pintu.


"Siapa...! (ujar Aya dari dalam saat sudah turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati pintu)


"Ini saya. (jawab orang yang ada di luar)


Suara yang tidak asing oleh Aya.

__ADS_1


"Sebentar ya mas (ujar Aya lagi)


Aya tahu siapa yang datang bertamu malam-malam ini, walau cuma mendengar suaranya Aya sudah tahu siapa orang yang ada di luar sana.


Aya mengambil jilbabnya secara random di dalam lemari, lalu memasangnya dengan cepat. Setelah itu baru lah Aya membukakan pintu kamarnya.


"Mas Angga...? Kenapa mas datang malam-malam begini...? (tanya Aya saat sudah membuka pintu dan melihat Angga yang berdiri di depan pintu kamar kost nya)


"Saya mau jemput Ara, maaf kalau saya datang terlalu malam, pekerjaan saya baru saja selesai jadi baru kesini sekarang. (jelas Angga)


"Tapi mas, kan tadi saya sudah bilang gak usah jemput Ara malam ini, biarkan dia tidur di sini malam ini bersama saya, besok pagi baru mas jemput dia ke sini. (ujar Aya)


"Ya saya tahu, tapi karena ini belum terlalu larut jadi saya pikir jemput saja Ara nya, lagian kan lebih dekat kesini dari kantor ketimbang langsung pulang ke rumah. (jelas Angga)


"Tapi Ara nya sudah tidur tuh, gak tega mau membangunkannya. (ujar Aya lagi sambil menunjuk ke arah Ara yang sudah tidur dengan lelap)


Angga melangkah ke depan, lalu mengintip ke dalam melihat yang di tunjuk orang Aya.


"Udah mas pulang saja, biarkan Ara tidur di sini. Besok pagi baru mas jemput dia di sini. (kata Aya)


"Baiklah kalau begitu, tapi apa saya boleh masuk sebentar, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepada kamu. (kata Angga menatap Aya yang masih berdiri di ambang pintu)


"Ya sudah mas, masuk lah tapi biarkan pintu nya terbuka ya, saya gak mau nanti jadi bahan gosip sama orang-orang atau langsung di gerebek sama orang-orang. (ujar Aya)


"Ya terserah kamu. (ujar Angga lalu langsung melangkah masuk ke dalam kamar kost Aya setelah dia membuka sepatu yang di gunakan)


Tanpa di persilahkan Angga langsung duduk di sisi tempat tidur Aya di mana di sana ada Aretha sang putri yang lagi tidur dengan sangat pulas.


Sedangkan Aya dia langsung berjalan ke arah dapur mininya.


"Sayang papa, maaf ya papa telat jemputnya. (ujar Angga mengusap lembut kening Ara lalu mengecup nya)


Aya berjalan ke depan dengan membawa satu gelas kopi panas yang di buatkan nya untuk Angga.


"Ini mas, maaf saya cuma ada ini. (ujar Aya sambil memberikan gelas air kopi yang di pegangnya)

__ADS_1


"Ya gak apa-apa, terima kasih (ucap Angga, lalu mengambil gelas kopi yang di berikan oleh Aya)


Angga meneguk sedikit kopi itu, lalu Angga meletakkan gelas air kopi itu di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidur tidak jauh dari nya.


Aya menarik kursi meja riasnya lalu duduk di sana.


"Apa yang ingin mas bicarakan dengan saya...? (tanya Aya)


"Oh itu, masalah pernikahan kita. Saya sudah mempersiapkan segalanya, dan dua hari lagi kita di minta untuk fiting baju oleh salah seorang desainer yang biasa membuat pakaian untuk keluarga kami. (ujar Angga)


"Tunggu mas, dua hari lagi...? Emang kapan acaranya...? Mas gak ada bilang tuh sama saya. (ujar Aya dengan ekspresi kaget nya)


"Ya untuk apa saya bilang, lagian kan semuanya sudah di persiapkan. Kamu itu pengantinnya jadi untuk apa melakukan apa-apa, di mana-mana calon pengantin itu hanya duduk manis aja. (ujar Angga)


"Ok ok saya tahu, tapi bagaimana saya mau duduk manis saja mas kalau acaranya di laksanakan kapan saya tidak tahu. (ujar Aya dengan nada sedikit marah)


"Oh itu, maaf maaf saya lupa ngasih tahu kamu. Saking sibuknya saya di kantor makanya saya lupa ngasih tahu kamu. Kata bik Santi acara kita akan di lakukan di hari Minggu minggu depan, Semua persiapan acara sudah di siapkan oleh bik Santi, dia yang mengatur segalanya. Dan tugas kita berdua hanya fiting baju sama membeli cincin saja dan itu di jadwalkan dua hari lagi. (jelas Angga)


"Minggu depan...! Apa itu tidak terlalu cepat mas. (kaget Aya)


"Kalau kata bik Santi kalau niat baik itu tidak boleh di tunda-tunda harus di segerakan, jadi menurut saya itu lebih baik. Lagian untuk apa kita menundanya lagi, lebih cepat kan lebih baik. (ujar Angga)


Aya terdiam, dia tidak kuasa lagi untuk berkata apa-apa lagi. Dan yang bisa dia lakukan saat sekarang ini hanya lah menurutinya saja, karena semuanya sudah di atur dan sudah di persiapkan.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2