
Di dalam kamar
Setelah membersihkan diri, mengerjakan kewajibannya serta mengisi perutnya dengan sedikit makanan yang dia masak di pagi harinya sebelum berangkat ke sekolah, Aya pun langsung duduk di atas tempat tidurnya.
Aya menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur, mengambil bantal guling lalu memeluknya.
Tatapan mata Aya lurus ke depan.
Dan semua perkataan serta pertanyaan Angga tadi kembali terngiang di telinganya dan berputar di ingatannya.
Bayangan kebersamaannya bersama Ara dari awal bertemu sampai sekarang juga kembali terputar di ingatan Aya, seperti sebuah kaset VCD yang menayangkan kembali semua momennya.
Senyuman di bibir Aya tampak mekar mengenang kebersamaan nya bersama Ara.
Namun senyuman itu tidak bertahan lama, di saat Aya tiba-tiba teringat pertanyaan yang di tanyakan Angga tadi senyuman itu langsung hilang dan isi kepala Aya langsung berkecamuk.
"Ya Allah... jawaban apa yang harus saya berikan...? saya bingung. (ujar Aya dengan suara keras seorang diri)
Aya menoleh ke arah di mana terdapat foto kedua orang tuanya di sana, lalu Aya pun mengambilnya dan langsung memeluk nya sejenak. Aya menatap dalam gambar kedua orang tuanya.
"Ayah, Ibu, di saat seperti ini Aya sangat membutuhkan kalian berdua. Aya bingung Ayah, ibu. Aya gak tahu harus jawab apa, Di satu sisi Aya tidak mau mengecewakan Ara, dan di sisi lain Aya merasa belum siap untuk menikah...! Ayah, ibu... tolong bantu anak mu ini. (Aya mengelus foto kedua orang tuanya itu dan matanya sudah mulai tergenang.)
Aya kembali menatap dalam ke foto itu, hatinya kembali di rundung kerinduan kepada kedua orang tuanya, dan tanpa dia sadari air matanya pun menetes. Aya mengusap foto itu lalu memeluknya dengan erat.
"Aya rindu ayah dan ibu...!
Tangisan Aya pun akhirnya pecah, Aya sampai menangis sesenggukan, suara tangisnya memecahkan keheningan di siang hari di dalam kamar kost nya.
__ADS_1
Hingga ! tanpa di sadari Aya pun terlelap dengan memeluk foto kedua orang tuanya serta dengan posisi yang menyandar di sandaran tempat tidur.
Dalam tidurnya Aya pun masih terisak.
Cukup lama Aya tidur, entah karena capek tubuh atau pikiran yang membuat Aya tertidur dengan begitu pulas saat ini, posisi tidur nya pun sudah berubah dengan sendirinya tanpa dia sadari.
Tint...tint....
Terdengar suara klakson mobil dari luar kamar yang membuat Aya tiba-tiba tersentak serta terbangun dari tidurnya.
Aya memelototkan mata, lalu dengan cepat dia menoleh ke arah jam yang tertempel di dinding tepat di atas televisi yang ada di dalam kamar kost nya itu.
Mata Aya semakin melotot saat melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 5 sore lewat saat ini.
Dengan cepat Aya bangkit dari tidurnya, lalu turun serta langsung berjalan menuju kamar mandi kost yang ada di dapur mini yang ada di dalam kamarnya itu. Aya masuk ke dalam kamar mandi, dengan cepat Aya membersihkan dirinya.
Di sela do'a nya Aya juga meminta petunjuk kepada Allah untuk jawab apa yang harus dia berikan nantinya.
Setelah selesai shalat, dan merapikan perlengkapan shalat nya, Aya pun berjalan menuju dapur mini nya, namun sebelum itu Aya sudah mengecek isi kulkasnya, melihat bahan makanan yang akan dia masak untuk makan malamnya.
Setelah tahu apa yang ingin dia masak Aya pun dengan cepat langsung mengeksekusi bahan makanan itu, dan tidak butuh waktu lama Aya pun selesai membuat menu makan malam sederhananya.
Aya menata makanan yang dia buat di meja kecil yang tidak jauh dari tempat tidur nya, lalu setelah suap Aya pun mulai membersihkan dapur, mencuci piring kotor setelah memasak, setelah dapurnya kembali rapi seperti semula Aya pun kembali kedepan, Aya duduk di dekat meja kecil yang terdapat makanan nya itu, lalu Aya pun menghidupkan televisinya. Sambil melihat acara di televisi Aya pun mulai menyantap makan malamnya, melupakan sejenak masalah yang harus di hadapinya.
Aya makan dengan santai, setelah selesai Aya pun kembali merapikan peralatan makannya, serta mencuci piring kotornya.
Setelah semua nya selesai Aya pun kembali duduk lesehan di lantai kamar sambil menonton acara di televisi.
__ADS_1
Dan tidak terasa langit pun berangsur gelap, Aya menutup tirai jendela kamarnya, lalu mulai melakukan aktivitas malamnya seperti biasa.
Setelah malam semakin larut Aya pun tidur dengan memeluk bantal guling kesayangannya, bantal yang selalu menemani tidurnya.
Di sepertiga malam Aya terbangun lalu Aya pun shalat, serta berdo'a memohon petunjuk dari Allah untuk jawabannya.
Setelah selesai Aya pun kembali tidur, walaupun matanya sangat susah untuk di pejamkan lagi namun Aya berusaha untuk tidur kembali sampai akhirnya Aya pun tertidur dan kembali terbangun di pagi hari karena suara Alarm di ponselnya.
Di pagi hari, Aya kembali melakukan rutinitas seperti biasa nya, setelah mandi dan melakukan kewajibannya Aya pun langsung membuat sarapan paginya, setelah selesai menyantap sarapannya dan bersih-bersih, baru lah Aya bersiap untuk berangkat mengajar ke sekolah.
Beberapa menit kemudian Aya pun sudah terlihat rapi, lalu Aya pun langsung mengambil tasnya yang sudah di siapkan nya dan dia letakkan di atas tempat tidur. Setelah itu Aya pun langsung berjalan dan keluar dari dalam kamar kost nya.
Setelah mengunci pintu kamar nya dan memastikan tidak ada lagi barang bawaannya yang tertinggal Aya pun berangsur berjalan menuju sekolah tempat dia mengajar.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1
...😘😘😘...