Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 28


__ADS_3

Pagi harinya


Seperti biasa, Aya sudah bangun sejak tadi dia juga sudah membersihkan rumah serta membuatkan sarapan untuk dia dan juga Asha.


Asha keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.


"Sha, ayo kita sarapan dulu, saya baru saja selesai membuatnya. (ucap Aya saat melihat Asha keluar dari kamar)


"Ya ai. (Jawab Asha)


Aya menata sarapan untuk mereka di atas karpet yang ada di depan televisi, lalu mereka berdua menyantap makanan itu sampai habis tidak bersisa.


"Udah sha, letakan saja piringnya di situ biar nanti saya yang bereskan. (ucap Aya)


Asha meletakan piring yang ada di tangan di atas piring yang di gunakan Aya.


"Oh ya ai, maaf ya gue gak bisa menemani kamu untuk cari kontrakan atau kamar kost. Karena hari ini gue ada kelas pagi. (ucap Asha)


"Ya sha gak apa-apa, insyaallah saya bisa sendiri. (kata Aya)


"Oh ya sha apa semalam kamu sudah kasih tau kepada om dan tante kalau saya sudah sampai di sini...? (tanya Aya)


"Ya ai udah, dan gue juga sudah jelaskan kepada ayah dan ibu kalau kamu tidak tinggal di sini bersama saya, Alhamdulillah ayah dan ibu mengerti itu. Dan mereka juga pesan kamu harus jaga diri. Maaf ya ai gue gak bisa selalu ada di dekat kamu. (jelas Asha)


"Ya sha gak apa-apa kok, insyaallah saya bisa jaga diri saya sendiri, dan saya juga berharap kamu juga jaga diri baik-baik saja ya. Nanti kalau ponsel saya sudah di perbaiki saya akan kirimkan alamat saya.


"Baiklah ai, kalau begitu gue berangkat ke kampus dulu ya. Oh ya nanti kunci rumah kamu titip di warung kakak depan aja ya.


"Ya sha, hati-hati di jalan (ucap Aya, dan tidak di hiraukan oleh Asha)


Asha pun berlalu pergi.


Aya menggelengkan kepalanya. Karena tidak mau bertambah beban pikiran, Aya pun berusaha mengusir pikiran-pikiran aneh yang melintas di kepalanya.


Aya membawa piring kotornya ke dapur, lalu mencucinya dengan bersih.


Setelah selesai Aya pun mandi lalu bersiap untuk pergi dari sana mencari rumah kontrakan atau kamar kost untuk dia tinggal nanti.


Aya membawa serta kopernya, setelah memastikan rumah terkunci dengan benar Aya pun pergi ke warung depan rumah untuk menitipkan kunci rumah Asha seperti yang di perintahkan oleh Asha.


Aya berjalan ke jalan besar di depan, lalu Aya membeli koran yang tidak sengaja dia lihat di toko foto copy yang tidak jauh dari dia berdiri saat ini.


Aya membuka koran itu, lembar demi lembar di buka oleh Aya, melihat kali aja ada informasi tentang rumah sewa ataupun kamar yang akan di sewakan.


Dan Alhamdulillah, apa yang Aya cari akhirnya bisa dia temukan.


"Sepertinya alamat kost ini tidak begitu jauh dari sini dan lokasinya juga dekat dengan kota dan harganya juga tidak terlalu mahal. Baiklah akan saya coba cek dulu, kalau seandainya sesuai akan saya tempati langsung, dan kalau tidak nanti coba cari yang lain lagi. Masih banyak rekomendasi yang lain. (kata Aya yang berbicara pada dirinya sendiri)


Setelah membulatkan tekadnya, Aya pun memanggil taksi. Aya sengaja naik taksi walaupun sedikit mahal tapi dengan menggunakan taksi bisa langsung mengantarkannya ke alamat yang dia tuju karena Aya belum begitu tau jalan yang mana yang lebih dekat untuk di lalui atau sebagainya.

__ADS_1


Aya masuk ke dalam taksi lalu menyebutkan alamat yang akan dia tuju.


Jalanan cukup macet saat ini karena di jam segini orang-orang pada memulai aktivitasnya.


30 menit kemudian, Taksi yang di tumpangi Aya pun sampai di alamat yang Aya tuju. Aya melihat ke luar kaca mobil, di sana terpampang jelas nama Kost sesuai yang tertera di dalam koran yang dilihat oleh Aya.


(Kost Putri Malik Indah) begitu lah tulisan yang terpampang di gerbang sebelum masuk kost.


Aya turun dari taksi, membawa koper pakaiannya yang sebelumnya dia juga sudah membayar ongkos taksinya.


Aya berjalan ke salah satu warung yang ada di dekat gerbang kost itu.


"Assalamualaikum... permisi buk numpang bertanya (ucap Aya setelah sampai di warung itu dan menghampiri Ibuk-ibuk penjaga warung)


"Wa'alaikumsalam...ya dek mau tanya apa...! (ucap Ibuk warung)


"Ini buk, tadi saya melihat di koran ini (Aya menunjukkan koran yang di pegang ya) Katanya di kost-an ini masih ada yang kosong apakah benar buk. (tanya Aya)


"Oh itu, iya dek masih ada 6 kamar lagi yang kosong. Alhamdulillah kemarin 4 kamar sudah ada yang isi, jadi tinggal 6 kamar lagi yang masih kosong. Apa adek mau lihat-lihat dulu.


"Iya buk, apa boleh...! (ucap Aya)


"Boleh dek, sebentar ya


"Ya buk (jawab Aya)


Ibuk warung pun pergi kebelakang lalu tidak lama dia pun kembali dengan membawa anak perempuan yang di perkirakan umum 4 atau 5 tahun.


"Ya Bu (jawab putrinya)


"Ayo dek. (ajak Ibuk warung)


Aya pun mengikuti langkah kaki Ibuk itu masuk kedalam kawasan kost-an.


Ibuk warung pun membukakan salah satu pintu kamar kost yang masih kosong, lalu dia mengajak Aya masuk kedalamnya dan menjelaskan detail isi kamar yang berukuran lebih kurang 4X5 itu dan di sana juga sudah ada kamar mandi serta dapur kecil yang terpisah dari ukuran kamar.


Kost-an itu cukup luas untuk 1 orang dan kondisi ruangannya pun bersih karena kamar yang di lihat oleh Aya saat ini adalah bangunan baru kost-an itu.


Aya tidak lupa menanyakan harga sewa kost-an itu, dan ibu pemilik warung menjelaskan harganya, baik bangunan yang baru maupun bangunan yang lama. Yang tentunya harganya jauh berbeda.


"Buk apakah saya boleh lihat kamar yang bangun yang lama itu buk...? (tanya Aya)


"Boleh dek, ayo...(ajak si ibuk)


Tidak jauh dari sana, Ibuk warung membukakan pintu kamar kost, lalu Aya masuk kedalam bersamanya.


Kondisinya memang sangat jauh berbeda dan ukurannya pun juga berbeda, di kamar itu hanya ada kamar mandi.


"Kalau yang bangun lama cuma tersisa 1 kamar ini saja dek, tapi kalau kamar yang bangunan baru ada 5 kamar. 3 di lantai atas sana no 12, 13 dan 14 (Ibuk warung sambil menunjuk ke arah kamar) dan ada 2 di bawah. Yang kita lihat tadi no 6, dan satu lagi di ujung depan sana no 1. Kalau sekiranya adek cocok silahkan pilih yang mana. (jelas Ibuk warung)

__ADS_1


Aya menganggukkan kepalanya isyarat mengerti.


"Baiklah buk saya ambil yang bangunan baru saja, tapi apa boleh saya tempati sekarang juga buk. Untuk uang sewanya akan saya bayar kes sekarang juga sampai 3 bulan kedelapan. (ucap Aya)


"Boleh kok dek, boleh kamu tempati sekarang juga. Jadi adek...maaf Ibuk lupa bertanya dengan adek siapa...?


"Panggil saja Aya buk, Ibuk sendiri maaf dengan Ibuk siap...m (jawab dan tanya Aya)


"Panggil saja Ibuk Narsih dek, suami Ibuk mang Asep, baiklah adek Aya mau ambil kamar yang no berapa jadi nya...? Mau yang di atas atau di bawah saja...? (tanya Ibuk Narsih)


"Saya ambil yang di bawah aja buk, saya mau yang ujung depan, tapi apa boleh saya lihat dalamnya dulu buk...! (ucap Aya)


"Boleh, Ayo.


Keduanya pun berjalan ke kamar yang no 1.


"Kalau menurut Ibuk memang lebih bangus yang kamar ini untuk adek, kamarnya ukurannya sama dengan yang tadi, cuma yang ini kamar mandi serta dapurnya ada sekatan ada tembok pemisah dari letak tempat tidur. Ayo masuk coba kita lihat. (ucap Ibuk Narsih)


Mereka pun masuk setelah pintu kamar terbuka.


"Benarkan yang Ibuk bilang, awalnya pemilik kost-an ini mau buat model yang seperti ini semua yang bangunan barunya tapi pemiliknya lupa memberi tahu kepada tukang, alhasil pas pembangunan terakhir saat pemilik kost-an ini datang cuma tinggal bangunan ini aja yang belum rampung sepenuhnya jadi dia minta buatkan seperti ide awal, makanya hanya satu ruangan ini yang seperti ini (jelas Ibuk Narsih)


"Harga sewanya masih tetap sama kan buk...? (tanya Aya meyakinkan dirinya)


"Ya nak sama kok tenang aja.


"Baiklah buk, saya ambil yang ini saja. (kata Aya) Jadi kost-an ini bukan milik Ibuk. Em maaf buk kalau saya lancang bertanya seperti itu (ucap Aya lagi)


"Ya nak gak apa-apa kok, santai aja. Ya kost-an ini memang bukan punya Ibuk, di sini Ibuk dan suami hanya menjaganya. suami Ibuk di tugaskan oleh yang punya untuk menjaga serta membersihkan kost-an di sini. Selain kami menjaga semua kost-an ini kami juga di bolehkah buka warung di sini, jadi untuk menambah penghasilan Ibuk buka warung kecil-kecilan. Rumah yang kami tempati itu juga milik yang punya kost, Alhamdulillah pemiliknya sangat baik nak. (cerita Ibuk Narsih)


Cukup lama Ibuk Narsih dan Aya saling berbagi cerita di sana. Sampai akhirnya Ibuk Narsih pun pamit pergi kepada Aya.


Sebelumnya Aya juga sudah membayar uang sewanya untuk 3 bulan kedelapan, lalu Ibuk Narsih memberikan kunci kamarnya kepada Aya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari tanpa jeda....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Warna Kehidupan Aya" ini ya....


...🥰🥰🥰...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2