Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 63


__ADS_3

Beberapa hari pun berlalu


Hampir setiap hari sepulang dari sekolah Aretha bermain dulu di kosan Aya kecuali di saat Aya ada kuliah dan pada sore hari nya sepulang dari kantor Angga menjemput Aretha di kosan Aya.


Bik Santi selalu menyiapkan pakaian ganti untuk Aretha setiap kali Aretha ingin bermain di tempat Aya saat dia sudah pulang sekolah.


Angga awalnya melarang putrinya namun apalah daya Angga akhirnya mengalah karena Aretha memakai jurus jitu nya yaitu menangis dan ngambek dan pada akhirnya Angga hanya bisa menuruti keinginan putrinya itu.


Aya sendiri tidak pernah merasa kebenaran saat Aretha ingin bermain dan tinggal sementara dengan nya, karena semenjak kehadiran Aretha hidup Aya juga semakin berwarna.


Dulu sebelum ada Aretha yang mengikut pulang bersama nya Aya selalu menghabiskan waktu hanya seorang diri di kost-an, namun sekarang Aretha ada untuk menemaninya walaupun beberapa jam saja. Di saat tidur siang pun Aya juga sudah memiliki teman dan tidak sendirian lagi.


Aya baru saja selesai memandikan Aretha, dan keduanya berjalan ke depan untuk berpakaian.


Dengan dililit handuk yang biasa di gunakan oleh Aya Aretha pun naik ke atas tempat tidur, dan Aya mengambil pakaian yang akan di gunakan oleh Aretha yang ada di dalam tas sekolah nya.


Aya mulai memasangkan pakaian kepada Aretha, setelah selesai Aya memberikan bedak dan menata rambut Aretha hingga Aretha terlihat semakin cantik dan rapi.


"Sayang...! kamu tunggu di sini baik-baik ya, Miss mau mandi dulu. Ingat jangan kemana-mana. ok (ujar Aya kepada Aretha)


"Ok Miss (jawab Aretha sambil mengacungkan jempolnya kepada Aya)


Setelah membuat kesepakatan itu, Aya pun pergi kebelakang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan Aretha, dia hanya berdiam diri di atas tempat tidur sambil bersila dan menonton acara di televisi yang sengaja di hidupkan oleh Aya.


Aretha sangat serius melihat acara film kartun yang di putar di televisi itu.


Lalu tiba-tiba....


Kring...kring...kring...


Ponsel Aya pun berdering....


Aretha menoleh ke samping di mana di sana ada ponsel Aya. Dengan tangan mungilnya Aretha pun mengambil ponsel itu dan menggeser tanda yang ada di layar ponsel dan meletakkan di telinganya.


📞 " Halo... (kata Aretha)


📞 " Ya halo... Apakah ini benar dengan nomornya Aya...? (tanya orang yang ada di sambungan telepon itu, dan dengan suara yang terdengar kebingungan)


📞 " Ya benar (jawab Aretha singkat)


📞 " Oh... kalau boleh tau ini dengan siapanya ya...?


📞 " Saya Ara Tante (jawab Aretha)


📞 " Ara ini putrinya Aya...? (tanya orang itu lagi)


📞 " Iya Tante. (Jawab Aretha dengan polosnya)


"Putrinya...? Oh ternyata Aya itu sudah menikah, tapi kalau lihat dari gayanya saat kuliah kok seperti kayak masih gadis ya. Ya udah lah mungkin dia nikah muda. (kata hati orang yang ada di sambungan telepon itu)

__ADS_1


📞 " Baiklah Ara sayang...! Apa boleh Tante bicara dengan mama kamu sebentar. Bilang ini dari Tante Dilla, teman mama kamu di kampus. (kata orang yang ada di sambungan telepon itu lagi, ya dia adalah Dilla teman satu kampus dengan Aya)


📞 " Baik, Sebentar ya Tante. (ucap Aretha)


📞 " Ok sayang (kata Dilla)


Aretha turun dari tempat tidur, dan berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dapur mini dalam kamar kost Aya itu, dan secara kebetulan Aya baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Ini ada telpon (ujar Aretha sambil memberikan ponsel yang di pegangnya)


"Telpon...! dari siapa sayang...? dari papa kamu. (ujar Aya, sambil mengambil ponsel yang di berikan oleh Aretha)


Aretha tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya lalu berbalik dan berlari ke arah tempat tidur lagi, dan naik di sana.


Aya melihat kepergian Aretha, lalu Aya pun melihat layar ponselnya, dan di sana hanya terlihat nomor baru dalam sambungan.


📞 " Halo... Assalamualaikum... (ucap Aya setelah meletakkan ponsel di telinganya)


📞 " Wa'alaikumsalam, Aya ini Dilla apa kamu masih ingat, teman satu kelas dengan kamu di kampus. (kata Dilla menjelaskan)


📞 " Oh Dilla, ya Dil ada apa...? (tanya Aya, sambil melangkah menuju tempat tidur nya dan Aya duduk di samping tempat tidur itu)


📞 " Anu Aya, em...apa saya boleh minjam catatan kamu yang kemarin, saya kemarin itu tidak mencatat dengan lengkap, karena buru-buru pulang.


📞 " Oh itu, Boleh kok Dil, besok ya saya bawakan bukunya.


📞 " Baiklah Aya, terima kasih ya. kalau begitu saya tutup dulu ya telponnya. Titip salam ya sama putri kamu.


📞 " Putri...? (tanya Aya yang sedikit bingung)


📞 " Ara... (sambung Aya, yang langsung menoleh ke Aretha)


📞 " Ah iya, Ara. Titip salam ya ay. Ok saya tutup dulu ya. Assalamualaikum...


📞 " Wa'alaikumsalam...


Sambungan pun terputus, Aya meletakkan ponselnya begitu saja di atas tempat tidur.


"Sayang kamu bilang apa sama Tante yang menelpon ini tadi...? (tanya Aya menatap Aretha)


"Bilang apa Miss...? (tanya balik Aretha yang kebingungan)


"Gak ada, udah lah gak penting juga. Oh iya apa Ara lapar...? mau Miss buatkan cemilan...?


"Gak usah Miss Ara masih kenyang kok.


"Baiklah kalau begitu Aya minum susunya dulu ya, sebentar Miss buatkan dulu. (ujar Aya lagi, lalu bangkit dari duduknya setelah mendapatkan anggukan kepala dari Aretha)


Aya mengambil susu yang biasa di minum Aretha di dalam tasnya, lalu membawanya ke dapur. Tidak butuh waktu lama Aya pun kembali ke depan dengan membawa segelas susu di tangan nya.


Aya memberikan gelas yang berisi kan air susu itu kepada Aretha, dan tanpa berkata-kata lagi Aretha langsung meminumnya berlahan hingga habis tidak bersisa setetes pun.

__ADS_1


"Anak pintar (ujar Aya sambil mengelus lembut kepala Aretha lalu mengambil gelas yang di pegang oleh Aretha)


"Kan Ara anaknya Miss makanya pintar (celetuk Aretha)


"Anak...? (tanya Aya bingung)


"Iya anak, kan Miss Aya yang bilang sama om om yang jualan makanan itu kemarin kalau Ara adalah anaknya Miss... (jelas Aretha)


"Oh iya, maaf sayang Miss lupa. (kata Aya dan tersenyum kepada Aretha)


Lalu Aya meletakkan gelas yang di pegang nya di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidurnya.


"Kalau Ara anaknya Miss Aya, itu artinya Ara putrinya Miss Aya kan Miss...? (tanya Aretha yang menatap Aya)


Aya menatap bingung kepada Aretha, Aya tidak kuasa menjawab pertanyaan Aretha dan Aya hanya menganggukkan kepalanya isyarat membenarkan apa yang di tanyakan oleh Aretha.


"Hore...(sorak gembira Aretha, lalu menghambur ke pelukan Aya.)


"Kalau Ara putrinya Miss Aya, jadi sekarang Aya boleh dong panggil Miss mama...? (tanya Aretha lagi yang masih berada di pangkuan Aya)


"Jangan mama sayang...! nanti papa Ara marah loh kalau Ara panggil Miss mama. Panggil Miss aja ya. (kata Aya meyakinkan)


"Gak mau Ara maunya panggil mama aja, kayak teman-teman yang lain, yang memanggil mama kepada mama mereka. (rengek Aretha)


Aya menatap iba kepada Aretha, dan seketika Aya mengingat akan cerita bik Santi beberapa saat lalu yang menceritakan kalau mama kandung Aretha yang pergi meninggalkan Aretha pada saat Aretha masih bayi, dan sampai saat ini Aretha belum pernah merasakan kasih sayang dari mamanya, dan belum pernah bertemu dengan mama kandung nya itu.


Aya mengelus lembut kepala Aretha yang cemberut.


"Sayang kok malah cemberut gini sih, ah jelek kalau Ara cemberut kayak gini. (bujuk Aya)


"Em...(Aretha semakin cemberut dan memalingkan wajahnya ngambek)


"Baiklah, Miss ngalah deh...! Ara boleh panggil Miss apa aja, asal Ara jangan cemberut lagi ya. Sekarang Ara senyum dulu, Miss mau lihat bagaimana senyum anak cantik Miss ini. (bujuk Aya)


Aretha yang mendengar pun seketika ekspresi wajahnya langsung berubah kembali ceria.


"Benaran Miss...? (tanya Aretha menatap Aya)


Aya yang juga menatap Aretha pun menganggukkan kepalanya.


"Hore... Akhirnya Ara punya mama. Terima kasih mama ku yang cantik. (ujar Aretha yang sangat gembira, lalu memeluk serta memberikan ciuman kepada Aya.)


Tanpa mereka berdua sadar ternyata ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka berdua sejak tadi, dan orang itu masih berdiri di luar kamar kost Aya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....

__ADS_1


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


__ADS_2