
Sejak sudah memiliki ponsel baru Aya lebih sering menghubungi kedua orang tuanya. Ayah dan ibu Aya sangat senang karena sudah bisa mendengar suara anaknya setiap hari.
Seperti hari ini
Aya sedang off bekerja, jadi seharian ini Aya hanya di rumah dan tidak ada kemana-mana, setelah selesai memasak Aya mengambil ponselnya lalu menghubungi ibunya yang saat ini berada di kampung.
Saat panggilan itu sudah terhubung, Aya tidak hentinya berbicara dan sesekali terdengar suara tawa Aya yang saat ini berada di dalam kamar.
Cukup lama ibu dan anak itu berbicara, banyak hal yang mereka berdua bicarakan. Entah apa yang mereka bicarakan saat ini, hanya mereka berdua lah yang tau.
Aya terpaksa mengakhiri sambungan telepon nya karena ibu kedatangan tamu di rumahnya. Setelah mendengar jawaban salam dari ibu Aya pun mematikan sambungan telepon itu.
Aya meletakkan ponselnya di atas tempat tidur lalu Aya pun berdiri dan berjalan keluar dari kamar, Aya masuk ke dalam kamar mandi, di dalam kamar mandi Aya mencuci tangan, kaki serta wajahnya.
Aya keluar dari dalam kamar mandi meraih handuknya yang tergantung di tembok luar kamar mandi. Aya mengusap wajahnya secara berlahan dengan handuk itu, setelah di pastikan wajahnya sudah cukup kering Aya kembali meletakkan handuk itu di gantungan.
Aya mengambil piring lalu mengisinya dengan makanan yang sudah di masaknya tadi, Aya membawa piring makanan nya ke depan duduk di sana sambil menonton acara di televisi Aya pun mulai menyantap makanan nya.
Sore harinya, Aya yang baru saja selesai mandi berjalan menuju kamarnya, saat ingin melangkah masuk ke dalam kamar setelah membuka pintu kamar terdengar suara Asha yang memanggil sambil mengetuk pintu beberapa kali.
"Asha (ucap Aya sambil melihat ke arah pintu rumah)
Aya berjalan ke dekat pintu, melihat dari balik kaca jendela rumah, untuk memastikan orang yang ada di luar. Aya membukakan pintu, setelah dia memastikan kalau yang ada di luar itu adalah Asha.
Asha pun masuk ke dalam rumah setelah pintu terbuka.
"Asha, apa kamu kelupaan bawa kunci rumah...? (tanya Aya kepada Asha yang sedang meletakan sepatu yang di pakainya)
"Iya aya aku lupa bawanya, untung kamu hari ini ada di rumah kalau tidak terpaksa aku nungguin kamu sampai pulang baru bisa masuk. (kata Asha menatap Aya)
Aya tidak berkata apa-apa lagi dia hanya tersenyum. Asha pun pergi dari sana berjalan menuju kamarnya, begitu juga dengan aya dia juga masuk ke dalam kamar nya.
.
.
.
...Hari berganti hari, bulan pun berganti bulan...
__ADS_1
Tidak terasa 4 bulan pun berlalu, dan artinya 4 bulan sudah Aya berada di kota besar itu, jauh dari kedua orang tua nya.
Walau sudah 4 bulan Aya berada di kota itu, tetapi Hari-hari Aya masih sama. Waktu Aya setiap hari nya hanya di habiskan di rumah dan tempat kerja saja.
Walaupun seperti itu Aya tidak pernah merasa bosan karena Aya selalu bisa mengatasinya dengan hal-hal yang menjadi hobinya seperti memasak dan juga menyanyi.
Jauh dari hatinya yang terdalam sebenarnya Aya sangat merindukan kedua orang tuanya, dia sangat ingin untuk bisa pulang kampung bertemu dengan kedua orang tuanya tetapi karena Aya baru beberapa bulan bekerja dan otomatis Aya belum bisa mengambil libur panjang, di tempat kerja Aya hanya mendapatkan libur 2 kali dalam 1 bulan.
Untuk mengobati rasa rindunya kepada kedua orang tuanya Aya selalu menyempatkan diri menghubungi mereka, dengan mendengar suara ayah dan ibunya itu sudah menjadi obat kerinduan Aya.
Seperti malam ini
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Aya masih saja berbicara dengan ibunya dari sambungan telepon.
📞 (Aya) "Ibu...! Aya kangen banget sama ibu dan ayah. Em... apa sebaiknya Aya pulang kampung saja ya Bu...?
📞 (Ibu) "Aya... sayang... kok ngomongnya seperti itu...? Ada apa nak, gak biasanya kamu berbicara seperti ini, apa di sana kamu ada masalah...? kalau iya coba ceritakan kepada ibu...! ada apa...?
Aya menarik nafasnya lalu menghembuskan secara berlahan, menahan air matanya supaya tidak jatuh, menghilangkan rasa sedih yang teramat di hatinya.
📞 (Aya) "Tidak Bu, Alhamdulillah selama Aya di sini Aya tidak pernah mendapatkan masalah apapun. Aya merasa bahagia di sini, apa lagi di sini Aya juga di kelilingi oleh orang-orang yang baik. Banyak orang yang baik kepada Aya.
📞 (Ibu) "Alhamdulillah syukur lah nak, terus kenapa tiba-tiba kamu bicara ingin pulang...? gak seperti biasanya...? Kenapa nak...? (tanya ibu yang merasa heran)
Ayah yang berbaring di samping ibu yang sejak tadi hanya jadi pendengar anak dan ibu itu berbicara, juga langsung duduk dari berbaring nya.
Ayah menatap ibu yang juga menatapnya, keduanya tampak menunggu jawaban dari putrinya.
📞 (Aya) Aya juga gak tau kenapa Bu. Yang jelas Aya kangen banget sama ibu dan ayah, Aya ingin bertemu ayah dan ibu.
Ayah dan ibu yang mendengar pun tersenyum.
📞 (Ibu) "Nak...! Ayah dan ibu juga kangen banget sama kamu, nanti kalau uang yang di kumpulkan ayah kamu sudah cukup, ayah dan ibu akan kesana mengunjungi kamu.
Ayah mengambil ponsel yang di pegang oleh ibu
📞 (Ayah) "Iya nak, kalau uang kami sudah cukup kami yang akan kesana mengunjungi kamu, ayah tau kamu belum dapat cuti panjang dari tempat kamu bekerja, jadi bagaimana kamu bisa pulang kampung sekarang.
📞 (Aya) "Ayah, iya yah Aya belum dapat cuti panjang dari tempat Aya kerja. Tapi Aya kangen banget sama ayah dan ibu.
__ADS_1
Ayah, memberikan pengertian kepada putri yang, banyak hal yang di sampaikan ayah kepada Aya, ayah juga mengingatkan Aya tentang tujuan pertama nya merantau ke ibu kota.
Dengan penuh kasih sayang ayah memberikan pengertian kepada Aya, sampai akhirnya Aya pun mengikuti.
📞 (Ayah) "Sayang mengertikan sekarang...? Ayah berkata seperti ini bukan karena ayah melarang putri Ayah pulang, jujur ayah senang Aya pulang dan tinggal di kampung lagi berkumpul dengan ayah dan ibu, tetapi ayah cuma khawatir nanti saat Aya sudah di kampung, tiba-tiba Aya ingin kembali lagi ke kota. Kan Aya sendiri yang bilang ke ayah dan ibu kalau mencari kerja di kota itu gak semudah yang Aya bayangkan.
📞 (Aya) Iya ayah, Aya ngerti kok. Maafin Aya ya ayah.
📞 (Ayah) Loh kenapa sayang malah minta maaf...! udah gak apa-apa, ayah bisa mengerti kok.
Ayah, ibu dan Aya masih saling mengobrol, sesekali terdengar tawa di antara mereka bertiga, banyak hal yang mereka bicarakan saat ini. Dan
📞 (Ayah) "Nak, jaga diri kamu baik-baik, selalu ingat pesan-pesan ayah, Maafin ayah dan ibu yang tidak ada di samping kamu.
📞 (Aya) "Ya ayah selalu Aya ingat. Tapi kenapa ayah harus minta maaf, ayah dan ibu memang tidak ada di samping Aya saat ini tetapi ayah dan ibu ada di hati Aya. Ayah dan ibu sangat dekat dengan Aya.
📞 (Ayah) "Syukur lah kalau begitu, nah ini baru putri ayah yang tidak pernah mengeluh tentang apa pun itu. Ya udah ayah tutup dulu telepon nya, ini sudah hampir jam 12 nak kamu harus tidur sekarang.
📞 (Aya) "Baiklah ayah ibu, Aya tidur sekarang. Ayah dan ibu juga tidur ya. Assalamualaikum...
📞 (Ayah dan ibu) "Wa'alaikumsalam sayang...
Sambungan pun terputus, Aya meletakkan ponselnya lalu aya mengambil foto kedua orang tuanya, Aya mencium foto itu, lalu memeluk nya. Aya pun berbaring di kasur tipis nya sambil memeluk foto kedua orang tuanya dan tidak lama Aya pun terlelap.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari tanpa jeda....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Warna Kehidupan Aya" ini ya....
...🥰🥰🥰...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...