Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 23


__ADS_3

Di kuburan


Aya sudah tergeletak tak sadarkan diri di antara makam kedua orang tuanya.


Ayah Asha yang baru sampai di sana langsung berlari saat melihat Aya sudah tergeletak tidak sadarkan diri, ayah Asha memangku tubuh Aya dan memanggil nama untuk menyadarkan Aya.


Karena Aya tetap tidak sadarkan diri ayah Asha pun mengangkat tubuh mungil Aya, membawanya keluar dari makam.


Cukup kuwalahan ayah Asha mengangkat tubuh Aya seorang diri apa lagi saat ini hujan masih sangat deras, karena itu juga membuat ayah Asha juga kesulitan untuk meminta bantuan kepada orang lain.


Saat dia berusaha berteriak meminta tolong suaranya kalah dengan suara hujan yang turun.


Ayah Asha berusaha sekuat tenaga memapah tubuh Aya di tengah hujan lebat itu, berjalan berlahan membawa Aya menuju rumahnya.


Salah seorang warga melihat ayah Asha, Saat melintasi rumahnya, karena rumahnya tidak begitu jauh dari pemakaman, dengan cepat orang itu berlari menghampiri.


"Ini Aya pak...? kenapa dia...? (tanya bapak-bapak itu saat sudah berada di dekat ayah Asha dan membantu memapah tubuh Aya)


"Ya pak, Tadi saat saya mencari dia ke makam untuk membawanya pulang saya menemukan dia sudah pingsan tidak sadarkan diri seperti ini. (jawab ayah Asha, dengan bibir yang mulai gemetar karena menahan dingin air hujan yang membasahi tubuhnya)


"Oh begitu pak, ya udah saya bantu pak. Kita bawa ke mana ini pak...? (tanya si bapak itu lagi)


"Kita bawa ke rumah saya aja pak, nanti di sana baru saya minta istri saya untuk menghubungi dokter di puskesmas kita. (jelas ayah Asha)


"Baiklah, ayo pak (ucap nya)


Mereka pun melanjutkan perjalanan, beberapa orang yang kebetulan juga melihat juga berusaha membantu, ada yang memayungi serta mengikuti dari belakang dan saat sudah sampai di rumah kepala desa (ayah Asha) ada yang berusaha membantu membukakan gerbang rumah.


Asha yang sejak tadi duduk di teras rumah, langsung berdiri dan berlari menghampiri saat melihat ayahnya dan beberapa orang yang masuk di kawasan rumahnya.


"Ayah...kenapa si Aya...? (tanya Asha saat melihat ayahnya yang di bantu 2 orang bapak-bapak memapah tubuh Aya)


"Ayah juga gak tau nak, Saat ayah sampai di makam ayah menemukan Aya sudah pingsan. Udah nanti ya tanya-tanya nya kita bawa Aya masuk dulu. (kata ayah Asha)

__ADS_1


Asha pun menganggukkan kepalanya, lalu dengan cepat mereka pun masuk ke dalam rumah membawa Aya.


Asha memerintahkan untuk membawa Aya masuk ke dalam kamarnya saja, ayah Asha pun menyetujuinya. Mereka meletakan Aya di tempat tidur Asha dan para bapak-bapak itu pun keluar dari dalam kamar.


Asha yang di bantu oleh ibunya mengganti pakaian Aya yang basah. Setelah selesai ibu Asha keluar dari dalam kamar, sedangkan Asha menemani Aya di dalam.


Ibu Asha menghubungi dokter yang ada di puskesmas, meminta mereka untuk datang ke rumahnya. Sesuai dengan yang di katakan oleh suaminya.


Orang-orang yang tadinya membantu ayah Asha juga berpamitan untuk pulang, dan hanya tinggal beberapa orang saja di sana mereka duduk di ruang tamu rumah sambil menunggu dokter datang.


Ayah Asha juga sempat bercerita kepada mereka saat pertama kali dia menemukan Aya di makam tadi. Setelah dia berganti pakaian dan bergabung dengan orang-orang yang ada di ruang tamu rumah.


Tidak butuh waktu lama dokter itu pun datang bersama satu orang perawat, ibu Asha langsung membawa mereka masuk ke dalam kamar Asha.


Dokter sedang memeriksa Aya, lalu memasangkan cairan infus kepada Aya.


Setelah semuanya selesai dokter dan perawat itu keluar dari dalam kamar bersama ibu Asha. Dokter menjelaskan kondisi Aya saat ini kepada ayah Asha dan orang-orang yang ada di sana juga mendengarnya.


"Syukurlah dokter kalau dia baik-baik saja, kita semua sangat cemas tadi. (ucap ibu Asha)


"Baiklah dokter terima kasih banyak. (kata ibu Asha)


Ayah Asha mengantarkan dokter dan perawat ke depan. Setelah mereka pergi ayah Asha kembali masuk dan duduk di sofa.


"Untuk pengajian malam ini bagaimana buk...? (tanya ayah Asha kepada istrinya)


"Semuanya sudah di siapkan yah, untuk makanannya ibu pesan di luar saja. Tadi ibu-ibu ini juga sudah bantu ibu untuk menyimpan gelas serta piring yang akan di butuhkan nanti malam. (jelas ibu Asha)


"Baiklah kalau begitu. (ucap ayah Asha)


Di dalam kamar Aya sudah kembali sadar, dan saat ini dia sedang menangis di pelukan Asha yang di dampingi oleh ibunya dan beberapa ibuk-ibuk yang masih ada di sana.


Asha maupun ibunya berusaha menenangkan Aya, setelah Aya lebih tenang ibu Asha dan para ibuk-ibuk keluar kembali dari sana.

__ADS_1


Asha minta Aya untuk tidur supaya kondisinya lebih baik, di temani oleh Asha akhirnya Aya pun tertidur.


Dengan begitu Aya bisa melupakan sejenak cobaan yang dia alaminya hari ini.


Walaupun sudah tertidur Aya masih tampak tidak tenang, Aya mengigau dalam tidur nya, bahkan Aya juga terisak bahkan terlihat kaget.


Asha menggenggam tangan Aya, Asha berharap dengan begitu dia bisa membuat Aya lebih tenang. Asha sangat kasihan melihat kondisi Aya, walaupun secara fisik Aya terlihat baik-baik saja tetapi secara mental Asha sangat tau Aya sangat terpukul dengan ini semua.


Cobaan yang sangat berat yang di hadapi oleh sahabatnya saat ini, Asha tidak bisa membayangkan kalau seandainya dia berada di posisi Aya saat ini.


Mungkin kalau dia yang berbeda di posisi Aya saat ini dia tidak akan sekuat dan setegar Aya.


Karena kecapean Asha pun juga tertidur di samping Aya, tanpa dia sadari.


Ayah Asha masuk ke dalam kamar, dia berniat untuk mengecek kondisi Aya dan juga melihat putrinya. Karena keduanya terlihat tidur pulas ayah Asha kembali keluar dan menutup pintu kamar dengan perlahan tanpa suara dan dia kembali duduk di sofa ruang tamu, berbincang-bincang dengan orang yang ada di sana.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari tanpa jeda....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Warna Kehidupan Aya" ini ya....


...🥰🥰🥰...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2