Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 24


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu


Asha sedang bersiap untuk kembali ke kota, karena dia harus kembali ke kampus setelah 1 Minggu ini dia minta izin.


Aya kali ini tidak ikut, Asha sudah berusaha membujuknya untuk kembali ke kota tetapi Aya menolaknya, dengan alasan dia tidak mau jauh dari kedua orang tuanya. Dan Aya memutuskan untuk tetap tinggal di kampung.


Untuk sementara Aya tinggal bersama kedua orang tua Asha, karena pasca kebakaran rumah Aya belum di bangun kembali.


Asha berpamitan kepada kedua orang tuanya dan juga Aya setelah berpamitan Asha pun masuk ke dalam mobil yang menjemputnya untuk mengantarkannya ke bandara.


Asha melambaikan tangannya saat mobil itu mulai berjalan. Setelah mobil yang di tumpangi Asha sudah tidak terlihat kedua orang tua Asha dan juga Aya kembali masuk ke dalam rumah.


Aya masuk ke dalam kamar Asha karena dia juga tidur di sana.


Di dalam kamar


Aya duduk di pinggir tempat tidur lalu mengambil foto kedua orang tuanya. Aya menatap foto itu dan mengusapnya. Tanpa dia sadari Air matanya kembali terjauh, lalu Aya pun memeluk foto kedua orang tuanya itu.


Foto itu adalah foto satu-satunya yang di miliki oleh Aya, foto itu adalah foto yang di bawa Aya saat pergi ke kota. Saat pulang Aya sengaja membawa foto itu yang di masukannya di dalam koper.


Tok tok...


"Ai...Aya...! Nak apa kamu di dalam (panggil ibu Asha sambil mengetuk pintu kamar)


"I i i iya Tante, Sebentar (saut Aya dari dalam)

__ADS_1


Dengan cepat Aya mengusap air matanya yang membasahi pipinya, Aya meletakkan kembali foto yang dipegangnya di bawah bantal. Lalu Aya berdiri dan berjalan ke dekat pintu kamar dan membukanya.


"Nak kita makan siang dulu yok, om sudah menunggu tuh di meja makan. (kata ibu Asha setelah melihat Aya)


"Baiklah tante. (ucap Aya)


Aya dan ibu Asha berjalan berdampingan menuju dapur lalu mereka pun duduk di meja makan di mana di sana sudah ada ayah Asha.


Mereka pun mulai makan.


Setelah selesai makan Aya membantu ibu Asha untuk membersihkan meja makan lalu mencuci piring kotor, setelah siap Aya kembali ke depan menyusul ibu Asha yang sudah duluan ke depan.


Hari demi hari di lalui oleh Aya


Aya tidak pernah kemana-mana dia hanya menghabiskan harinya hanya di rumah saja, dan setiap hari Aya selalu meluangkan waktunya untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya.


Aya itu anak yang sangat rajin dalam urusan pekerjaan rumah tangga sangat berbeda dengan putrinya Asha yang hanya suka rebahan dan juga keluyuran, apalagi saat berada di rumah nya yang ada di kampung.


Setiap pagi sarapan sudah terhidang di meja makan dan itu semua di buat oleh Aya, rumah dan juga halaman sudah bersih dan rapi saat ibu Asha keluar dari kamarnya.


Semenjak ada Aya di rumahnya, ibu Asha sangat terbantu dan ibu Asha juga banyak melakukan hal-hal yang tidak bisa dia lakukan saat hanya berdua saja dengan suaminya, karena biasanya untuk urusan rumah selalu dia lakukan sendiri dan itu memakan waktu yang lama saat mengerjakannya, tetapi saat ini hampir semua urusan rumah sudah di kerjakan oleh Aya, otomatis ibu Asha banyak waktu luang, dan dia memanfaatkannya untuk melakukan hal-hal yang sangat ingin dia lakukan selama ini.


Seperti ikut kegiatan senam di pagi hari yang selalu di adakan di kantor desa yang tidak begitu jauh dari rumahnya.


Ibu Asha juga sering ngumpul dengan teman-temannya dan kadang ibu Asha juga ikut sang suami saat sang suami ada pekerjaan di luar kampung.

__ADS_1


Ibu dan juga ayah Asha menganggap Aya seperti anaknya sendiri mereka berdua sangat menyayangi Aya, saat ada perjalanan ke luar kampung ayah maupun ibu Asha selalu membawa oleh-oleh atau hadiah untuk Aya.


Kedua orang tua Asha tidak pernah menganggap kehadiran Aya adalah beban untuk mereka tetapi sebaliknya mereka sangat bersyukur dengan kehadiran Aya.


Aya memang anaknya pendiam sangat jauh berbeda dari Asha, apalagi dengan cobaan yang di hadapi olehnya saat ini, itu semua membutuhkan Aya semakin pendiam dan juga tertutup.


Ibu Asha sudah berusaha untuk mendekatkan diri dengan Aya, tetapi karena Aya anaknya memang pendiam jadinya ibu Asha lah yang harus ekstra mendekatkan diri kepada Aya dan selalu cerewet kepada Aya layaknya kepada anak sendiri.


Bahkan ibu Asha tidak segan-segan menyuruh Aya melakukan ini dan itu layaknya kepada anak sendiri. Itu semua di lakukan oleh ibu Asha supaya Aya lebih dekat kepadanya. Dan tidak menganggapnya seperti orang lain. Dan Aya bisa nyaman tinggal di sana.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari tanpa jeda....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Semoga menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Warna Kehidupan Aya" ini ya....


...🥰🥰🥰...


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2