
Beberapa hari pun berlalu tanpa terasa.
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu baik oleh Angga, Aya dan maupun semua orang yang dekat dengan mereka berdua.
Semua tamu undangan sudah berada di dalam room hotel berbintang tempat akan di adakan nya akad serta resepsi pernikahan Angga dan Aya.
Walaupun tamu undangan mereka tidak begitu banyak dan Aya maunya hanya pesta sederhana saja namun dengan dekorasi pernikahan yang wah membuat pesta pernikahan mereka tampak mewah jauh dari kata sederhana.
Angga sudah duduk di salah kursi tempat di mana akan di langsungnya ijab kabul, dengan pakaian Jas Prangwedana. Busana pengantin pria dengan atasan berupa jas dan rangkaian bunga melati ini menjadi salah satu simbol kebesaran mempelai laki-laki ketika menggelar acara pesta pernikahan bergaya Sunda. Tambahan pernak-pernik lainnya adalah keris perlambang kegagahan.
Selain keris perlambang kegagahan, busana pakaian adat dari Sunda ini juga dilengkapi dengan bando hiasan permata, Boro Sarangka, dan juga ornamen pelengkap lainnya bernama Kawer. Pakaian berwarna putih itu semakin membuat ketampanan Angga semakin terpancar.
Penghulu yang akan menikahkannya serta dua orang saksi pernikahan juga sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan, mas kawin berupa seperangkat alat sholat serta satu set perhiasan dan beberapa nominal uang juga sudah ada di atas meja, terpampang jelas di sana.
Para tamu undangan pun juga sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan, dan bersiap untuk menyaksikan prosesi ijab kabul.
Acara pun dimulai, setelah Aya yang di dampingi oleh Ara putri Angga masuk ke dalam ruangan berjalan menuju tempat yang akan di langsungkan prosesi ijab kabul.
Senada dengan pakaian yang di gunakan Angga Aya juga menggunakan pakaian adat Sunda berwarna senada dengan Angga. Aya terlihat sangat cantik aura nya terpancar membuat semua mata orang yang berada di sana tertuju padanya, dan mengagumi kecantikannya.
Dengan lembut Angga menyambut kedatangan Aya, lalu membantunya untuk duduk di kursi tepat di sampingnya, sedangkan Ara dia juga duduk di kursi tepat di samping bik Santi.
Tidak lama acara ijab kabul pun di mulai, setelah pak penghulu menanyakan ketersediaan keduanya.
Ucapan ijab kabul biasanya diawali dengan membaca bismillah dan istighfar. Tujuannya agar terbebas dari gangguan jin dan setan. Setelah istighfar, wali dari mempelai perempuan akan mengucapkan kalimat berikut: Saudara/Ananda ... (nama pengantin laki-laki) bin ... (nama ayah pengantin laki-laki) Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama ... (nama pengantin perempuan) dengan maskawin nya berupa ..., tunai.
Saya terima nikahnya dan kawinnya ... (nama pengantin perempuan) binti ... (nama ayah pengantin perempuan) dengan maskawin yang tersebut, tunai. Ucapan ijab dari wali perempuan dan kabul dari mempelai laki-laki harus sambung menyambung tanpa putus. Kalau para saksi menganggapnya demikian, mempelai laki-laki dan mempelai perempuan sudah sah menjadi suami istri.
Dan kata "Sah" pun terdengar dengan lantang saat Angga sudah berhenti mengucapkan semua kata-kata kabulnya. Dan itu artinya Angga dan Aya saat ini sudah resmi menjadi suami istri baik menurut agama maupun negara.
Angga terlihat memakaikan cincin di jari manis Aya, begitu juga sebaliknya. Setelah keduanya saling tukar cincin mereka pun menandatangani buku nikah yang di berikan oleh penghulu.
Aya yang sejak tadi terlihat sangat gugup akhirnya bisa bernafas dengan lega, Aya menoleh ke arah Ara lalu tersenyum dan Ara pun membalas dengan senyuman. Ara terlihat sangat bahagia itu semua terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
Acara demi acara pun masih berlangsung, dan kini Angga serta Aya sudah mengganti pakaiannya dan duduk bersanding di pelaminan.
Para tamu undangan semakin ramai berdatangan, ucapan selamat dari para anggota keluarga dekat maupun para tamu undangan di dapat oleh Angga dan Aya, mereka terlihat bergantian memberikan ucapan kepada keduanya, dan tidak jarang dari mereka juga meminta foto bersama.
Asha dan kedua orang tuanya duduk di bangku tamu sedang menikmati hidangan yang di sediakan setelah berfoto bersama dengan kedua mempelai.
"Ibu sangat bahagia melihat Aya yang begitu bahagia hari ini. Ya kan ayah....? (ujar ibu sambil menatap Aya yang berbeda di atas pelaminan, ibu Asha menatapnya dengan tersenyum)
"Ibu gak usah terlalu berlebih-lebihan. (sangkal Asha dengan tatapan sinis)
"Kenapa kamu berkata seperti itu nak. (ujar ayah nya yang ada di sampingnya dan menatap nya)
Ibu juga menatap ke arah Asha.
"Tidak semua yang kita lihat itu sesuai kenyataan.
"Maksud kamu apa nak ibu tidak mengerti...?
"Begini ayah ibu....(Asha menghentikan sejenak ucapan nya) Ayah dan ibu hanya melihat Aya yang sekarang yang ada di hadapan kita, tetapi ayah dan ibu tidak lihat bagaimana Aya di belakang kita...! Saat berada di depan kita memang Aya terlihat bahagia tapi di belakang kita, kita tidak tahu. (jelas Asha)
Ayah dan ibu Asha saling tatap. Lalu keduanya juga serentak menatap Asha.
"Sudah lah ayah dan ibu tidak akan mengerti, ya sudah Asha pamit pulang duluan. (ujar Asha lalu berdiri dari duduknya)
"Kenapa kamu pulang duluan nak...? acara nya saja belum selesai. (ujar ayah memegang tangan Asha untuk mencegahnya pergi)
"Asha ada tugas yang harus Asha kumpulkan besok pagi pagi sekali ayah, kalau gak Asha kerjakan sekarang takut nya tugas Asha itu tidak selesai.
"Tapi nak, apa kata Aya nanti saat melihat kamu tidak ada di sini. (cegah ayah lagi)
"Ayah, ayah katakan saja seperti yang Asha katakan itu kepada Aya saat dia bertanya nanti, Asha yakni dia akan mengerti. (Asha berusaha meyakinkan ayahnya)
"Sudah lah ayah biarkan saja dia pulang duluan. (ujar ibu Asha)
__ADS_1
"Baiklah nak, kamu hati-hati di jalan kabari ayah dan ibu saat kamu sudah sampai dirumah. Ayah dan ibu akan pulang besok jika kamu bisa temui ayah dan ibu hotel ini besok, kami ingin bertemu kamu sebelum kami pulang ke kampung. (jelas ayah)
"Baiklah ayah, lihat besok ya. (ujar Asha lalu berlalu pergi begitu saja meninggalkan ayah dan ibu nya yang masih menatap nya)
Ayah duduk kembali di kursi nya, suasana di sana hening sejenak, ibu Asha menatap tersenyum ke Aya yang ada di atas pelaminan yang saat ini juga melihat ke arah nya. Sedangkan ayah Asha dia terlihat diam dan wajah nya terlihat murung dan sedih seperti ada sesuatu yang tengah dia pikirkan.
"Ada apa ayah...? (tanya ibu saat menyadari perubahan pada suaminya)
"Gak ada apa-apa ibu, ayah cuma sedikit capek. (ujar ayah yang berusaha menyembunyikan mimik wajahnya yang terlihat sedih)
"Apa ayah mau istirahat sekarang...? kalau iya kita kembali ke kamar hotel sekarang, biar ibu pamitan dulu ke Aya.
"Gak usah ibu, kita di sini saja. Insyaallah ayah kuat. Lagian acaranya masih berlangsung. Kasihan Aya nanti dia bisa sedih saat melihat tidak ada anggota keluarga nya di sini.
"Baiklah kalau begitu ayah.
Mereka pun kembali menikmati acara demi acara yang di suguhkan di acara pernikahan itu.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...
__ADS_1