Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 44


__ADS_3

Bik Santi meletakan bayi Aretha yang sudah kembali tertidur itu ke dalam boks tempat tidurnya secara berlahan. Lalu bik Bik Santi berjalan untuk mendekati pintu kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.


Tok...Tok..Tok...


"Nyonya...ini bibik (ujar buik Santi)


Bik Santi tik mendengar jawaban apa pun di dalam sana, Kembali Bik Santi mencoba mengetuk pintu kamar mandi majikannya. Dan hasilnya tetap sama, masih tidak ada jawaban dari dalam, bahkan Bik Santi tidak mendengar suara apapun dari dalam sana.


Rasa khawatir kembali menyelimuti hati Bik Santi, Bik Santi menarik nafasnya lalu membuangnya secara berlahan. Bik Santi memutar pandangannya melihat ke arah boks bayi di mana bayi Aretha tengah tertidur lelap di sana. Bik Santi menatap dengan tatapan kasihan kepada bayi mungil itu.


Lalu Bik Santi kembali mengetuk pintu kamar mandi majikannya itu, dan tidak lupa juga Bik Santi memanggil majikannya itu.Beberapa saat di nantikan oleh Bik Santi, dan hasilnya masih tetap sama, masih tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi itu.


Berlahan Bik Santi meletakan tangannya di gagang pintu kamar mandi itu, karena saat ini rasa khawatir akan majikannya sangat menyesak di hatinya. Bik Santi pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi. Tidak butuh waktu lama pintu kamar mandi pun berhasil terbuka.


"Nyonya, nyonya Lona...Apa nyonya ada di dalam...? (ujar Bik Santi, yang ada di ambang pintu setelah pintu kamar mandi itu terbuka, namun belum terbuka lebar, karena masih tertahan oleh tangannya yang masih memegang gagang pintu kamar mandi itu.)


"Nyonya bibik masuk ya (ujar Bik Santi lagi karena Bik Santi tidak mendengar juga jawaban dari majikannya itu)


Bik Santi melangkah sedikit ke dalam kamar mandi, dan mengintip sedikit di sana. Karena Bik Santi tidak bisa melihat apa-apa di dalam sana, Bik Santi pun melepaskan genggaman tangannya yang masih melekat di gagang pintu kamar mandi itu, Dan membuka lebar pintu kamar mandi.


Bik Santi membelalakkan matanya, karena kaget. Sebab Bik Santi tidak melihat majikannya itu ada di dalam sana.


Tanpa berpikir panjang, Bik Santi masuk kedalam kamar mandi itu, dia melihat setiap sisi kamar mandi untuk mencari majikannya, dan Bik Santi juga mencari sambil memanggil nama majikan perempuannya itu. Bik Santi sudah mencari ke seluruh ruangan kamar mandi yang sangat mewah itu, namun Bik Santi tidak menemukan majikannya itu di sana.


Dengan langkah seribu Bik Santi keluar dari kamar mandi, lalu Bik Santi secara buru-buru mencari majikannya ke setiap ruangan yang ada di dalam rumah, sambil memanggil-manggil majikanya.


Bik Santi sudah mencari ke setiap ruangan rumah yang berlantai 3 itu. Namun BIk Santi tidak menemukan majikannya di mana pun. Bik Santi kembali berjalan menuju kamar majikannya, lalu Bik Santi berinisiatif untuk membuka lemari pakaian yang ada di ruang ganti yang ada di dalam kamar itu.


Bik Santi tampak kaget karena dia melihat tidak ada satupun pakaian majikannya itu bahkan Bik Santi juga tidak menemukan semua barang-barang milik majikan perempuannya itu di dalam kamar ganti itu.

__ADS_1


Bik Santi terlihat sangat panik, dia keluar dari kamar ganti. Bik Santi Santi berjalan ke arah meja di mana terdapat telpon rumah di sana. Bik Santi memang tidak memiliki ponsel jadi kalau dia ingin menghubungi majikannya dia selalu menggunakan telepon yang ada di rumah itu.


Saat ingin mengambil telpon, pandangan Bik Santi teralihkan pada kertas yang ada di atas meja rias. Bik Santi mengurungkan niatnya untuk menelpon dia berjalan ke meja rias itu.


Bik Santi orang yang tidak bersekolah, karena ekonomi keluarga nya yang sulit semasa di kampung jadi dia tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Tetapi walaupun begitu Bik Santi tau huruf maupun angka tapi untuk membaca bik Santi sedikit kesulitan.


Bik Santi melihat keras itu dan sedikit demi sedikit dia membaca huruf yang di cetak besar di kertas itu.


Bik Santi langsung kaget saat baru memahami makna dari tulisan yang baru saja dia eja. Lalu bik Santi juga melihat-lihat dan memegang buku serta satu buah amplop yang juga dia dapat di sana.


Bik Santi sudah bisa menduga dan menebak-nebak kemana majikan perempuannya itu sekarang.


Bik Santi dengan cepat menghampiri telpon yang ada di kamar itu, lalu memencet nomor hp majikan laki-lakinya yaitu Angga. Bik Santi sengaja menghafal nomor ponsel kedua majikannya alasannya untuk memudahkan dia kalau ada apa-apa.


Tut...Tut...Tut...


Cukup lama bik Santi mendengarkan nada dering saat panggilannya sudah masuk.


"Halo...(ujar orang yang ada di sambungan telepon itu, yang tak lain adalah Angga majikan laki-lakinya)


"Ya halo tuan, ini bik Santi... maafkan bibik tuan bibik mengganggu pekerjaan tuan. (ucap bik Santi saat sudah mendengar suara majikannya)


"Ya bik Santi, ada apa...? cepat bicara saya gak punya waktu banyak. (terdengar suara Angga yang sangat tegas seperti biasanya)


"Begini tuan...(bik Santi menghentikan perkataannya, dia tampak sedikit ragu ingin melanjutkan perkataannya)


"Ada apa bik...? (terdengar suara Angga dengan sedikit bentakan)


"Bik Santi cepat lah ngomong, kalau seandainya gak perlu-perlu amat nanti aja di rumah bibik kasih taunya. Kalau begitu saya matikan dulu. (kata Angga lagi)

__ADS_1


"Tunggu... tunggu sebentar tuan (ujar bik Santi dengan cepat sebelum Angga benar-benar menutup telponnya)


"Ada apa lagi sih bik, saya itu lagi sibuk. (ujar Angga dengan suara yang terdengar kesal)


"Nyonya tuan, nyonya...(bik Santi kembali tidak melanjutkan perkataannya)


"Ada apa dengan nyonya bik, apa semuanya baik-baik saja...! (ujar Angga dengan nada suara yang sudah sedikit melunak)


"Tidak tuan, sepertinya nyonya pergi dari rumah. (ujar bik Santi dengan ragu-ragu)


"Apa pergi...? bagaimana maksud bik...? (tanya Angga dengan nada suara yang tampak kaget)


Angga yang saat ini berada di perusahaan papanya langsung spontan berdiri dari duduknya karena kaget dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Iya tuan...***** (Bik Santi mulai menjelaskan semuanya, mulai dari dia mendengar suara tangisan bayi Aretha sampai saat dia menemukan beberapa kertas di atas meja rias dan juga temuan yang lainnya)


Angga yang berada di perusahaannya langsung buru-buru memutuskan sambungan telepon nya, dan dia bergegas pulang, tanpa menghiraukan beberapa staf yang menyapanya saat berpas-pasan.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2