Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 46


__ADS_3

Dua hari setelah kepindahan Angga ke rumah orang tuanya, dan selama dua hari itu juga Angga tidak masuk kerja, di rumah itu Angga di bantu oleh bik Santi seperti di rumah dia sebelumnya.


Bukan hanya mengurusi keperluan rumah tangga bik Santi juga mengurus bayi Aretha itu semua permintaan dari Angga sendiri karena selama dua hari ini Angga terlihat sangat kewalahan dalam menjaga bayi Aretha di tambah lagi di saat malam tiba di mana bik Santi sudah tidak ada di sana, karena bik Santi hanya bekerja dari pagi sampai sore saja dan dia akan pulang ke rumah kontrakannya yang sebenarnya tidak jauh dari rumah Angga yg dulu. Tetapi kalau sekarang rumah kontrakan bik Santi cukup jauh.


Bik Santi berjalan mendekati majikannya yaitu Angga, dimana sekarang Angga sedang duduk sambil bermain dengan putri kecilnya di ruangan keluarga rumah itu.


"Permisi tuan (ujar bik Santi saat sudah berada di dekat Angga dan berdiri tidak jauh dari sana)


"Ya bik Santi ada apa...? (tanya Angga tanpa melihat ke arah bik Santi, karena dia lagi sibuk bermain dengan anaknya tanpa terlihat ada beban pikiran pada dirinya)


"Itu tuan, Bibik mau pamit untuk pulang dulu. Makan malamnya sudah bibik siapkan dan juga pakaian non Aretha juga udah bibik siapkan di kamar, nanti tuan tinggal memandikan nona saja, semua keperluan mandinya juga bibik siapkan. (jelas bik Santi sambil menatap tuanya)


Angga yang sedang menimang-nimang bayi Aretha, seketika terdiam, lalu Angga pun meletakkan bayi Aretha di kursi dorong bayi yang ada di hadapannya.


"Sebentar ya sayang... (ujar Angga pada bayinya, sambil menoel pipinya yang mulai tembam itu)


Angga melihat ke arah bik Santi


"Bik sebentar, saya mau ngomong dulu sama bibik. Bibik silahkan duduk dulu di sana. (ujar Angga lalu menunjuk sofa kosong yang tidak jauh dari bik Santi berdiri sekarang)


Bik Santi menganggukkan kepalanya, lalu tanpa berkata lagi bik Santi pun duduk di salah satu sofa yang di tunjuk oleh Angga tadi.


"Bik Santi, bibik kan sudah cukup lama bekerja dengan saya, apa lagi sepertinya Aretha juga terlihat nyaman bersama bibik. (Angga Menjeda sejenak perkataannya)


"Jujur bik, bukannya saya gak mampu untuk menyewa baby sister untuk merawat Aretha, saya mampu bik, tetapi bibik kan tau bayi Aretha bagi mana, saya takut nanti Aretha tidak akan nyaman bersama orang baru. Saya yakin pasti Aretha tidak akan nyaman bik...! Saya hanya mencemaskan Aretha bik. (Angga kembali Menjeda perkataannya, Angga menarik nafas dalam lalu menghembuskan berlahan, karena rasa sesak memikirkan putrinya)

__ADS_1


"Begini saja bik, bagaimana kalau bibik saja yang menjaga Aretha...? (Tanya Angga)


"Maaf tuan bukannya bibik menolak, cuma bibik kan hanya orang biasa yang tidak berpendidikan, bibik takut nanti bibik tidak bisa maksimal dalam menjaga nona Aretha tuan.( jelas bik Santi sambil menatap manik mata tuannya)


"Ya bik saya tau itu, tetapi sejauh ini saya lihat bibik baik dalam merawat Aretha. (ujar Angga)


"Tapi tuan...(ujar bik Santi, dan tiba-tiba menghentikan perkataannya)


"Begini bik, seseorang yang memiliki pendidikan yang tinggi dan mempunyai segudang pengalaman kalau dianya dalam merawat anak tidak melakukan dengan sepenuh hati itu semua percuma bik, dan begitu juga sebaliknya orang yang tidak berpendidikan tinggi dan tidak memiliki pengalaman tetapi dia merawat anak itu dengan sepenuh hati dan hasilnya akan lebih baik. (jelas Angga)


"Bik Santi, saya itu mencari orang yang bisa merawat putri saya dengan sepenuh hati, putri saja juga nyaman bersama dia, dan saya juga nyaman menitipkan bayi saya dengan dia. Bukan mencari yang lainnya atau pun yang berpendidikan tinggi seperti yang ada di pikiran bibik saat ini. (ujar Angga)


Bik Santi tampak diam dan berpikir.


"Bagaimana bik...? (tanya Angga, menatap manik mata bik Santi yang tampak sedang berpikir keras)


"Dan soal gaji, saya akan tambahkan gaji bibik tiga kali lipat dari biasanya. Tetapi dengan catatan bibik harus tinggal di rumah ini. Bibik bisa menempati kamar yang ada di samping kamar Aretha. Jadi bibik gak usah mengontrak rumah lagi. (tambah Angga lagi l


"Baiklah kalau begitu tuan (jawab bik Santi pada akhirnya, karena banyak pertimbangan yang pada akhirnya dia memutuskan untuk setuju)


"Terima kasih bik, kalau begitu bibik sudah bisa pindah kesini besok (kata Angga)


"Besok tuan...? (tanya bik Santi kaget)


"Ya bik, besok saya akan kirimkan orang untuk membantu bibik membawa barang-barang bibik yang perlu bibik bawa ke sini. Dan untuk yang ngurus pekerjaan rumah tangga besok pagi saya pastikan juga akan ada di sini, bibik hanya perlu membimbing mereka saja. (Jelas Angga lagi)

__ADS_1


"Mereka...? maksudnya tidak hanya satu orang tuan...? (tanya bik Santi yang tampak kaget)


"Tidak bik, saya akan minta 2 orang saja langsung dan saya juga minta, orang yang bisa tinggal di rumah ini, untuk kamar mereka bibik atur saja, karena mengingat rumah yang akan mereka rawat itu sangat besar, jadi gak mungkin saya pekerjakan hanya satu orang saja, dan untuk tugas mereka bibik saja yang mengarahkan, saya percayakan mereka sama bibik, Dan satu lagi pak imang nanti selain dari merawat taman yang ada di rumah ini, saya juga tugaskan untuk menjadi supir pribadi di rumah ini, jadi kalau ada apa-apa dan mau pergi-pergi bibik bisa bawa pak imang, dia tinggal seorang diri di rumah yang ada di taman belakang. (ujar Angga lagi menjelaskan)


"Baiklah tuan, bibik akan jalankan sesuai permintaan tuan (kata bik Santi)


"Ya bik terima kasih, mungkin lusa saya sudah kembali ke perusahaan dan sekarang bibik sudah boleh pulang, oh ya bibik pulangnya minta antarkan pak imang saja. Biar pak imang tau besok pagi dia menjemput bibik dimana. Sebentar saya hubungi dia dulu. (ujar Angga lagi, dan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi pak imang)


"Baiklah kalau begitu bibik permisi pulang dulu ya tuan (pamit bik Santi setelah melihat Angga selesai bicara dengan pak imang dari ponselnya, dan memutuskan sambungannya)


"Ya bik (jawab Angga)


Bik Santi pun berlalu pergi dari sana, dan Angga kembali fokus sama putrinya yang terlihat asyik sendiri bermain di atas kursi bayinya.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2