When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Ungkapan Hati Mario


__ADS_3

"Elo diantar siapa, Sha?" Tanya Mario sambil menjajaki langkah Marsha yang akan masuk ke lift.


"Hai, Yo!" Kata Marsha sambil menoleh ke seseorang yang berjalan di sampingnya.


"Elo tadi sama siapa?" Tanya Mario penasaran.


"Yang mana?" Tanya Marsha.


"Tadi, yang barusan ngantar Lo pakai mobil? tanya Mario.


"Oh, itu si Ardi, dari perusahaan Wisnu Hutama, gue habis meeting di sana!"Jawab Marsha.


"Kok dia bisa ngantar elu sih?" tanya Mario lagi.


" Iya, tadi habis meeting ngajak makan siang bareng di kafe dekat kantor sini, makanya dia sekalian nganterin gue balik ke kantor. " jawab Marsha lagi.


pintu lift terbuka mengantarkan Mario ke lantai ruang kerjanya.


"Sha, pulang kantor gue nyamperin elo ya, lu jangan pulang dulu!" Pinta Mario. Dia segera keluar dari lift dan pintu lift tertutup otomatis Tanpa sempat Marsha untuk menjawab. kemudian lift mengantarkan Marsha menuju lantai ruang kerjanya.


...***...


"Elo tadi kemana sama cewek bar-bar itu?" Tanya Bertrand penasaran. Dia tak sabar menunggu Ardi datang dan menunggu di ruang kerja Ardi.


"Namanya Marsha." Jawab Ardi.


"Ya, siapalah pokoknya!" Kata Bertrand.


"Kok elo kepo banget! Gak suka, tapi mau tau!" Kata Ardi.


"Gue sepupu elo, elo dititipkan kekeluargaan gue. Jadi gue wajib tau elo kemana dan sama siapa. Apa lagi sama cewek itu. Gue gak mau elo dimanfaatin sama dia. Apa lagi tu cewek bukan cewek baik-baik!" Kata Bertrand


"Tumbel elo perhatian dan ngakuin gue sepupu elo. Eh, tapi maksud elo ngatain Marsha bukan cewek baik-baik apa?" Tanya Ardi.


"Dia itu kasar, dan berkali-kali juga gue lihat dia jalan sama cowok yang berbeda." Kata Bertrand.


"Masa sih? Dia sopan, dari penampilan dan bicaranya kelihatan banget dia cewek yang cerdas dan bukan dari keluarga sembarangan.. Mungkin dia jalan bareng teman atau sodaranya." Kata Ardi.


"Awalnya mungkin gitu, tapi dari awal gue ketemu tu cewek, dia nyebelin tau. Gue aja males lihatnya." Kata Bertrand sambil bergidik.


"Elo mah, keserah. Tapi gue suka lihat dia! Awas aja kalau sampai gue tau elo deketin dia diam-diam!" Ancam Ardi.


"Gue? Deketin dia? Elo tau kan tipe gue jauhhh!" Kata Bertrand sombong.


"Ya udah, kalau gitu elu pergi sana! jangan kepo urusan gue sama Marsha!" Usir Ardi.


"Gue udah kasih tau elo ya, jangan salahi gue nanti kalau ada apa-apa!" Kata Bertrand sambil meninggalkan ruang kerja Ardi.


Ardi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Bertrand. Andai elo tau yang sebenarnya Trand! Trand!" Kata Ardi sambil tertawa geli dengan tingkah sepupunya.


...***...


Begitu jam pulang, Mario langsung menghampiri Marsha di lantai atas.

__ADS_1


"Kerjaan elo udah kelar, Sha?" Tanya Mario.


"Iya, udah! Kenapa?"


"Kita ngafe dulu yuk!" Ajak Mario.


"Males ah, emangnya ada apa?"


"Aku mau ngobrol sama kamu!"


"Ya udah di sini aja!" Kata Marsha.


"Sha, Please!!!" Pinta Mario.


Marsha menarik nafas dan menghembuskannya kuat-kuat.


"Ya udah, tapi yang dekat sini aja ya!" Kata ?Marsha.


Mario mengangguk. Dia menunggu Marsha bersiap-siap sambil membantu gadis itu mengemas barang-barangnya.


"Yuk!" Kata Marsha setelah dia selesai merapikan barang-barangnya.


Mario segera menggandeng Marsha keluar dari kantor tersebut.


"Ada apa sih?" Tanya Marsha saat mereka sudah duduk di cafe.


"Tadi kamu bareng siapa?" Tanya Mario lagi.


"Tadi? Kan aku bareng kamu!" Jawab Marsha.


"Ardi? Kenapa sih? Bukannya tadi siang kamu sudah nanya juga?" Tanya Marsha bingung.


"Hmm, Dia siapa kamu?" Tanya Mario lagi.


"Partner kerja di Wisnu Hutama. Memang ada apa sih?" Tanya Marsha.


"Kamu ada sesuatu sama dia?"


"Ini ngomong apa sih?" Tanya Marsha tak mengerti.


"Sha, kamu sama dia ada something spesial?" Tanya Mario.


"Ya, partner kerja, kamu apa sih, suka sama si Ardi? Kok gak berhenti nanyain tu orang."


"Gak, aku sukanya sama kamu!" Kata Mario keceplosan.


"Ha?" Kata Marsha kaget.


Mario tertunduk.


"Gue suka sama elo, dan gue cemburu tiap kali lihat elo dekat sama cowok lain." Kata Mario pelan.


Marsha terdiam mendengarnya, di tatapnya Mario dari atas kepala sampai ujung kaki. Mario, cowok itu berwajah ganteng, berkulit bersih, tubuhnya tinggi, walaupun tidak terlalu atletis. Tapi posturnya ideal. Rambutnya cepak selalu rapi. Secara keseluruhan Mario memang ganteng. Dia juga baik. Dan setau Marsha, dia juga gak pernah neko-neko.

__ADS_1


"Sha, gue mau jadi cowok Lo, elo mau gak jadi cewek gue?" Tanya Mario.


"Tapi, saat ini gue sama sekali belum kepikiran untuk pacaran dan berhubungan serius sama siapapun, Yo! Gue ingin fokus bekerja. Gue udah janji sama keluarga gue untuk gak mikirin hal ini dulu. Elo ngerti kan maksud gue?" Tanya Marsha.


Mario menghela nafas.


"Ya, gue ngerti, maaf kalau gue lancang! Tapi elo masih mau temenan sama gue kan?"


"Pasti! kita tetap temenan. Maaf ya kalau elo kecewa!" Kata Marsha.


"Gak, elo gak salah kok! Tapi nanti pas elo udah siap untuk menjalin hubungan, gue harus jadi orang pertama yang elo kabari!" Kata Mario sambil tertawa. Marsha juga tertawa mendengarnya.


"Makasih ya, udah mau ngerti!" Kata Marsha.


"No Worry!" Kata Mario sambil mengacak pelan rambut Marsha. Dia mengerti akan keinginan gadis itu dan dia bisa melihat jika Marsha bener-bener serius dan fokus dengan pekerjaannya.


...***...


"Kamu dari mana? udah malam baru pulang?" Tanya Andrew, dia duduk di tepi ranjang adiknya.


"Aku jalan sama Mario kak!" Jawab Marsha jujur sambil mengeringkan rambutnya. Dia baru saja selesai mandi.


Andrew tau, adiknya memang pergi bersama Mario, dan dia sempat mengikuti mereka hingga ke depan Cafe.


"Terus?" Tanya Andrew lagi.


"Apa?" Tanya Marsha balik.


"Iya, terus??" Tanya Andrew. Sebenarnya, Marsha paham sekali maksud Andrew apa. Marsha duduk disamping Andrew dan dia menceritakan semuanya ke kakaknya.


"Baguslah, untuk saat ini fokus sama kerjaan, jangan mikir cinta-cintaan dulu. Kakak cuma gak mau fokus kamu terbagi." Kata Andrew sambil mengacak rambut adiknya dengan sayang.


"Hmm, tapi, kalau nanti tiba-tiba aku jatuh cinta gimana kak? Mungkin sekarang aku emang gak punya perasaan apapun sama siapa saja yang dekat dengan aku. Tapi gak tau besok atau lusa. Perasaan kan bisa di tebak kak." Kata Marsha.


"Kakak percayakan semua sama kamu. Kamu pasti bisa mengatasi semuanya. Tenang aja, kamu cantik, baik, pasti banyak yang suka sama kamu. Tapi untuk saat ini, kakak mohon, ikuti saran semuanya, fokus dulu sama kerjaan. Ini juga demi kebaikan kamu." Kata Andrew lagi.


"Terus kakak kapan mikirin mau nikah, usia kakak udah hampir 30 kan? Kakak gak ada suka sama siapa?" Tanya Marsha.


"Jangan mikirin kakak, yang paling penting itu sekarang kamu. Kakak akan menikah jika sudah waktunya." Kata Andrew. Marsha tersenyum mendengarnya. Dia tau, Andrew sangat menyayanginya.


"Kamu sudah makan?" Tanya Andrew lagi.


"Udah kok kak!" Jawab Marsha.


"Ya udah, kalau gitu istirahat dulu. Besok kamu harus kerja lagi." Kata Andrew. Dia akan beranjak, tapi Marsha tiba-tiba memeluknya


"Kenapa?" Tanya Andrew.


"Punya kakak yang perhatian dan baik kaya gini, kayaknya aku gak butuh pacar. Ada kakak yang selalu jadi tempat aku curhat, yang merhatiin aku, dan selalu memastikan aku baik-baik saja. Makasih ya kak." Kata Marsha sambil terus memeluk Andrew.


Andrew tertawa mendengarnya. Dibalasnya pelukan adiknya dengan perasaan sayang.


"Ya sudah, kamu istirahat, sudah malam!" Kata Andrew. Di ciumnya puncak kepala adiknya. Dia melerai pelukannya. Dan segera meninggalkan kamar Marsha.

__ADS_1


...***...


__ADS_2