
"Maaf, Sha, Aku terpaksa bawa kamu kesini, kondisi kamu benar - benar berantakan. Kalo kamu langsung pulang, aku takut papa mama dan kakak kamu khawatir." Kata Rista, saat ini mereka berada di sebuah hotel yang berada di luar kota.
"Tolong jujur, apa kamu sudah tau ini dari awal, Ris? " Tanya Marsha dengan pandangan kosong.
"Maaf, Sha, aku emang udah curiga dari awal, karena itu beberapa kali aku mastiin hubungan kalian sama kamu, sebenernya rencana aku ajak kamu ke apartemen untuk membongkar ini, tapi aku benar-benar gak tau kalo kenyataannya seburuk ini! Aku benar - benar merasa bersalah, aku minta maaf ya Sha!" Ucap Rista menyesal dengan suara yang pelan.
"Apa aja yang sebenarnya kamu tau, Ris? " Tanya Marsha lagi.
"Aku cuma gak sengaja melihat Alvin beberapa kali di cafe dan mall sama cewek itu, Sha. Terus minggu lalu aku juga gak sengaja melihat Alvin di apartemen yang sama dengan aku, bahkan kami tetangga satu lantai. Aku mencoba memantau kedatangan Alvin ke apartemen itu, dan mulai curiga saat Alvin beberapa kali terlihat seperti menginap di sana. Karena itu aku sengaja meminta kamu ke apartemen aku, agar kamu bisa melihat sendiri, aku takut kamu gak percaya kalo hanya mendengar cerita aku saja. Tapi ternyata apa yang kamu lihat jauh lebih buruk lagi, Maaf Sha, harusnya aku cari tau lebih dalam lagi sebelum memberi tahu kamu! " Sesal Rista.
"Ternyata aku yang buruk, aku yang rendahan! aku gak sadar sudah berhubungan dengan suami orang!" Ucap Marsha pelan, kemudian tertawa miris.
Rista benar-benar sedih melihat kondisi sahabatnya yang terlihat hancur. Dia mengusap pelan punggung sahabatnya.
__ADS_1
"Bukan salah kamu Sha, tapi memang Alvin yang bajingan! Dia nikah juga baru kan, karena cewek itu keburu hamil!" Bisik Rista sambil memeluk sahabatnya. Bahu Marsha terlihat berguncang, kemudian terdengar isakan pilu dari bibirnya.
---___---
Sudah 4 hari Marsha dan Rista menginap di hotel. Kini kondisi fisik Rista jauh lebih baik dari kemarin, apalagi saat malam setelah kejadian itu Marsha sempat demam, beruntung kondisinya cepat pulih. Walaupun Rista tau, di hatinya Marsha pasti masih merasa hancur. Selama 4 hari itu juga Marsha bolos kuliah, beruntung sebagian jadwal kuliahnya ada yang di alihkan jadwalnya.
Hari ini, Rista mengantar Marsha pulang ke rumahnya. Wajahnya jauh lebih segar dari kemarin, walaupun masih terlihat sedikit lesu.
"Sha, gue pulang dulu ya, lusa gue udah harus balik ke Paris, tapi kalo ada apa-apa kabarin gue, gue usahain selalu ada buat elo. Ingat pesan gue, elo gak perlu temui Alvin lagi, jangan pernah elo buka blokiran kontaknya si Alvin. Hubungan kalian sudah jelas, semua selesai, tidak perlu ada penjelasan lagi, apa lagi kalo hanya untuk menambah luka elo! " Pesan Rista sebelum pamit dari rumah Marsha. Marsha hanya mengangguk, dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada sahabatnya itu.
---___---
"Karena aku tau banget, sebelumnya Marsha selalu ramah dan bersikap friendly sama siapa aja, dia termasuk gampang memberi kepercayaan sama siapa aja. Marsha itu sebenarnya begitu polos, sampai dia tidak sadar dipermainkan si brengsek Alvin sampai seperti itu!" Kata Rista mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
"Dan Alvin, aku menemui si brengsek itu untuk mendengar semua penjelasan nya, yaa dia emang selingkuh dari Marsha, bahkan sampai ke bablasan hingga membuat cewek selingkuhan nya itu hamil, Alvin harus bertanggung jawab, tapi si pengecut itu tidak menyelesaikan hubungannya dengan Marsha sebelum dia menikah, sehingga Marsha yang menjadi korban di sini! "
Bertrand tercenung mendengar cerita Rista, jadi di balik sikap jutek dan menyebalkan itu, ada luka yang ia sembunyikan.
"Tan, kalo aku boleh tau, perempuan yang bersama kamu... ? "
"Tenang saja, dia tidak akan menjadi penghalang untuk aku dan Marsha! " Jawab Bertrand cepat. Rista tersenyum mendengar dan melihat ekspresi Bertrand.
"Yaa, aku percaya!"Jawab Rista masih dengan senyum nya.
Lalu sepi, Sejenak Rista dan Bertrand tenggelam dengan gilirannya masing-masing.
Rista melirik jam di tangannya. Dia menarik nafas berlahan sebelum kembali mengucapkan sesuatu.
__ADS_1
" Bertrand, Sebagai sahabat Marsha, aku mohon sama kamu, tolong perlakukan Marsha dengan baik, ambil kepercayaannya, rebut hatinya, bagaimanapun dia sah istri kamu, aku bisa lihat kamu lelaki yang baik, walaupun sikap kamu menurut Marsha sangat menyebalkan. Aku pamit dulu." Ucap Rista kemudian menarik diri meninggalkan Bertrand dengan pemikirannya.