When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Efek setengah transparan


__ADS_3

"Hoamm!!" Bertrand menutup mulutnya dengan sebelah punggung tangannya. Di matikannya layar tabletnya yang menyala. Bertrand bangkit dari sofa. Direngganggangkannya pinggangnya dengan bergerak ke kanan dan dan ke kiri sebelum akhirnya masuk ke kamar.


Tapi, saat hendak memutar handel pintu, Bertrand teringat kejadian setengah transparan tadi. Akhirnya Bertrand mengurungkan untuk langsung masuk ke kamar, melainkan mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Tok! tok! Shaaaa!!! elu lagi ngapain didalam??? gue mau masukkk!!!!" Teriak Bertrand.Tak add sahutan. Bertrand mengulang sekali lagi.


"Tok! tok! tok!!!! Shaaaa!! gue mau masuk!! mau tidur!!! dor!! dor!!" Kali ini juga diiringi dengan gedoran.


Marsha yang baru saja tertidur, sayup-sayup mendengar namanya dipanggil, diikuti gedoran-gedoran yang berisik akhirnya terbangun.


"Ngapain lagi sih ni orang?! Berisik banget!! Gak tau apa orang baru aja tidur udah di ganggu!!" dumel Marsha sambil bangkit dari tempat tidur menuju pintu.


"Apaan sih, padahal pintu gak di kunci malah teriak teriak! gak tau apa orang lagi tidur" Omel Marsha saat berhadapan dengan Bertrand.


"Yaa mana gue tau elo tidur!! Gue cuma takut elo bukan setengah transparan lagi tapi malah lagi transparan kalo gue main nyelonong masuk!! Gue lagi yang salah gue lagi yang kena!!" balas Bertrand sambil berjalan masuk ke kamar menuju toilet.


Marsha menutup pintu dan kembali ke kasurnya ingin melanjutkan tidurnya yang terputus.


Bertrand keluar dari toilet terkejut saat melihat tumpukan bantal yang ada di kasur. Membuat kasur menjadi sempit.

__ADS_1


"Ini bantal dari mana sebanyak ini!" Protes Bertrand sambil melempar satu persatu bantal ke lantai. Marsha yang baru memejamkan matanya kembali terbangun dan tak terima bantal yang sudah ia susun menjadi pagar batas di buat berantakan oleh Bertrand.


"Eh!! eh!!! ngapain elo buang!!!" Berang Marsha samb turun memungut kembali bantal yang dibuang Bertrand dan menyusunnya seperti semula.


"Elo ngapain pake numpuk bantal di tengah kasur sebanyak itu???! Elo gak lihat tempat tidur bagian gue jadi sempit??" sengit Bertrand.


"Ini pagar batas tauuuu!!!"


"Pagar batas??? elo pikir lagi maen perang-perangan? maen benteng-bentengan??" Tanya Bertrand tak habis pikir dengan kelakuan Marsha.


"Iyaa!!! biar elo gak masuk ke wilayah gue saat gue udah tidur!!! buat jaga-jaga biar elo gak curi-curi kesempatan!!!" jawab Marsha sengit.


"Jangan sok lugu!! pokoknya awas aja kalo udah tidur elo malah merapat sama gue! siap-siap aja kalo elo berani macam!!" ancam Marsha.


"Hei, bocah!!! Siapa juga yang mau macem-macem sama elo??!! elo pikir elo siapa? Kim Kardashian??? iya, kalo bodi bagus, bodi macam bocah juga!!rata!! kecill!! gak nafsu gue!! kalo gue mau macem-macem nih, udah dari tadi juga waktu gue liat elo setengah Transparan!!" Balas Bertrand lagi membuat wajah Marsha memerah dengan ucapan Bertrand ditambah ia harus diingatkan kembali tragedi setengah transparan tadi.


"Eloooo!!!" Tunjuk Marsha kesal. Ia segera berbalik memunggungi Bertrand lalu menarik selimut sampai kepala.Ucapan Bertrand bukan cuma membuatnya malu, tapi juga keki di kata-kataii body bocah.


Bertrand menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah Marsha. Dia mengusap wajahnya sebelum mengmbil posisi tidur berlawanan dengan Marsha.

__ADS_1


***


Sudah hampir satu jam, tapi Bertrand tak juga tertidur. Entah kemana hilangnya rasa kantuknya tadi. Ia mencoba merubah posisi. Tapi tetaplah sama. Bertrand bangun dan bersandar ke tempat tidur. Dilihatnya Marsha yang tertidur pulas dengan posisi yang sudah berubah menghadap ke Bertrand.


Tanpa sadar, Bertrand terus memperhatikan wajah itu. Terlihat tenang dan polos. Beberapa anak rambut jatuh menutupi sebagian wajahnya. Tapi tetap tidak bisa menutupi kecantikan wajahnya.


Diperhatikannya setiap jengkal wajah Marsha. alisnya yang tebal dan rapi, hidungnya yang kecil sedikit mancung, juga bibirnya yang mungil merona alami. Bertrand menelan ludah. Ingin rasanya diciumnya bibir itu. sangat menggoda meski tanpa lisptik sekalipun.


"Ahh, gue mikir apa sih!" Ucap Bertrand mencoba menepis dikiranya sendiri. Bertrand kembali merebahkan tubuhnya.Mencoba memejamkan matanya. Tapi entah mengapa, bayangan setengah transparan Marsha kini berputar-putar di otaknya. Bertrand Merasakan dadanya berdebar, darahnya terasa mengalir kencang.Bertrand kembali duduk, dilihatnya kembali wajah Marsha.


"Ahh, bibir itu sangat menggoda!!!" lirih Bertrand.


"Ayo, dicicip Bertrand, singkirkan bantal itu!!" separuh dari diri Bertrand berbisik.


"Jangan Bertrand, elo udah janji, laki-laki harus bisa memegang janjinya!" Bisik diri Bertrand yang lain.


"Persetan dengan janji!! dia istri elo, sah!! elo berhak melakukan apapun atas tubuh itu, cepat Bertrand, cium dia, lakukan apa yang elo mau!" Bisik dirinya lagi.


"Aaarghhh!!Sialan!!! kenapa pikiran gue malah kemana-mana gini!!!!" maki Bertrand, dia memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut. Dia bangkit dari tempat tidur. Segera keluar dari kamar untuk menenangkan diri.

__ADS_1


***


__ADS_2