
"Gue dan Marsha udah sahabatan dari SMP. Marsha baik, cantik. Persahabatan kami berlanjut sampai di SMA. Kemana-mana selalu bareng. Bahkan duduk di kelas yang sama hingga kelas 3 SMA.
Tapi semua berubah saat ada seorang siswa baru yang saat itu langsung menjadi idola sekolahan. Wajar sih, karena gue akui dia ganteng, pintar, juga ramah. Awalnya Marsha tidak terlalu peduli dengan kehadiran siswa baru itu. Tapi karena keberadaannya yang selalu tiba-tiba hadir di sekitar Marsha, akhirnya mereka dekat. Gue sama Marsha juga tetap dekat. Sampai akhirnya, Marsha dan Alvin jadian. Tentu saja berimbas ke hubungan gue & Marsha. Intensitas persahabatan kami berkurang, karena Alvin yang selalu memonopoli Marsha. Tapi gue gak papa sih, gue ngerti karena ini juga pertama kali Marsha pacaran.
Mereka jadi couple favorite waktu itu, karena sama-sama cakep. Hubungan mereka terus berlanjut sampai ke Bangku kuliah. Mereka kuliah di universitas yang sama, hanya beda jurusan.
Karena kesibukan kuliah, dan gue yang harus ikut keluarga pindah ke paris, gue dan Marsha menjadi jarang ketemu, hanya ketemu AS gue balik ke indo, tapi kita tidak putus komunikasi. Marsha selalu cerita hubungannya dengan Alvin yang harmonis.
__ADS_1
Sampai suatu hari, saat gue liburan ke indo, gue gak sengaja melihat Alvin berada di suatu cafe yang sama dengan gue bersama seorang perempuan. Gue diam-diam memperhatikan Alvin dengan cewek itu, bahkan sempat mengambil foto keduanya, walaupun dari belakang.
Sampai gue mencoba menconfirm apa yang gue lihat ke Marsha. Marsha bilang Alvin udah izin kalo lagi bareng sepupunya yang dari luar kota. Gue lega, tapi juga aneh, kalo sepupu, kok terlihat mesra sekali perlakuan Alvin ke tuh cewek. Gue coba positif thinking, sama sekali gak ngomong kecurigaan gue ke Marsha. Apa lagi Marsha makin kesini makin bucin banget sepertinya ke Alvin.
Sampai beberapa waktu kemudian, gue kembali melihat Alvin dengan cewek yang sama di pusat perbelanjaan, gue mencoba diam-diam mengikuti dan memperhatikan gerak gerik kedua orang itu. Gue yakin, mereka lebih seperti sepasang kekasih dibanding sepupu. Yah sedekat-dekatnya sama sepupu, yah tetap bisa di bedain lah gayanya dengan kedekatan orang yang pacaran.
Gue melihat Alvin yang baru masuk ke dalam apartemen tuh cewek dan gue tunggu, Alvin sama sekali ga keluar - keluar setelah setengah jam gue tunggu.
__ADS_1
Besoknya, gue lihat Alvin keluar dari Apartemen bersama cewek itu. Gue melihat dari dalam mobil, mereka berpisah dan membawa mobil yang berbeda. Gue bahkan melihat mereka berciuman sebelum berpisah. Gue semakin yakin, Alvin selingkuh di belakang Marsha.
Akhirnya Gue mencoba menelpon Marsha, menanyakan keberadaannya. Dia lagi ada di rumah dan sedang sibuk dengan tugas kuliahnya. Dia juga jarang bertemu Alvin akhir - akhiri ni, tapi sejauh itu dia bilang hubungannya baik - baik saja. Gue merasa Marsha sama sekali gak curiga dengan kelakuan Alvin di belakangnya. Gue juga bingung bagaimana cara memberi tahu kecurigaan Gue ke Marsha.
Sampai akhirnya, sebuah ide melintas, tapi gue harus mencari informasi tentang Alvin dan penghuni apartemen di depan tempat tinggal gue sebelum merencanakan aksi itu.
---____---
__ADS_1