When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Kegusaran Bertrand


__ADS_3

"Ngapain Ardi sok dekatin Marsha seperti itu?" gumam Bertrand.


"Lagi pula kok kayaknya mereka akrab banget?" gumamnya lagi.


"Kok tu cewek bisa-bisanya gak ada juteknya sama sekali, malah ramah banget mukanya sama Ardi, giliran sama gue aja! huh!!!" Dengus Bertrand.


"Mereka ngobrolin apa ya?" Gumam Bertrand. Matanya terus tertuju kepada Ardi dan Marsha yang tengah duduk berdua yang tampak berbicara serius di taman. Dia tak sengaja melewati taman itu, dan melihat Ardi yang menghentikan mobilnya, sebenarnya Bertrand mau turun menghampiri Ardi. Tapi dia terpaksa mengurungkan niatnya saat dilihatnya Ardi ternyata tengah berjalan menghampiri Marsha yang duduk sendiri di taman.


Bertrand terus memperhatikan Ardi dan Marsha. Tak lama dilihatnya Ardi menarik lengan Marsha, membawanya pergi menyeberang jalan.


"Seenaknya aja Ardi ngegandeng tu cewek, mana tu cewek mau aja lagi di gandeng Ardi!!" Gumam Bertrand kesal.Dia terus menatap Marsha dan Ardi


Ardi dan Marsha memasuki sebuah warung bakso yang ramai. Bertrand terus memperhatikan dari dalam mobilnya.


Tampak mereka berbicara dengan pelayan warung, Bercerita, entah apa, tapi terlihat santai, sesekali mereka tertawa bersama.


"Ngapain lagi Ardi pake ngacak-ngacak kepala tu cewek???? sok akrab banget sih!!" dumel Bertrand.


"Model gini yang jadi calon bini gue??!!! gampang banget di ajak cowok lain!" Gerutu Bertrand.


"Huh, ngapain juga gue kesal liat ginian! mending gue pergi, kayak gak ada kerjaan aja!!!" Gerutu Bertrand lagi. Dia memutuskan hendak meninggalkan tempat itu, tapi matanya kembali menoleh ke dua orang yang terus menarik perhatiannya itu. Dia membatalkan niatnya, dan kembali memperhatikan Ardi dan Marsha yang makin terlihat akrab.


...***...


Ardi memesan dua mangkok bakso dan dua gelas es teh. Tak lama pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.


"Kamu tahan pedas gak?" Tanya Ardi.


"Aku doyan pedas!!!" Kata Marsha.


"Yang benar? yuk kita adu pedas!!" Kata Ardi.


Mereka makan bakso dengan menambahkan banyak cabe di mangkoknya. Sesekali Ardi menambahkan sambal ke mangkok Bakso Marsha, tak mau kalah, Marsha menambahkan sambal dua kali lipat ke mangkok Ardi, Ardi tergelak melihat kuah baksonya yang sudah berwarna merah karena sambal. Matanya mulai berair karena kepedasan. Sementara Marsha kuah baksonya sudah berubah gelap karena dia mencampurkan banyak kecap manis ke kuah baksonya. Ardi mengacak gemas puncak kepala Marsha melihat kecurangan gadis itu. Hal yang sering dilakukan Andrew kepada adiknya.


"Kok makan bakso nangis?" Gelak Marsha, menertawakan Ardi. Ardi menambahkan sambal ke bakso Marsha, ayo habisin lagi!!!" Kata Ardi. Marsha menyendokkan baksonya ke mulutnya sambil tertawa sampai membuatnya tersedak. Wajahnya memerah, matanya berair.


"Uhuk!!! uhukkk!" batuk Marsha akibat sedakan itu.

__ADS_1


Ardi dengan cepat memberikan segelas air untuk Marsha, mengusap pelan punggung gadis itu. Marsha meminum es teh yang tadi di pesannya sampai habis.


"Masih mau minum?" Tanya Ardi khawatir. Marsha mengangguk. Diberikannya es miliknya untuk Marsha, kembali Marsha meneguk habis isi gelas.


"Gimana?" udah enakan. Tanya Ardi.


Marsha mengangguk. Mata, hidung dan wajahnya memerah. Ardi tertawa melihatnya.


"Ya udah, makan yang benar, baksonya mau ganti atau gimana?" Tanya Ardi.


"Tambah lagi aja, sayang di buang, lagi pula masih belum kenyang!" Kata Marsha. Selera makannya kembali, dan dia menjadi sangat lapar sore ini. Ardi kembali memesan dua mangkok bakso dan minuman untuk mereka.


"Udah, makan yang benar ya, jangan sampai tersedak lagi." Kata Ardi sambil mengusap lembut puncak kepala Marsha.


...***...


"Gila ya si Ardi, kayak sengaja banget mengambil kesempatan dalam kesempitan!" Ketus Bertrand sambil memukul setir mobilnya. Dia merasa kesal saat melihat Ardi mengusap punggung Marsha saat gadis itu terbatuk-batuk.


Nah, itu ngapain lagi pake kasih gelas yang udah dia minum? Benar-benar ya tu orang!!!" Gerutu Bertrand lagi.


Dia terus menunggu dan melihat apa yang di lakukan Ardi dan Marsha. Sampai ke dua orang itu keluar dari warung. Ardi merangkul Marsha menyeberang jalan dan berjalan menuju mobilnya.


...***...


"Kenyang banget, rasanya udah lama aku gak makan seenak ini!" Kata Marsha sambil menepuk pelan perutnya.


"Karena kamu lagi banyak fikiran, jadi apa-apa gak selera!" Kata Ardi.


"Iya mungkin juga!! Makasih ya buat hari ini!" kata Marsha tulus.


"No worry, sebentar lagi kita bakal jadi keluarga, jadi jangan segan-segan kalau ada apa-apa cerita dan minta tolong sama aku!" Ucap Ardi lagi.


"Keluarga terpaksa!" Cemberut Marsha.


"Hehe, sorry!! jangan manyun gitu dong, gemesin!!" Goda Ardi. Marsha hanya tersenyum mendengarnya.


"Aku antar pulang ya!" ajak Ardi. Marsha berfikir sejenak. Dia menimbang-nimbang dalam hati. Ardi menunggu jawaban Marsha. Di tatapnya gadis itu.

__ADS_1


"Hmm, Oke!" Jawab Marsha. Dipikiran Marsha toh Ardi juga keluarganya Bertrand, dan dia juga ternyata sudah lebih dulu tau siapa Marsha.


"Ayok!" Ajak Ardi, di rangkulnya Marsha keluar dari warung bakso setelah sebelumnya dia membayar pesanan mereka tadi. Ardi membawa Marsha menuju mobilnya. Dan segera mengantar gadis itu pulang ke rumahnya.


...***...


Bertrand mengikuti mobil Ardi dalam jarak aman.


"Sepertinya Ardi mau nganter Marsha pulang!" Pikir Bertrand, karena mobil Ardi menunjukan Arah ke rumah Marsha. Tak memakan waktu lama Ardi dan Marsha tiba di rumah Marsha. Menyusul Bertrand, tapi hanya berhenti di pinggir jalan.


Ardi masuk ke pekarangan rumah Marsha. Dan ternyata Adiwiya sedang berada di teras rumah berbicara dengan sopir keluarga mereka.


Marsha keluar dari mobil, begitu pun Ardi. Kening Adiwijaya berkerut melihat siapa yang datang bersama cucu kesayangannya itu.


"Selamat sore, kek!" Sapa Ardi terlebih dahulu.


"Sore, kamu bukannya Ardian kan?" Kata Adiwijaya.


"Iya kek, benar!" jawab Ardi sambil menyalami tangan Adiwijaya santun.


"Oh iya, kok bisa bareng sama Marsha?"


"Iya, tadi gak sengaja ketemu di taman, dan kita ngobrol sebentar, terus saya antar pulang." Ucap Ardi menjelaskan.


"Oh, begitu! Ya sudah, kamu ajak Ardian masuk dulu, Sha!" Kata Adiwijaya.


"Terima kasih kek, tapi sudah terlalu sore, saya langsung pamit pulang!" Ucap Ardi.


"Oh, ya sudah, lain kali jangan segan-segan mampir, sebentar lagi kita juga akan menjadi 'keluarga'!" Kata Adiwijaya sambil menekan kata keluarga.


Ardi paham maksud Adiwijaya. Dia mengangguk dan segera pamit.


Marsha mengantarkan Ardi kembali ke mobilnya.


"Makasih ya Di, beneran gak masuk?" Tanya Marsha.


"Beneran, udah kelewat sore, aku balik dulu ya!" Kata Ardi. dia memutar mobilnya dan segera meninggalkan kediaman keluarga Adiwijaya tersebut.

__ADS_1


Bertrand yang masih menunggu di pinggir jalan segera mengikuti mobil Ardi meninggalkan tempat itu. Dia sempat melihat dari kejauhan Ardi sempat berbicara dengan sosok yang sepertinya adalah Adiwijaya, karena tidak terlalu jelas untuk Bertrand mengenal wajah orang yang berbicara karena jarak nya yang jauh di pinggir jalan dan pekarangan rumah Marsha yang sangat luas.


...***...


__ADS_2