
Bertrand telah selesai mandi dan berpakaian saat ia keluar dari walk in closet, dan dilihatnya Marsha yang ternyata sudah tertidur di kasur. Padahal tadi gadis itu masih sempat-sempatnya berteriak meminta Bertrand segera mandi dan keluar dari kamar mereka.
Bertrand mencoba mendekat ke arah Marsha, terdengar dengkuran halus, pertanda gadis itu benar-benar tertidur nyenyak. Bertrand tersenyum melihat wajah Marsha yang polos dan benar-benar tenang saat tertidur.
Bertrand mematikan lampu yang ada di kamar, dan menggantinya dengan lampu tidur. Berlahan Bertrand naik ke kasur mengambil posisi disamping Marsha. Sekilas ditatapnya Marsha yang tertidur disebelahnya sebelum ia mengambil posisi memunggungi Marsha dan mencoba memejamkan Mata.
"Ini bukan malam pertama seperti pengantin umumnya!" gumam Bertrand, lalu ia pun tersenyum geli sendiri hingga akhirnya ia pun terlelap menyusul Marsha yang lebih dahulu terlelap.
***
Sayup-sayup Marsha mendengar suara dering ponsel. Kesadarannya belum 100% saat ia mulai mencoba membuka mata.
"Ini dimana? seperti bukan di rumah." gumamnya. Ia mencoba bangun saat dirasakannya kepalanya seperti tidak diatas bantal, melainkan diatas tubuh seseorang, ia merasakan berat di dadanya, saat dilihat sebuah lengan kekar melintang diatasnya. Marsha kaget, secepat kilat ia mengumpulkan kesadarannya dan bangkit dari tidurnya.
"Aaaarrghhh!!!! ngapain elo tidur disini!!!" teriak Marsha sambil mendorong-dorong tubuh Bertrand.
Bertrand yang kaget mendengar teriakan Marsha sontak terbangun. Marsha masih terus mendorong-dorong tubuh Bertrand.
"Sana! sana!!! sana!!!" berisiknya.
__ADS_1
Bertrand sigap menahan tangan Marsha yang terus mendorong-dorongnya.
"Hei!!! Hei!! elu apa-apaan sih??! bisa diam gak!!!" Bertrand gusar karena Marsha tak berhenti terus menerus mencoba mendorongnya.
"Elu ngapain tidur disini? Hah!!! elu diam2 mau ngambil kesempatan kan??!!!"
"Hei!!! ini kamar buat berdua, kasur buat berdua, wajarrr gue mau tidur disini juga, kalo elo gak terima, sana tidur di sofa!!!" Sengit Bertrand sambil menghempaskan tangan Marsha. Dia segera bangun, bangkit dari kasur.
"Tapi gue duluan yang tidur disini!!! jadi ini tempat gue!!!" Bantah Marsha tak mau kalah.
"terserah elo deh!! gue mau mandi, elo siapin sarapan buat gue!" ucap Bertrand santai. Dia masuk ke toilet. Meninggalkan Marsha yang masih kesal di atas kasur.
***
"Huft!! seenak aja tu orang mencuri kesempatan meluk-meluk gue!" Gerutu Marsha sebal.
Marsha segera beranjak dari kasur. Dibukanya tirai jendela dan pintu yang menghubungkan kamarnya dan balkon. Marsha berjalan keujung Balkon. terlihat dari kejauhan puncak gedung-gedung dan bangunan yang tinggi menjulang. Sementara disekitar apartemennya terlihat taman yang hijau. Marsha menghela nafas. Baru satu hari ia menjalani pernikahan kertasnya ya bersama Bertrand. Tapi rasanya emosinya sudah begitu terkuras dengan pria menyebalkan itu.
"Ya elah, ni anak!!! malah bengong disini!" suara Bertrand mengejutkan Marsha yang tengah melamun di balkon.
__ADS_1
"Apa lagi???!! bisa gak sebentar aja gak ngajak ribut??"
"Elu dengar gak tadi gue suruh siapin sarapan??? bukannya masak malah bengong disini!!"
"Enak aja, siapa elu nyuruh gue?!!!" tolak Marsha ketus.
"gue?? ya tentu aja gue suami elo, apa harus diperjelas??!" ejek Bertrand.
"Kalo gue bisa menolak, gak Sudi gue jadi istri elo, lagi pula pernikahan kita cuma pernikahan kertas! jadi jangan pernah elo ngaku-ngaku kalo kita ini suami istri!!" sengit Marsha kesal.
"Oya?? Tapi sayangnya semua orang taunya kita suami istri beneran, gimana dong? atau gue harus ngadu ke kakek lagi biar elo mau siapin sarapan?" Ancam Bertrand sambil meraih ponsel Marsha yang ada di nakas.
"Eh, apa-apaan elo!! sini balikin hape gue!" teriak Marsha sambil setengah berlari masuk ke kamar kembali mengambil ponselnya yang sudah berada di tangan Bertrand.
Bertrand segera mengangkat tangannya yang memegang ponsel tinggi-tinggi agar Marsha tak bisa meraih ponselnya. Marsha sibuk melompat-lompat meraih ponselnya yang diberada di tangan Bertrand.
"Sini, balikin Hape gue atau elu mau gue sikut lagi punya elo???" Ancam Marsha sambil bersiap dengan kuda-kudanya.
dan saat bersamaan, ponsel Marsha pun berbunyi. kembali, panggilan video dari kakek.
__ADS_1
Bertrand segera menggeser tombol hijau di layar ponsel Marsha, membuat Marsha tak bisa berkutik.
***