
"Mbak, Kami berdua sudah janji mau bertemu Mas Reyvan, orangnya ada?" Tanya Bertrand di resepsionis. Butik tempat mama Marsha memesan baju anaknya adalah butik besar dengan brand ternama, Mereka memiliki gedung tiga lantai yang cukup besar, memiliki ruang produksi dan pemasaran sendiri. Mereka memajang hasil produk butik mereka di lantai dasar.
"Maaf, dengan mbak dan mas siapa ya?" Tanya Resepsionis tersebut.
"Saya Bertrand, dan ini Marsha!" Kata Bertrand sambil menunjuk Marsha yang diam dengan wajahnya yang terus di tekuk dari tadi.
"Oh, mbak dan Mas memang sudah di tunggu Mas Reyvan dari tadi. Ini tag visitor tamunya ya, selanjutnya silahkan langsung naik ke lantai tiga ya!" Kata Resepsionis tersebut ramah. Bertrand mengucapkan terima kasih, sementara Marsha hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka berlalu dari meja resepsionis naik ke lantai tiga.
Di lantai tiga, mereka berdua langsung disambut salah seorang asisten Reyvan yang mengantarkan mereka ke ruangan desainer tersebut.
"Wah, selamat datang mas Bertrand dan nona Marsha. Saya sudah menunggu kalian dari tadi loh!" Kata Reyvan ramah dengan gaya sedikit kemayu.
"Ini sudah saya siapkan pesanan baju pengantin yang di minta oleh kedua keluarga, ini saat akad, dan ini untuk resepsi!" Kaya Reyvan sambil menjelaskan panjang lebar setiap detail dari baju yang sudah ia rancang tersebut.
Baju itu sangat elegan dan terkesan mewah, seandainya ini pernikahan yang memang diimpikan Marsha, pasti ia akan sangat senang dan tak sabar untuk mengenakan gaun yang indah itu.
"Sha, ayo!" Tegur Bertrand membuyarkan pikiran Marsha.
"Hah, Apaan?" Tanya Marsha bingung.
"Ini bajunya kita coba bareng-bareng!" Kata Bertrand ketus.
"Apppaaa???! nyoba baju bareng elo??? Najis!" Tolak Marsha seketika.
"CK!!! apaan sih ni anak! otak elo pasti ngeres kan? Maksud gue, elo nyoba di ruang yang itu dan gue di sebelah nya, itu mbaknya udah nungguin elo, bajunya udah di bawa ke kamar ganti!" Kata Bertrand kesal sambil meninggalkan Marsha. Sementara Reyvan hanya tersenyum tipis sambil menganggukan kepala ke arah Marsha dan memberi kode mempersilahkan Marsha untuk segera ke ruang ganti. Walaupun tadi dia sempat kaget dengan suara tinggi Marsha.
"Paling juga ni calon manten stress mikirin pernikahannya!" Batin Reyvan dalam hati.
Marsha masuk ke ruang ganti, dua orang sudah menunggu Marsha untuk mencoba baju pernikahannya. Marsha memejamkan matanya saat mencoba baju tersebut. Asisten Reyvan membantunya mengenakan baju tersebut. Baju itu terlihat sangat pas dan pantas di kenakan oleh Marsha yang cantik berkulit bersih, dan postur tubuh yang ideal.
__ADS_1
"Wah, kok bisa ya bajunya pas banget di mbaknya, padahal awal pesan mbak gak ikut loh ya, bisa banget ukurannya pas kaya gini!" Puji seorang asisten.
Berlahan Marsha membuka mata dan melihat pantulan dirinya di cermin. Asisten itu benar, baju pengantin berwarna putih yang dia kenakan begitu pas di tubuhnya. Marsha juga merasakan jika dia begitu sangat cantik dengan apa yang ia kenakan saat ini.
Seorang asisten yang lain menarik ikat rambut yang ia gunakan untuk mengucir rambutnya. Rambut Marsha segera jatuh ke punggungnya. Membuat ia semakin cantik walau tanpa makeup sekalipun.
"Wah, mbak nya makin kaya putri raja!" Puji asisten itu lagi sambil memandangnya tanpa berkedip.
Marsha tersipu. "Makasih, mba!" Katanya.
"Ayo, kita keluar dulu, biar mas Reyvan bisa lihat apa ada bagian dari bajunya yang harus diperbaiki atau gak." Kata Asisten yang satu lagi sambil membantu Marsha berjalan ke luar dari ruang ganti.
Di luar, tampak Reyvan tengah membenahi pakaian Bertrand. Walaupun Bertrand sedang memunggunginya, Marsha tau itu adalah sosok Bertrand.
Mendengar langkah kaki yang mendekat, Reyvan dan Bertrand segera memandang ke asal suara langkah kaki tersebut. Bertrand seakan membeku beberapa saat, karena ia benar-benar terpesona dengan Marsha yang terlihat begitu elegannya dengan gaun yang ia kenakan meskipun dengan wajah polos tanpa makeup.
"Gimana mas? cantikkan calon pengantinnya?" Kata Mbak asisten yang dari tadi tak henti memuji Marsha.
"Cantik banget! Hah?!, eh apa, mas?" Kata Bertrand kaget sendiri, karena keceplosan memuji Marsha.
"Mbak Marshanya cantikkan dengan bajunya?" Kata Reyvan sambil tersenyum.
"Owh, iya, bajunya cantik!" Ujar Bertrand datar.
Marsha melengos!
"Maaf ya mbak Marsha, kita cek dulu kekurangan kostumnya!" Kata Reyvan, sambil merapikan dan memasang beberapa peniti di baju yang Marsha pake.
"Oke, bajunya cuma perlu sedikit di pasin di bagian punggung dan bahu, agak sedikit longgar, tapi yang lain udah oke! Sama seperti pakaian mas Bertrand, juga di sisi yang sama yang perlu sedikit di rombak.
__ADS_1
"Oiya, Mbak, ini nanti untuk makeup pengantin, mbak Marsha ingin seperti apa? Karena makeup juga diminta langsung kita yang urus, mungkin mbak Marsha ada bayangan atau keinginan yang seperti apa? mau makeup yang bold, flawless atau...!"
"Keserah aja mas, saya buta soal makeup, mana yang cocok di saya!" Potong Marsha.
Reyvan manggut-manggut, Dia meneliti wajah Marsha, wajahnya terlihat bersih dan halus, juga berkarakter, sangat mudah untuk meriasnya. Pikir Reyvan.
Bertrand sesekali melirik Marsha. Mencuri pandang ke arah gadis itu. Tanpa makeup pun, dia sudah sangat memukau dengan gaunnya.
"Oke mbak Marsha,mas Bertrand, sepertinya sudah cukup, bajunya bisa dilepas kembali!" Ujar Reyvan. Marsha dan Bertrand kembali ke ruang ganti, melepas pakaian pangantinnya dan kembali mengenakan pakaian milik mereka tadi. Lalu mereka pamit. Tak lupa Reyvan mendoakan kelancaran acara pernikahan Bertrand dan Marsha yang diamini. kedua orang itu dengan salah tingkah.
"Gue mau langsung pulang!" Kata Marsha saat mereka sudah berada di mobil Bertrand.
"Gak bisa! tadi nyokap elo telpon dan beliau lagi nungguin kita di klinik kecantikan!" Kata Bertrand tanpa menoleh.
"CK! apa lagi sih mama, kaya orang mau kawin beneran aja!" Keluh Marsha pelan tapi tetap terdengar oleh Bertrand. Dalam hati, Bertrand tertawa mendengar ucapan Marsha.
"Siapa juga yang bilang ni kawin main-main? Jelas-jelas pake penghulu juga!" Batin Bertrand sambil melirik Marsha.
"Apa lihat-lihat?" Jutek Marsha.
"****! siapa juga yang ngeliat Lo? gak ada bagus-bagusnya juga yang bisa gue lihat dari elo!!" Kata Bertrand jutek.
"Apa??? gak ada bagus-bagusnya???! elo lupa tadi di butik elo bilang gue cantik!!! sampai salah tingkah kan elo tadi???! dasar muna!!!" Jerit Marsha.
"Enak aja Lo ngatain gue muna!! elo yang ke geer-an, gue muji baju yang elo pake, bukan elo ya! makanya jadi orang jangan terlalu percaya diri!" Kata Bertrand lagi.
"Serah elo dah!! awas aja kalo elo masih melirik-lirik gue!!!" ucap Marsha gusar.
"Dasar ni cewek! Kagak ada manis sama sekali!" Batin Bertrand.
__ADS_1
"Sabar-sabar! gimanapun ni cewek bakal jadi bini gue! jadi gue kudu hati-hati. Batin Bertrand sambil terus melakukan mobilnya menuju klinik yang tadi diinformasikan oleh calon mertuanya.
...***...