
Waktu terus berlalu. Tanpa terasa hari yang di tunggu-tungga tiba. Marsha baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. Perpaduan wajah Marsa dan Bertrand melekat sempurna di wajah bayi mungil mereka.
Bertrand memeluk Marsha yang tengah mencoba mengasihi bayi mereka. Senyum tak berhenti merekah di wajahnya. Perjuangan nya menemani Marsha mengandung akhirnya terbayar. Sebenarnya, Marsha hampir tidak sama sekali mengalami gangguan kehamilan berarti selain morning sickness pada trimester pertama. Marsha tidak pernah mengeluh atau mengalami sakit kaki, pembengkakan, susah tidur, atau apapun yang biasa terjadi pada ibu hamil. Hanya saja, ngidamnya itu yang aneh dan diluar nalar. Dan korbannya , tentu saja Bertrand. Saat memasuki kehamilan bulan ke tiga, Marsha tidak mau makan, kecuali makanan yang di masak sendiri oleh Bertrand. Marsha akan memuntahkan makanan yang dimasak oleh selain Bertrand. Tapi sebaliknya, dia akan makan dengan lahap dan aman jika itu Bertrand sendiri yang memasaknya. Padahal sering kali rasa dan bentuk masakan yang dibuat oleh Bertrand tidak terdefinisi.
Pernah juga Bertrand yang tengah rapat harus buru-buru pulang karena Marsha ingin jalan-jalan ke taman. Its Ok kalo cuma pengen jalan-jalan, yang jadi masalah nya Bertrand harus menemani dengan memakai kostum Winnie the Pooh!!! Hahaha!!! Bisa dibayangkan betapa malu nya Bertrand saat itu.
Pernah juga, malam-malam Marsha ngidam pengen belimbing muda. Bertrand harus kocar-kacir mencari benda itu di tengah malam buta. Bahkan dia harus meminta bantuan anak buahnya di kantor. Beruntung, salah satu stafnya memiliki tanaman itu dan sedang berbuah. Dengan semangat Bertrand menjemput dan mempersembahkan belimbing itu di hadapan Marsha. Marsha menerima belimbing itu dengan suka cita, segera mencuci dan memotong-motongnya. Sementara Bertrand yang melihat hanya bisa meneguk liur memandang buah yang sudah dipastikan masam itu. Apa lagi di makan tengah malam pula.
"Ini! " Kata Marsha sambil menyerahkan piring yang berisi potongan belimbing. Bertrand yang bingung menyambut piring yang diserahkan Marsha.
"Kenapa? Mau disuapin? " Tanya Bertrand. Marsha menggeleng.
"Gak, Mas habisin! " Jawab Marsha enteng.
"Hah??? "
"Iihh, habisin!!! Mas gak paham? " Tanya Marsha sewot.
"I-iyaa! " Ucap Bertrand pasrah. Dengan mata berlinang dan wajah yang tak berbentuk Bertrand dipaksa menghabiskan sepiring belimbing dengan tersenyum di hadapan istrinya yang ngidam itu. Dan masih banyak lagi ulah absurd istrinya itu selama kehamilannya.
---____---
Setelah tiga hari pasca kelahiran putra mereka yang diberi nama Attar Danesh Hutamawijaya Marsha sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya. Kondisi Marsha yang cepat pulih karena proses persalinan normal di tambah dukungan positif dari keluarga besar kedua belah pihak.
"Tidak ada yang ketinggalan kan Mas?" Tanya. Marsha saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Udah semua kok! " Ucap Bertrand. Dia mengambil perlahan bayi yang tengah tertidur lelap tersebut dari gendongan Marsha. Karena mobil yang mereka tumpangi dikemudikan supir pribadi kakek Adiwijaya.
"Loh, Mas, ini arah kemana? bukannya kita sementara nginap di rumah kakek? " Tanya Marsha bingung.
"Iya, tapi aku ada sesuatu yang mau di ambil, jadi kita lewat sini. Gak pa-pa kan biar gak bolak balik? " Tanya Bertrand.
Marsha hanya membalas dengan anggukan. Disandarkannya kepalanya di bahu Bertrand sambil melirik bayinya yang semakin pulas di gendongan Bertrand.
---____---
"Yuk, kita turun dulu." ucap Bertrand saat mereka berhenti di depan rumah yang mewah dan tinggi serta halaman yang luas dan hijau.
"Ini rumah siapa? aku nanti pengen deh punya rumah yang halamannya seluas ini! " Ucap Marsha takjub dengan kondisi sekeliling rumah yang asri dan sejuk di kiri kanan jalan dari pagar masuk rumah ditanami oleh pohon cemara. Bertrand tersenyum mendengar ucapan Marsha.
"Ayo masuk, kita sudah di tunggu! " Ucap Bertrand lagi sambil melangkahkan kaki pada pintu yang sudah terbuka. Marsha mengangguk. Baru beberapa langkah, tiba-tiba sebuah teriakan mengagetkan Marsha.
"Selamat datang di rumah baru, Surprissssse!! "
Tampak di sana Kakek, mama dan papa Marsha juga Bertrand, Andrew, Ardian, om dan Tante serta sepupu Bertrand dan juga Marsha.
"Ya ampun, kok kalian semua juga ada disini? " Tanya Marsha bingung.
"Yaa iya dong, kan kita mau lihat rumah baru kamu dek, sekalian menyambut kalian, juga si kecil! " Jawab Andrew.
"R-rumah baru kamu? maksudnya ini rumah baru aku? " Tanya Marsha bingung.
"Ya udah, kamu jelasin deh sama Marsha, kasian istri kamu kebingungan! biar Attar sama nenda Karisma dulu." Ucap mama Marsha sambil merebut Attar dari tangan Bertrand dan membawa cucu pertama di keluarga besar mereka itu di ke dalam dan meninggalkan Marsha dan Bertrand hanya berdua saja.
"Ini rumah siapa mas? " Tanya Marsha bingung.
Bertrand menarik tangan Marsha agar mendekat. Di genggamnya kedua tangan Marsha.
"Ini rumah kamu, kado dari aku. Aku berusaha mencari tau rumah impian kamu, kata para informan sih kamu sukanya rumah 1 lantai dengan langit-langit yang tinggi biar adem. Suka halaman yang luas dan hijau, ada taman dan kebunnya juga, jadi aku coba bangun. Ayo, aku temani kamu lihat-lihat dulu! " Ajak Bertrand. Di gandengnya lengan Marsha. Menunjukkan ruangan yang ada di dalam rumah. Kamar utama yang luas dan besar lengkap dengan walk in closet dan kamar mandi mewah di dalamnya. Kamar anak dengan arena bermain, juga dua kamar tamu, serta dua kamar ART, ada mushola, home teater, perpustakaan, dua ruang kerja yang berhubungan, satu untuk Bertrand dan satu untuk Marsha, ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur bersih di bagian depan dan dapur kotor di belakangnya, ada ruang berolahraga yang sudah diisi beberapa alat fitness dengan nuansa semi indoor dan outdor, juga kolam renang di sebelahan, yang hanya dipisahkan dinding kaca. Ada taman bunga, green House, pohon buah di bagian belakang rumah, taman bermain outdoor dan gazebo juga.
Marsha memandang takjub, ini jauh melebihi impiannya. Rumah ini benar-benar sempurna dengan tanah yang luas sekali.
"Gimana? Kamu suka? " Tanya Bertrand. Marsha mengangguk. Matanya berkaca-kaca, dipeluknya Bertrand erat.
__ADS_1
"Makasih mas! Makasih! " Isaknya penuh haru.
"Sttt, jangan nangis, nanti cantiknya luntur!" Goda Bertrand.
"Maaf yaa, kemarin-kemarin aku sibuk sampai sering ninggal kan kamu sendiri. Karena aku pengen wujudin ini buat kamu. Maaf juga saat di Paris dan di cafe waktu itu kamu harus liat aku bersama Aline, karena jujur, aku minta bantuan dia buat ngewujudkan ini. Karena Aline seorang arsitek yang aku tau, karyanya gak main-main. Bahkan jasanya sering di pake orang luar buat wujudkan rumah impian mereka. Jadi benar aku gak ada hubungan apa-apa kok sama dia selain temenan." Ucap Bertrand sungguh-sungguh.
Marsha meregangkan pelukannya, ditatapnya Bertrand dalam.
"Aku percaya kok! " Ucapnya sambil memberikan sebuah senyuman yang manis sekali di mata Bertrand.
"Makasih sayang! " Ucap Bertrand. Diberikannya satu kecupannya yang cukup lama untuk Marsha.
"Ehm!" Suara deheman mengagetkan dua orang itu. Segera mereka menjarakkan diri.
"Bagaimana ibu Marsha, bapak Bertrand, semoga puas dengan kerja keras kami! " Ucap Aline yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka.
"Kamu? " Tunjuk Marsha.
"Iya, saya Aline, pihak yang di tunjuk bapak Bertrand untuk membangun rumah ini! " ucap Aline sambil menyodorkan tangan kanannya pada Marsha.
"Marsha! " Ucap Marsha sambil menjabat tangan Aline.
"Udah, gak usah formal! santai aja lin! " Kata Bertrand sambil merangkul pinggang Marsha.
"Iya kak, maaf, kemarin aku salah paham, makasih udah bantu kami mewujudkan rumah ini, aku suka bangettt! " Ucap Marsha senang Bertrand mengeratkan rangkulannya di pinggang Marsha.
"Syukurlah, berati kerja keras kami berhasil.
Iya, gak pa-pa, aku juga salah. Kalo gitu boleh kita jadi teman? " Tanya Aline ramah. Marsha mengangguk.
"Oya lin, ajak aja yang lain makan-makan, itu di dalam ada Ardian juga kok. Aku mau antar Marsha ke dalam dulu, dia masih harus banyak istirahat! " Ucap Bertrand yang di balas dengan anggukan oleh Aline. Bertrand dan Marsha pun segera berbalik badan masuk ke dalam rumah.
----____----
Marsha menyusut air matanya yang tiba-tiba keluar. Ia tersenyum bahagia. Bertrand mendekat dan memeluk istrinya, dikecupnya kening Marsha sebelum ia menjatuhkan kepalanya di bahu istrinya itu.
"Kamu bahagia? " Tanya Bertrand pelan. Marsha menjawab dengan anggukan.
"Terima kasih! " Ucap Bertrand. Marsha mengernyit. Dia memiringkan kepalanya untuk melihat Bertrand.
"Untuk??? " Tanya Marsha setelah berhasil menatap Bertrand. Bertrand memutar tubuh Marsha untuk berhadapan dengannya. Ditekuknya kedua kakinya agar tinggi mereka sejajar. Bertrand menarik napasnya perlahan, sebelum menjawab pertanyaan Marsha.
"Terima kasih untuk menjadikan pernikahan ini sungguhan, untuk menerima aku menjadi suami kamu, untuk semua pengorbanan kamu, juga untuk buah cinta kita, semuanya hadiah terindah untuk aku. " ucap Bertrand tulus.
Marsha tersenyum, dikalungkannya kedua lengannya di leher Bertrand.
"Kalau gitu, aku juga mau bilang terima kasih juga. Terima kasih sudah mencintai aku, menjadi suami yang baik dan siaga selama kehamilan aku, terima kasih sudah menjadikan pernikahan ini nyata, terima kasih juga untuk rumah impian ku, aku suka! " Ucap Marsha. Dikecupnya sekilas bibir Bertrand. Lalu wajahnya yang tersipu malu disembunyikan nya di dada Bertrand. Bertrand tertawa. Dieratkannya pelukannya.
"Sayang,, ini baru langkah awal, masih banyak hal yang harus kita lewati. Aku harap kita bisa sama-sama belajar menjadi pasangan yang baik, juga orang tua yang baik untuk anak-anak kita. kita bisa saling menguatkan saat berbagai badai rumah tangga menghantam kita. Aku mencintai kamu, Marsha..." Bisik Bertrand. Marsha mengangguk sambil mengeratkan pelukannya.
---___---
8 Tahun kemudian....
"Mama,, Huaaaa!!!" Tiba-tiba tangisan si kembar yang berumur 5 tahun memekakan pendengaran Marsha. Marsha yang tengah rempong memakaikan baju si bungsu aktif yang berumur 1 tahun itu seketika mengacak rambutnya kesal. Kini, mereka di karuniai 4 orang anak yang lucu-lucu. Attar sudah berumur 8 tahun, sikembar Naren dan Naila berumur 5 tahun, dan si bungsu Kirana yang berusia 1 tahun. Marsha pun sejak 5 tahun lalu 6 tahun lalu memutuskan untuk fokus menjadi ibu rumah tangga. Meski Bertrand tak pernah melarang Marsha untuk bekerja. Bertrand memberi kebebasan untuk Marsha melakukan apapun sesuai keinginannya.
"Kenapa lagi sayang? Kenapa bajunya kotor? " Tanya Marsha sambil mengontrol emosinya.
"Tapi Naren lagi sarapan sama naila, tapi tiba-tiba kakak lempar uler-uleran, kita kaget, makanannya jadi tumpah! " Isak Naren sambil menjelaskan. Marsha menghembuskan nafasnya kasar.
"Ya udah, Naren sama Naila jangan nangis lagi, biar mama marahin kakak." Pujuk Marsha. Sikembar mengangguk, lalu memilih duduk tak jauh dari ibunya itu.
"Attarrrrr!!!!! kemari!!!! " Teriak Marsha. Attar yang sebenarnya sembunyk di balik dinding kamar berjalan perlahan mendekati ibunya.
__ADS_1
"Kenapa adeknya di gangguin kak??? Dari mana dapat uler-uleran gitu??" Tanya Marsha kesal.
"Papa yang suruh mama, tadi papa yang kasih mainannya, kakak juga kaget tadi pas lagi jalan di lempar papa pake ular mainan." Jawab Attar takut-takut.
"Papa kamu ini benar-benar kelewatan yaa!!! Mama dari tadi udah capek belom mandi, Mbak pada izin semua, malah buat masalah. Panggil papa!! " Perintah Marsha.
"Tapi, Papa lagi ngumpet maa... " Jawab Attar pelan.
"Ckkk!!! Papa kamu ini benar-benar keterlaluan!!! Kamu sini, tolong jagain adek-adek sebentar! " Perintah Marsha. Dia berjalan keluar dari kamar dan menutup Pintu. Tak sampai beberapa detik suaranya membahana di seluruh penjuru rumah.
"Masss Bertraaaannddd!!!! Sini kamu!!! Jangan Sembunyi!! " Teriak Marsha. Bertrand yang tengah bersembunyi di balik kamar si Kakak keluar sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya. Dihampirinya istrinya yang tengah berkacak pinggang dengan wajah garang! "
"Ehh sayang, kenapa? "" Tanya Bertrand sambil cengengesan.
"Sayang-sayang!!!! Kamu tuh nyebelin bangettt sih mas!! Aku tuh udah sibuk sendiri ngurus anak-anak dari pagi, buatin sarapan, mandiin, semuanyaaa!!! Ehh kamu malah buat rusuh!!! si kembar di buat nangis, baju nya pada kotor, meja makan berantakan!!! Capek tau masss!!! udah tau mbak-mbak pada izin liburan semua!! eh kelakuan kamu malah ngalah-ngalahin bocah!! Keterlaluan kamu mas!!! Aku gak mau tau!! Kamu beresin semua, urus anak-anak. Aku mau mandi!!! Dan semua harus beres begitu aku selesai mandi!!!" Repet Marsha panjang. Ditinggalkannya Bertrand dengan menghentak. Bertrand menggaruk kepalanya yang tak gatal. Salah dia juga sih yang buat bu bos kesal. Segera dia masuk ke kamar dimana anak-anak nya berada. Bertrand harus bergerak cepat. Jangan sampai membuat bu bos makin kesal. Bisa makin panjang urusannya. Alamat jatah malam pun akan hilang!!!
----____----
"Sayang,, udah dong ngambeknya.. Mas minta maaf yaa... " Pujuk Bertrand. Dari tadi Marsha terus mendiamkannya. Sepertinya istrinya benar-benar kesal dengan ulahnya pagi tadi.
"Sayang,,, Maaf yaa,, janji deh gak gitu lagi,, maafin aku dong, aku janji bakal turutin semua maunya kamu, apa aja, tapi plisssss maafin aku yaa, jangan diem kaya gini! " Rengek Bertrand lagi. Marsha masih kekeh dengan diamnya. Sampai akhirnya Bertrand meninggalkan Marsha dan tak lama ia kembali dengan sebuah kotak di tangannya.
"Ini buat kamu.. " kata Bertrand sambil meletakkan sebuah kotak berwarna gold dengan pita silver di pangkuan Marsha.
"Ayoo,, dibuka dong, nanti nyesel loh kalo didiemin aja! " Rayu Bertrand lagi. Dengan wajah cemberut Marsha membuka kotak tersebut. Ada sebuah katalog, Marsha membukanya, seketika matanya membola, dia mengambil lagi sebuah amplop yang yang berada di kotak.
"Masss??ini beneran? " Tanya Marsha masih tak percaya dengan apa yang ada di tangannya. Ia takut suaminya hanya mengerjainya. Bertrand mengangguk. Ia tersenyum lebar melihat ekspresi tak percaya Marsha.
"Minggu depan, sehari sebelum Anniversary, hanya kita berdua. " Ucap Bertrand lagi.
"Tapi..." Kalimat Marsha terputus, tampak keraguan di wajahnya.
"Tenang saja, para Nendanya udah setuju bakal nginap disini selama kita pergi! " Jawab Bertrand sambil mengacak pelan puncak kepala Marsha. Senyum lebar kini menghiasi wajah Marsha. Tak ada lagi ekspresi ngambek dan kesal yang seharian tadi setia bercongkol di wajahnya.
"Yeeeee,, New Zealand!!!! I will comeee!!!!! " Teriak Marsha semangat. Satu lagi impiannya kembali terwujud, dan itu karena Bertrand.
---___---
Dua bulan kemudian...
"Masssss!!!!! Kamu ngerjain aku lagiii!!! " Teriak Marsha dengan intonasi yang horor.
Bertrand yang tengah makan tersedak, di lihatnya Marsha yang datang dengan tangan mengepal.
"Mampuss!! apa lagi ini? " Ucap hati Bertrand.
"K-kenapa lagi sayang? " Tanya Bertrand ngeri.
"Lihat nii!!!! gara-gara kamu aku hamil lagi! " Ucap Marsha dengan wajah cemberut sambil menunjukan test pack di telapak tangannya.
Bertrand kaget mendengar kabar itu? Sontak dia mengambil test pack yang berada di tangan Marsha dan ekspresi bahagia langsung tergambar di wajahnya setelah yakin dengan apa yang dilihatnya.
"Yeeeahhh!!!! New Zealand thank you!!! Akhirnya bini gue hamil lagi!!!" Teriak Bertrand senang sambil memeluk Marsha erat.
"Attar, Naren, Naila, Kirana, sebentar lagi kalian punya adek lagi!" Teriak Bertrand.
Attar, Naren dan Naila yang dari tadi bingung dengan tingkah orang tuanya segera bersorak senang, dan langsung menghambur bergabung dengan ayahnya untuk ikut serta memeluk ibunya, hanya Kirana yang tidak peduli, ia asyik dengan sarapannya, karena ia tidak mengerti apa yang di omongan semua orang.
Bertrand terus memeluk Marsha sambil memejamkan mata. Ah, syukurlah, walau awalnya terpaksa, Bertrand sama sekali tidak menolak perjodohan ini, begitupun Marsha, Karena akhirnya mereka juga saling mencintai, bahkan kini telah di karuniai empat orang anak, di tambah saat ini yang sedang berada di dalam perut Marsha.
"Semoga, sekarang, esok, nanti, kami akan terus bahagia selamanya." Bisik hati Bertrand dan juga Marsha.
-----END-----
__ADS_1