
"Dah beres, gue mau pindahan dulu!!" Kata Marsha sambil mengangkat barang miliknya.
"Gue antar yaa!!!"
"Elo pikir gue perlu naik motor elo apa? pake diantar-diantar segala, gue itu cuma pindah ruang kerja ke lantai atas."
"Ya, maksudnya gitu, elo gue antar ke lantai atas. Sini barang-barang elo gue yang bawa!". Kata Mario sambil mengambil kotak yang ada di meja Marsha.
"Ya udah, yuk!!!"
"Elo gak mau buat acara perpisahan bareng gue gitu?"
"Iih, ngapain? Orang kita masih satu kantor!"
"Iya, tapi kita kan udah gak satu ruang, gak sebelahan meja. Apa elo gak kangen kerja bareng gue lagi, kemana-mana bareng gue, kerja diganggu-ganguin gue!"
"Ngarep banget si, Yo? segitu pengennya gue kangeni?" Kekeh Marsha. Mereka sedang naik lift bersama.
"Ah, payah, banget sih Lo, cewek lain klepek-klepek liat gue, eh elo yang dekat sama gue malah seringnya ngacangin gue!"
"Masalahnya, terlalu banyak cowok keren yang dekat dengan gue, jadi maaf ya, elo kepada minggir dulu!" Jawab Marsha sambil tertawa.
Mario menoyor pelan kepala Marsha.
"Sombong banget neng!!!"
"Haha!!! suka-suka dong!!"
Mario menatap Marsha dari samping. Cewek ini memang berbeda dengan cewek lain yang dia kenal. Dia cantik walaupun tanpa makeup, penampilannya pun sederhana, dia sedikit cuek, terkadang jutek jika ada yang mengganggu ranah pribadinya, tapi juga ramah, saat berbicara formal, suaranya terdengar bijaksana dan jelas sekali dia gadis yang smart. Dia juga memiliki pendirian dan mempertahankan apa yang di rasanya benar. Tapi sayang, sampai hari ini Marsya masih tertutup tentang dirinya, di mana ia tinggal, latar belakang keluarganya, dia sama sekali tidak pernah menceritakan hal itu.
"Ngapain elo liatin gue kayak gitu? Balik lagi gih ke bawah!" Kata Marsha sambil mengambil kotak yang di pegang Mario.
"Elo ya, bukannya terima kasih, malah ngusir gue!" Kata Mario.
"Hehe, sorry, makasih Mario, ur so sweet!" Kata Marsha.
"Ahh, ngambek gue! gue balik lagi dah ke bawah! Bye!!" Kata Mario. Marsha hanya tersenyum melihat tingkah Mario. Begitu Mario hilang dari pandangannya, Marsha segera merapikan barang-barang nya dan siap bekerja dengan posisinya yang baru."
...***...
Marsha tengah bersiap-siap untuk pulang. Saat di lift, Marsha berpapasan dengan Andrew.
"Sha, baru pulang?" Tanya Andrew.
"Iya, aku tadi udah di kasih kerjaan dan harus mempelajari dari awal satu persatu!" Kata Marsha.
"Kakak yakin kamu bisa, yang semangat ya!" Kata Andrew sambil mengacak-acak pelan rambut adiknya. Hanya mereka berdua yang ada di dalam lift.
"Kakak langsung pulang?" Tanya Marsha.
"Iya, kamu sekalian pulang bareng kakak aja ya, kita makan-makan diluar, udah lama kan kita gak jalan bareng?"
"Hmm, boleh!" Kata Marsha sambil berbinar.
"Ya udah kamu langsung ikut kakak ke parkiran!"
__ADS_1
"Tapi, kalau ada yang lihat gimana?"
"Udah, santai aja, jam segini juga biasa udah sepi!"
Marsha menurut. Dia mengikuti kakaknya menuju basement yang ada di lantai dasar gedung.
...***...
Marsha tengah menikmati dessert yang di pesannya saat tiba-tiba Andrew mengatakan sesuatu yang membuatnya tersedak.
"Sha, kalau misalnya kakek punya calon pendamping untuk kita terus tiba-tiba di jodohkan sama kakek gitu, kamu siap gak?"
"uhuk! uhuk!!!"
"Minum dulu, Sha! minum-minum!" Kata Andrew panik sambil memberikan segelas air putih ke Marsha. Marsha segera menyambutnya dan meminum isinya hingga sisa setengah gelas. Matanya memerah mengeluarkan air mata.
"Kak Andrew! bikin aku kaget aja pake ngomong gitu! Iya kali kakek sebegitu gak ada kerjaan sampai nyariin mantu buat cucu!" Kata Marsha sambil geleng-geleng kepala.
"Kan kalau Sha, KALAU!!!" Kata Andrew.
"Ogah ah! Kaya gak laku banget kita kesannya! Eh, tapi lihat dulu, kalau misalnya ganteng, baik, kaya juga, aku gak nolak sih! Huehehe!!!" Kata Marsha sambil terkekeh.
"Kalau misalnya orangnya kaya cowok sengak yang kamu bilang itu gimana?"
"Ihh, ogah, udah sengak, gayanya sok arogan lagi! Enggak ah!!!" Kata Marsha langsung menolak mentah-mentah.
Andrew tersenyum mendengarnya.
"Terus kalau kakak gimana? mau gitu di jodohkan?"
"Maksudnya?"
"Kalau misalnya kakak lagi gak punya pacar, terus kebetulan yang kakek tawarin orangnya cantik, baik, bolehlah. Tapi kalau kakak punya pacar yang kakak cinta, mungkin bakal nolak, tapi kalau syaratnya harus di coret dari KK, gimana dong?" Tanya Andrew.
Marsha terkekeh.
"Siap-siap di coret dari daftar ahli waris!" Gelak Marsha.
"Dan cewek-cewek bakal kabur karena kakak udah kere!" Katanya sambil terkekeh geli membayangkan hal itu.
Andrew menjentik pelan kening adiknya gemas!!!
"Tikk!"
"Kakak!!! sakit tau!" Protes Marsha sambil mengelus keningnya.
"Udah ah, pulang yuk!!" Ajak Andrew
"Oke!" Jawab Marsha, dia juga sudah menghabiskan isi piring dan gelas yang ada di depannya. Andrew membayar pesanan yang sudah mereka makan. Setelah itu mereka segera keluar dari cafe.
Tanpa Marsha dan Andrew sadari, ada dua pasang mata dari tempat yang berbeda melihat mereka saat keluar dari cafe.
...***...
"Marsha bareng pak Andrew?!! kok bisa ya?" Pikir Mario. Dia tak sengaja melihat Marsha dan Andrew saat melintasi sebuah cafe.
__ADS_1
"Mereka ada hubungan apa? tapi di kantor mereka biasa-biasa saja, gak pernah terlihat ngobrol berdua!"
"Wah, berat ni kalau ternyata saingan gue pak Andrew, atau jangan-jangan mereka pacaran?"
"Eh, tapi Marsha dulu juga pas masuk kantor kan melewati tes dan training juga, kalau orang dalam tentu seperti yang lain, langsung diterima begitu aja."
"Apa mereka dekat setalah rapat kemarin ya? Gue gak sengaja pernah melihat pak Andrew tersenyum seperti kagum dengan Marsha."
"Aah, gue mesti gercep nih!" Pikir Mario.
...***...
"Bukannya tadi itu cewek Nyolot nyebelin itu ya? Kok dia bisa bareng direktur Adiwijaya corp?" Pikir Bertrand.
"Oh, iya, gue ingat, gue emang pernah bertemu tu cewek kan di kantor itu? Kok bisa-bisanya sih seorang direktur perusahaan besar malah jalan dengan cewek model nyebelin gitu? Kayak gak ada cewek yang lebih sweet gitu?" Kata Bertrand sambil bergidik.
"Aah, ngapain juga gue mikirin hal ini, bukan urusan gue juga! Yang jelas gue ogah punya cewek kaya gitu, bisa ancur idup gue!" Kata Bertrand. Dia segera masuk ke dalam cafe yang barusan di tinggal Andrew dan Marsha untuk bertemu temannya di sana.
...***...
Marsha tenang tidur-tiduran di kamarnya, matanya mengantuk. Tapi fikirannya malah berkelana kemana-mana. Entah mengapa obrolannya di cafe bersama Andrew tadi malah menghantui fikirannya.
"Bagaimana kalau yang Andrew ucapkan tadi beneran ya? Bisa aja sih kakek ngelakukan hal itu karena takut cucunya jatuh ke pasangan yang salah kaya di sinetron-sinetron gitu kan? Yang ternyata cuma ngincar harta doang, terus kalau udah dapat malah kabur, terus gara-gara itu perusahaan jadi bangkrut. hiiii!!" Kata gumam Marsha ngeri.
"Iih, amit-amit jabang bayi deh, semoga aja itu tadi cuma hayalan Andrew, gue gak bisa bayangin kalau itu terjadi sama gue. Iya kalau yang di jodohin orangnya cakep dan beneran baik, kalau ternyata antagonis? Bisa ancur hidup Gue!" Kata Marsha.
"Bodo ah, ngapain juga gue mikirin ini, mending gue tidur!" Omel Marsha pada dirinya sendiri. Dia menekan remote AC hingga ke titik paling dingin, lalu dia menarik selimutnya hingga ke kepala. Memejamkan matanya. Tapi tiba-tiba ucapan Andrew bagaimana kalau jodohnya si cowok sengak itu membuat Marsha menjadi gusar! Segera dibukanya kembali selimut yang menutupi kepala dan wajahnya.
"Aah, Andrew!!! Buat gue jadi susah tidur ni!!!" Keluh Marsha.
...***...
Tok! tok!
Terdengar ketukan dari pintu kamar Andrew. Andrew yang tengah asyik dengan gadgetnya segera bangkit dari tempat tidurnya. Saat pintu kamar terbuka, Marsha segera menerobos masuk ke dalam kamar Andrew dengan membawa bantal dan selimut.
"Kamu ngapain? mau ngungsi?" Tanya Andrew kaget.
"Gara-gara obrolan di cafe tadi ni, aku jadi gak bisa tidur!" Keluh Marsha.
"Yang mana?"
"Itu soal jodoh-jodohan!" dumel Marsha. Andrew terkekeh mendengarnya.
"Aku malam ini nginap di sini! Aku gak mau mimpi buruk sendiri!!" Kata Marsha. Dia segera menyusun bantal dan selimutnya di atas ranjang milik Andrew. Andrew hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya itu.
"Ya udah, kamu tidur! Awas!!! jangan lasak!" ancam Andrew.
"Bodo!!!" Jawab Marsha. Dia segera merebahkan diri di kasur dan mencoba untuk tertidur.
...***...
Andrew memandangi wajah adiknya yang tertidur lelap. Pelan-pelan dibelainya kening Marsha.
"Semoga saja ini tidak seburuk yang kita bayangkan, Sha! selamat tidur! kakak janji akan selalu ada untuk kamu!" ucap Andrew. Dia memejamkan matanya, mencoba menyusul Marsha yang sudah terlelap.
__ADS_1
...***...