
"Bertrand! Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Rista.
Bertrand yang sedang berbicara dengan Aline menoleh ke belakang mendengar seseorang memanggil namanya.
"Yaa!" Jawab Bertrand saat dilihatnya Rista yang memanggilnya.
"Ada apa? penting?" Tanya Bertrand.
"Aku bukan orang yang suka membuang-buang waktu, Jadi..."Jawab Rista sambil menggantung ucapannya. Dia melirik sekilas ke arah Aline dengan pandangan datar.
"Oke!" Jawab Bertrand.
Dia kembali ke Aline. Entah apa yang mereka bicarakan. Tak lama Aline melaju dengan mobilnya. Bertrand kembali menghampiri Rista.
"Jadi, sepenting apa yang mau kamu sampaikan?" Tanya Bertrand.
"Jangan disini, Marsha bisa saja keluar dan melihat kita disini, Aku gak mau dia salah paham. Kamu ikut aku!" Ucap Rista sambil berjalan ke mobilnya tanpa menunggu persetujuan Bertrand
***
"Jadi, apa yang mau kamu sampaikan?" Tanya Bertrand saat mereka sedang duduk di cafe tak jauh dari hotel tempat Marsha dan Bertrand menginap.
"Sebenarnya aku gak mau ikut campur, tapi karna ini ada berhubungan dengan Marsha, aku gak bisa berdiam diri."
__ADS_1
"Tadi, aku dan Marsha tak sengaja melihatmu dengan gadis itu di Marly cafe!" Ungkap Rista.
"Lalu? apa ada masalah?" Tanya Bertrand dingin.
"Apa dia kekasihmu?" Tanya Rista balik.
"Apa penting bagimu untuk mengetahui itu?" Tanya Bertrand lagi.
"Sebenarnya tidak penting, karena akupun tidak mengenalmu. Tapi mengingat posisimu saat ini adalah suami dari sahabatku. Maka itu menjadi hal yang penting!" Tegas Rista
"Kamu hanya sahabatnya! Jangan terlalu jauh mencampuri urusan pribadinya. Apapun yang aku lakukan, itu hanya akan menjadi urusanku dan Marsha! Tak perlu orang lain mencampuri!" Bertand tak kalah tegas.
Rista menarik nafasnya pelan. Dia menurunkan nada bicaranya.
"Aku gak tau seperti apa hubungan dan perjanjian kamu dengan Marsha. Tapi bagaimanapun, dia istri kamu, secara sah. Dan aku tau seperti apa Marsha, meskipun awalnya dia menolak, tapi dia pasti menghargai hubungan pernikahan kalian. Marsha itu berbeda, tak mudah untuk dia memperlihatkan perasaannya. Tapi, saat tadi kami tak sengaja melihat kamu begitu mesra dengan teman wanitamu, aku bisa lihat dari matanya, kalo dia, hmm, tidak suka!" Kata Rista.
"Ya, bisa juga dibilang begitu!" Kata Rista.
"Benarkah? Tapi aku lihat dia biasa-biasa saja, bahkan acuh!" Kata Bertrand lagi.
"Haha!! Jadi kamu juga melihat kami? atau kamu sengaja membuatnya cemburu?" Tanya Rista sambil tertawa.
"Yaa, sebenarnya juga tidak sengaja!" Jawab Bertrand lagi dia mulai mencoba komunikasi yang baik dengan Rista.
__ADS_1
"Lalu, gimana dengan kamu?" Tanya Rista.
"Maksudnya?" Tanya Bertrand tak mengerti.
"Marsha gak suka lihat kamu dengan cewek lain, dia cemburu, tapi dia pura-pura gak kenapa-kenapa. Terus kamunya gimana?" Tanya Rista lagi.
"Yaa, karena gue ganteng, wajarlah kalo Marsha cemburu, harusnya dia bangga punya suami ganteng, bukannya nyebelin gitu!" jawab Bertrand memuji dirinya sendiri.
"Haha, ternyata kamu kepedean banget ya, Tan? Marsha juga cantik banget kali! Eh, Btw kamu ternyata asyik juga, tapi kok bisa-bisanya gak cocok sama Marsha sih? dari awal ketemu kalian berantem mulu!" Gelak Rista.
"Yaa, karena emang temanmu itu yang nyebelin, suka nyolot, tiap kali ketemu gue selalu cari perkara. Heran gue! atau mungkin dia emang dari awal udah naksir gue kalo ya, jatuh cinta, terus jadinya caper gitu?!" Tanya Bertrand lagi dengan sok PeDenya.
"Kepedean kamu. Marsha gak mudah jatuh cinta, dia seperti memasang benteng di hatinya, Marsha memang pernah jatuh cinta, pernah punya kekasih, tapi itu hanya sekali, dan kemudian Marsha memilih menutup hatinya dengan rapat!" Kata Rista sedih.
"Maksud kamu?" Tanya Bertrand.
"Gak papa, aku cuma minta kamu, tolong baik-baik sama Marsha, jangan pernah sakiti dia, kalau perlu, kamu buat dia jatuh cinta. Aku percaya kamu pria baik. Kamu pantas buat Marsha!" Kata Rista lagi.
"Sepertinya ada yang tidak aku tahu tentang Marsha. Kita sudah berbicara sampai sini. kamu tahu? sebelumnya aku tidak pernah berbicara banyak dengan orang, apa lagi yang tidak aku kenal. Jadi tolong, beri tahu aku apa yang kamu tahu tentang Marsha yang tidak aku tahu!" Mohon Bertrand. Rista menatap Bertrand ragu.
"Pliss, beri tahu aku apa yang aku tak tahu tentang Marsha, karena ini akan berpengaruh ke kehidupan kami kedepannya!" Kata Bertrand lagi .
Rista menarik nafas perlahan. "Ok! aku akan beri tahu kamu, tapi kamu janji tidak akan ngomong apapun dengan Marsha tentang ini!"
__ADS_1
"Janji!!" Kata Bertrand sambil menunjukan jari kelingkingnya.
***