When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Pantry ...


__ADS_3

Apartemen yang mereka tinggali adalah apartemen mewah dan luas. Tapi sepertinya apartemen ini sudah di renovasi sebelumnya. Karena hanya ada satu kamar tidur di dalam apartemen tersebut.


kamar tidur yang luas dan nyaman, dengan kasur super besar dan empuk, ada pintu kaca yang menghubungkan ke balkon yang menghadap ke area hijau apartemen tersebut.


kamar mewah itu juga dilengkapi walk in closet yang terdapat lemari besar di dalamnya, juga kamar mandi mewah dan nyaman. Marsha membuka lemari besar yang ada disudut ruangan tersebut. Berisi pakaian baru miliknya dan juga Bertrand.


Marsha mengambil piama dan handuk, lalu membawanya ke kamar mandi. Tubuhnya terasa gerah dan capek, dia butuh berendam dan menenangkan tubuhnya di dalam bathtub.


Marsha memejamkan matanya sambil rebahan di dalam bathtub. "Huh, akhirnya hari ini terjadi juga! Semoga saja semua berjalan baik!!!" gumamnya.


"Sabar Marsha, kondisi ini hanya berjalan satu tahun, hanya 12 bulan, cuma 365 hari! elo pasti bisa melewatinya!!!" ujar Marsha menyemati dirinya sendiri.


***


Bertrand tengah duduk di pantry apartemen baru miliknya dan Marsha. Di hadapannya terdapat sebotol minuman dingin. Badannya terasa lelah setelah melewati serangkaian acara pernikahan mereka. Resmi sudah dia menjadi suami si cewek jutek menyebalkan itu. Bertrand mengenang kembali awal pertama dia bertemu Marsha, pertengkaran kecil mereka yang selalu terjadi di setiap moment pertemuan mereka, sampai ia dan Marsha terlibat kerjasama, dan berakhir dengan perjodohan ini.

__ADS_1


Marsha yang jutek, nyolot, begitu berani mengajaknya ribut, sangat berbeda dengan cewek-cewek yang selama ini ia temui. Biasanya para gadis yang ia temui selalu menatap terpesona dengan ketampanannya, berusaha mencari simpati dan perhatiannya.


Tapi dibalik sikap jutek dan nyolotnya itu, harus Bertrand akui bahwa Marsha adalah gadis yang cerdas, penuh semangat dan bertanggung jawab, dan jujur, dia juga cantik.


Tampak sebuah senyum terukir dari bibir Bertrand saat ia dan keluarganya berkunjung ke kediaman keluarga besar Marsha. Bertrand yang saat itu hendak ke kamar mandi begitu kaget saat berpapasan dengan Marsha, saat ia menuduh Marsha sebagai penyeludup yang masuk ke dalam rumah, Bertrand yang berniat mengerjai Marsha dengan mengatakan bahwa mereka akan dijodohkan, dan ternyata keusilannya itu justru menjadi kenyataan dan saat ini ia telah Sah menjadi suami dari seorang Marsha.


"Ngapain elo senyum-senyum sendiri? sudah stress lo???!!!" Kata Marsha yang telah selesai mandi dan berpakaian. Marsha masuk ke pantry karena ingin minum dan tanpa sengaja dilihatnya Bertrand yang senyum-senyum sendiri.


Bertrand yang kaget karena tiba-tiba Marsha sudah berdiri di hadapannya langsung merubah mimik wajahnya.


"Dihhh, jadi urusan gue kalau elo tiba-tiba jadi stress, karena gue yang nantinya bakal direcokin sama keluarga besar elo, termasuk keluarga gue sendiri kenapa anaknya tiba-tiba menjadi stress setelah kawin sama gue!" Kata Marsha nyolot.


"Elo bilang apa barusan??" Ulang Bertrand sambil bangkit dari duduknya mendekati Marsha yang berdiri di dekat lemari pendingin.


"Apa? eh apa ngapain elo dekat-dekat??!!!" Teriak Marsha yang tiba-tiba panik karena Bertrand mendekati dan memepetnya ke sudut lemari pendingin.

__ADS_1


"Elo bilang apa barusan?" Ulang Bertrand sambil sedikit menunduk mendekatkan wajahnya ke wajah Marsha


"Apa???" ulang Marsha sambil berusaha mendorong tubuh Bertrand yang sepertinya sia-sia karena Bertrand jauh lebih besar ukuran tubuhnya.


"Tadi bukannya elo bilang gue stress setelah kawin sama elo kan?? perasaan kita belum kawin, kita emang sudah nikah, tapi belum kawin, apa itu kode kalau elooo...!!" Bertrand menggantung ucapannya sambil menyeringai membuat Marsha ketakutan.


"Brukkk"


"Awwww!!!!" gila elo yaa!!!" Teriak Bertrand yang meringis kesakitan sambil memegang bagian bawahnya yang tiba-tiba disikut Marsha dengan lututnya.


"Itu belum seberapa, awas aja kalau elo macam-macam!" Teriak Marsha sambil berlari masuk ke kamar satu-satunya yang ada di apartemen itu lalu mengunci pintunya.


"Woii, lari kemana elo!" Teriak Bertrand kesal sambil meringis menahan sakit melihat Marsha yang kabur meninggalkannya di Pantry.


***

__ADS_1


__ADS_2