
"Gue Kok kaya pernah lihat ya si bodyguard?" Kata Rista saat mereka tengah melaju di keramaian.
"Yaa emang pernah sih!" Jawab Marsha.
"Beneran??!!"
"Iyaa!!"
"Tapi dimana yaa, gue lupa, tapi kalo liat tampangnya sih emang pernah ketemu sebelumnya!" Ulang Rista lagi.
"Di Cafe, waktu ulang tahun elo!"
"Ohh, iyaa, beneran!!! kok gue sampe lupa ya!!" ucap Rista sambil menepuk jidatnya sendiri.
"Eh, tapi kok dia bisa jadi bodyguard elo sih? lagian sejak kapan coba elo punya bodyguard?"
"Sejak tadi!!!"Jawab Marsha malas.
"Eh, tapi gue dengar elo udah kawin, Sha? itu benar gak sih? soalnya waktu itu aku dapat gosipnya pas udah balik ke sini, padahal seingat gue sebelum gue berangkat, kita sempat telpon-telponan kan? gue mau ngajak elo ketemu, eh elo lagi sibuk dengan kerjaan baru elo!"
__ADS_1
Marsha ingat, dua hari sebelum pernikahannya, dia memang sempat menelpon Rista, tapi sebelum dia bercerita, Rista malah mengabari lebih dulu jika kepulangannya ke Paris dipercepat, karena ada panggilan pekerjaan yang tak bisa di tunda. Rista memang sudah lama menetap di Paris, tepatnya saat tamat SMA. Ayah Rista yang keturunan Prancis, diminta pulang oleh Omanya Rista untuk mengurus usaha keluarga mereka. Jadilah sejak saat itu Rista dan keluarganya menetap disini.
Hanya saja terkadang Rista akan pulang ke Indonesia untuk mengunjungi nenek dan keluarga lain dari sebelah ibunya.
"Ya, Bertrand suami gue!" Jawab Marsha malas.
"Hah! beneran???!!!"Kaget Rista.Ia sampai mengerem mendadak kendaraan yang sedang ia kemudikan.
"Jalan!" Kata Marsha mengingatkan temannya itu.
"Eh, iya sorry!!"
"Bukan pernikahan beneran? maksud elo?"
"Gue sama Bertrand udah buat perjanjian, hanya satu tahun ini aja kok!"
"CK!! Kok bisa-bisanya sih, Sha? terus setelah satu tahun gimana? elo pisah gitu?!" Tanya Rista lagi.
"Hmm, ya gitu!"
__ADS_1
"Sha, elo nikah di depan keluarga elo, keluarga Bertrand, kalian mengucapkan janji pernikahan, segala macamnya, itu beneran kan?"
"Ya, acaranya beneran, tapi kitanya kan ga beneran!"
"Gak beneran dari mana coba, Sha? semua beneran, kenapa sih gak dicoba jalani, diseriusin, belajar saling menerima. kita ini perempuan, Sha, terlalu banyak resiko saat elo main-main dalam pernikahan. Terus sekarang, ngapain kalian berdua malah kemari??" Tanya Rista lagi.
"Biar kakek gak curiga, jadi kita kesini, biar dikiranya kita bulan madu!" jawab Marsha lagi.
"Sha, Sha, udah berapa banyak dan akan berapa banyak kebohongan yang kamu mau buat untuk kakek mu, Sha? "tanya Rista lagi.
"Gue gak tau, ta! gue gak punya cara lain. karena waktu itu gue gak bisa nolak, ta!"
"Terus, hubungan kamu sama Bertrand sekarang gimana? Apa kalian sempat berbuat?!" Tanya Rista serius.
"Hush!!! ngasal elo! yaa gue bisa jaga diri lah!! pokoknya gak akan kejadian yang kaya gitu,elo tenang aja!! Ucap Marsha santai.
"Ya, terserah elo aja deh! Toh elo juga yang jalanii,Sha!! Tapi, gue berharap elo tetap mikirin hal ini lagi Sha" Kata Rista sambil menepuk pelan bahu sahabatnya itu
***
__ADS_1