
Bertrand tengah berada di kamarnya sedang memainkan ponsel saat Ardi tiba-tiba masuk ke kamarnya.
Bertrand mengabaikan kedatangan Ardi. Dia pura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Nongkrong yuk!" Ajak Ardi. Bertrand pura-pura tak mendengar. Ardi gemes melihat sepupunya itu. Di ambil nya sebuah bantal yang ada di kaki sepupunya itu dilemparkannya ke wajah Bertrand.
Bertrand hanya diam,dia menyingkirkan bantal tersebut. Ardi tergelak.
"Lagi ngambek elu?!!" Tanya Ardi terkekeh.
"Apa sih elo!!!" dumel Bertrand.
"Elu fikir gue gak tau apa elu buntutin gue sama calon bini elo itu?" Ucap Ardi terkekeh.
"Maksud elo apa? gak ada kerjaan banget gue ngintilin elo!" Ketus Bertrand.
"Jadi beneran ni elo gak mau ikut gue nongkrong?" Tanya Ardi.
"Males!!!" Jawab Bertrand. Ardi tersenyum licik. Dia mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya. Menggeser layar di ponselnya. Tak lama terdengar nada panggilan dari speaker ponsel Ardi dan beberapa detik kemudian panggilan terhubung.
"Halo!" Kata suara di seberang. Suara perempuan.
"Hai, Sha! udah siap?? Bentar lagi aku jemput ya!" Kata Ardi.
"Iya bentar lagi siap kok, kamu langsung aja kesini, nanti aku tunggu di depan!" Jawab seseorang di seberang yang ternyata adalah Marsha.
"Oke, See yaa!" kata Ardi dan panggilan terputus.
"Oke, karena elo gak mau ikut, ya sudah, gue mau jalan dulu ke rumah Marsha!" Ucap Ardi dengan senyum sumringah, dia segera keluar dari kamar Bertrand.
"Apa dia bilang? mau nongkrong sama Marsha? gak benar nih!!" Pikir Bertrand.
"Woiii Ardi!!! tunggu gue mau ikut!!!" Teriak Bertrand. Dia segera meraih jaket dan mengganti celana pendeknya dengan celana panjang.
Ardi yang masih berada di depan pintu terkekeh mendengar teriakan Bertrand, dia segera berjalan keluar dan menunggu di mobilnya.
...***...
Bertrand buru-buru masuk ke mobil Ardi, dan duduk di samping sepupunya itu.
"Jalan!" Perintahnya.
"Bukannya tadi males mau ikut?" Ledek Ardi.
"Berisik!!! cepat jalan!!" kata Bertrand lagi. Ardi tertawa, dia melajukan mobilnya menuju ke rumah Marsha.
...***...
Marsha menunggu di teras rumahnya, dia sudah rapi dengan jeans dan sweater ya. juga tas kecil untuk menaruh ponsel dan dompet. Saat melihat sebuah mobil masuk gerbang, Marsha segera berdiri menunggu mobil tersebut menghampirinya.
Ardi membuka kaca jendelanya menyapa Marsha.
"Langsung jalan aja yuk! tadi aku udah pamit kok!" kata Marsha.
"Dimana-mana kalau ngajak anak orang pergi itu pamit dulu sama keluarganya!" kata Bertrand sambil keluar dari mobil. Marsha kaget.
"Kok ada ni orang?" gumam Marsha sambil melihat ke Ardi meminta penjelasan. Ardi hanya tersenyum sambil mengangkat bahu. Dia turut keluar dari mobilnya.
"Mana ortu elo?" Tanya Bertrand.
__ADS_1
"Di dalam! gue udah pamit tadi!" Jawab Marsha.
"Gue belum!" Jawab Bertrand sambil mengetuk pintu rumah Marsha.
"Ih, nyebelin banget ni orang!" Gerutu Marsha di dalam hati. Dia membuka pintu rumahnya, dan kembali masuk ke dalam bersama Bertrand dan Ardi. Kebetulan keluarganya minus Andrew sedang berkumpul di ruang keluarga. Keluarga itu menoleh melihat tamu yang masuk ke rumah bersama Marsha.
"Hei, Bertrand!" Sapa Mama Marsha. Papa dan kakek segera menoleh ke arah Bertrand dan Ardi.
"Loh, Bertrand, ada apa?" Sapa Kakek ramah.
"Permisi kek, om, Tan, aku sama Ardian pamit ya, mau ajak Marsha jalan!" Kata Bertrand santun.
"Oh, jadi kamu perginya sama Bertrand juga nak? kok gak kasih tau dari tadi?" Goda papa Marsha.
Marsha hanya diam. Malas membalas godaan papanya. Toh niat awalnya dia emang mau pergi sama Ardi doang kan?
"Kalau gitu titip Marsha ya Bertrand, Ardian, jangan pulang larut malam!" Pesan mama Marsha.
"Hati-hati di jalan, jangan ngebut!" Pesan Adiwijaya.
Setelah mendapat izin dan diberikan beberapa pesan untuk mereka bertiga, Marsha, Bertrand, dan Ardian lalu pamit.
...***...
Ardi membuka pintu di belakang kemudi, seketika Bertrand menarik Ardi, Karena dia yang ingin mengemudikan kendaraan tersebut. Ardian memandang Bertrand kesal. Dia membuka pintu belakang. Begitupun Marsha, dia membuka pintu belakang duduk di samping Ardi. Tapi, Bertrand malah protes.
"Gue bukan supir, elu pindah ke depan!" Kata Bertrand jutek yang dari sorot matanya itu ditujukan untuk Marsha.
"Yang bilang elo supir siapa? jangan mulai deh, gue janjian cuma sama Ardi, bukan elo!" Tolak Marsha.
"Elo pindah atau mobil ini gak jalan-jalan?" ANC Bertrand.
"Elu apaan sih trand, gue yang nyupir elo pindah belakang kalau gak?" Kata Ardi menengahi.
Ardi memberi kode ke Marsha untuk pindah, Marsha menolak, tapi Ardi menatap Marsha dengan pandangan membujuk. Akhirnya Marsha terpaksa pindah ke depan.
Bertrand tersenyum samar. Baru dia menjalankan kendaraan tersebut setelah Marsha duduk di sampingnya.
...***...
Saat ini Marsha, Bertrand, dan Ardi tengah nongkrong di sebuah cafe. Suasana di antara mereka sangat kaku dan dingin. Sesekali Ardi mencoba menghangatkan suasana.
Waitress datang menanyakan pesanan mereka.
Ardi memesan nasi goreng seafood dan Oren juice. Marsha memesan menu yang sama dengan Ardi. Saat Waitress bertanya menu yang di pesan Bertrand. Bertrand ikut memesan menu yang sama dengan Ardi dan Marsha.
"Elu gak salah trand? Elu kan alergi udang, masa mesan menu itu juga?" Kata Ardi.
"Gue lagi pengen, kalau dikit gak bakal kenapa-kenapa!" Jawab Bertrand jutek. Ardi hanya geleng-geleng kepala.
"Sikap Bertrand emang aneh! Sebenarnya ada apa sih ni anak?" Ucap Ardi di dalam hati.
"Ahh, masa bodoh ah! mau ngapain kek ni orang, asal gak yang aneh-aneh mending gue diemin!" Batin Ardi. Ardi memulai percakapan dengan Marsha.
"Sha, kamu suka nonton gak?" Tanya Ardi.
"Hmm, tergantung sih, jenis tontonannya apa!" Jawab Marsha.
"Film?" Tanya Ardi.
__ADS_1
"Box Office aku suka!" Jawab Marsha.
"Lain waktu kita nonton bareng ya." ajak Ardi.
"Boleh, tapi kalau mau ajak teman jangan yang nyebelin ya!" Kata Marsha sambil melirik Bertrand.
"Apa liat-liat? maksud elo gue yang nyebelin?" Tanya Bertrand jutek.
"Elo merasa? Berati benar dong!" Ucap Marsha gak mau kalah.
"Elo???!!" Kata Bertrand, ucapannya terhenti karena waitress datang mengantarkan pesanan mereka dan menatanya di meja.
"Trand, elo yakin gak pa-pa kan nasi goreng yang ada udangnya." Tanya Ardi khawatir.
"Kalau gue bilang gak ya berati gak pa-pa!" ucap Bertrand ketus.
"Nih, lihat!!!" Kata Bertrand sambil menyuap nasi goreng seafood nya.
Marsha hanya masa bodoh dengan omongan kedua orang di depannya. Dia mulai menikmati menu yang ada di hadapannya, melahapnya dengan nikmat.
Ardi hanya geleng-geleng kepala, dia lalu mulai menyuap makanan yang ada di hadapannya. Tak ada yang berbicara, mereka fokus ke piring masing-masing.
"Habis ini enaknya kita kemana ya, Sha?" Tanya Ardi.
"Hmm, Aku pengen banget ke pasar malam, udah lama enggak, dulu sering pergi bareng kak Andrew." Kata Marsha.
"Pasar malam? Tapi dimana ya?" Tanya Ardi.
"Hmm, gak tau sih, paling kita muter-muter, kalau ketemu baru deh singgah." Kata Marsha.
Bertrand membuka ponselnya, pura-pura asyik dengan gadget nya, padahal dia mendengarkan pembicaraan dua orang yang ada di dekatnya itu.
"Trand, elo dah kelar? kita jalan lagi yuk!" Ajak Ardi.
Bertrand mengangguk, dia memanggil Waitress dan membayar semua pesanan mereka tadi. Setelah itu dia segera beranjak keluar cafe menuju mobil mereka tadi tanpa bersuara.
"Gue di belakang ya?" Bisik Marsha pada Ardi, Ardi mengagguk. Dia akan membuka pintu belakang untuk Marsha.
"Gak ada yang tukar posisi, gimana tadi datang, pulangnya harus dengan posisi yang sama!" Ucapnya jutek.
Ardi memandang Bertrand kesal. Dia membukakan pintu depan untuk Marsha dengan ekspresi minta di maklumi, Marsha memutar bola matanya, mau tak mau dia harus mengikuti kemauan Bertrand. Dia tak ingin ada keributan untuk kesekian kalinya dan menjadi tontonan banyak orang seperti sebelumnya.
"Trand, kita muter-muter dulu ya, cari pasar malam!" Kata Ardi.
Bertrand hanya diam. Dia melajukan mobilnya meninggalkan cafe yang tadi mereka singgahi.
Bertrand membawa mobil mereka ke pinggiran kota.
"Trand, ini elo mau bawa kita kemana?" tanya Ardi bingung.
Bertrand tak menjawab, Dia fokus dengan kemudinya. Tak lama dia membelokkan mobilnya ke suatu tempat, dan berhenti.
Marsha dan Ardi memandang ke sekeliling.
"Loh, itukan pasar malam?" Kata Marsha girang. Dia segera keluar dari dalam mobil. Ardi menyusulnya. Bertrand mengikuti dari belakang.
Dia melihat suasana pasar malam yang lumayan padat, Bertrand sengaja memarkir mobil agak jauh biar mudah untuk mereka saat pulang nanti.
Diperhatikannya Marsha yang berjalan riang menuju arena pasar malam. Dia tak memperhatikan jalan di sekelilingnya. Matanya fokus ke arena pasar malam. Tiba-tiba...
__ADS_1
"Aaaaa!!!" Teriak Marsha.
...***...