
"Permisi mbak, tadi saya di telpon mama saya, kalau beliau menunggu saya di sini. Apa ada mama saya di sini? beliau bernama Karisma Adiwijaya!" Kata Marsha sopan kepada seorang wanita yang berdiri di belakang meja resepsionis.
"Putri ibu Karisma ya? Beliau hanya reservasi perawatan untuk dua orang atas nama nona Marsha dan mas Bertrand. Apa ini dengan mbak Marsha danas Bertrand?" Tanya resepsionis tersebut.
"Benar mbak!" Jawab Marsha.
"Kalau begitu tunggu sebentar ya, silahkan duduk dulu mbak dan masnya!" Kata Resepsionis tersebut. Dia mencoba menghubungi seseorang dari wireless nya. Tak lama dua orang pegawai klinik datang.
"Mbak Marsha dan Mas Bertrand, silahkan ikuti mbak ini ya, mereka yang akan melakukan treatment untuk mas dan mbak berdua."
"Maaf mbak, kita gak mau treatment kok, kita cuma mau cari mama saya!" Kata Marsha.
"Iya mbak, tapi ini semua ibu mbak Marsha mereservasi untuk anak dan calon menantunya agar melakukan treatment di sini dengan jadwal sesuai saat ini!" Kata resepsionis itu lagi.
"Udahlah, ikutin aja! gue juga mau PeWe di sini, udah lama gue gak perawatan!" Kata Bertrand cuek.
"Yuk mbak, dimana tempat saya?" Tanya Bertrand sambil berlalu.
"Hah???!" Ucap Marsha bengong. "Gak salah ni cowok, sangar-sangar gitu dia suka perawatan juga??!" Batin Marsha tak percaya.
"Gimana mbak? bisa kita mulai? karena kami punya jadwal lain lagi setelah melakukan treatment untuk mbak dan masnya.
"Ooh!! Ya udah deh!" Ucap Marsha pasrah. Dia mengikuti Bertrand dan perawat yang akan menangani treatment nya tersebut.
Setelah lewat 2 jam, Marsha selesai melakukan treatmentnya. Dia keluar dari ruang perawatan dan berjalan ke ruang tunggu yang berada tak jauh dari tempat resepsionis tadi. Marsha duduk tersandar di kursi tunggu.
"Krukk!!" Perut Marsha berbunyi. Ia merasakan perutnya keroncongan, karena tadi ia tak sempat menghabiskan sarapannya.
__ADS_1
"Duh, aku lapar! tapi gimana, gue lupa bawa duit sama hape lagi!" Batin Marsha. Dia melirik ke arah lorong tempat dia keluar barusan. Belum tampak kehadiran Bertrand. Marsha menunggu sambil mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Sekitar 10 menit kemudian Bertrand muncul di hadapan Marsha.
"Yuk!" Kata Bertrand sambil berlalu.
Kemana lagi?" Tanya Marsha.
"Emang elu punya pilihan lain selain ngikut gue?" Jawab Bertrand angkuh sambil berlalu dari hadapan Marsha.
Marsha memutar bola matanya kesal. Dia segera bangkit dan mengikuti langkah Bertrand.
"Lelet banget sih?" Kata Bertrand saat Marsha sudah duduk di sampingnya.
"Elo bisa diam gak?!" Jawab Marsha kesal. Bertrand yang tengah menyetir mobilnya menyeringai mendengar ucapan kesal Marsha.
Marsha tersandar di jok mobil dan memejamkan matanya. Dia memegang perutnya yang keroncongan. Bertrand tersenyum melihatnya.
"Makan dulu!" Kata Bertrand sambil membuka pintu mobil di sampingnya dia sudah menurunkan sebelah kakinya ketika didengarnya dengkuran halus dari gadis yang duduk di sampingnya. Bertrand mendekatkan wajahnya ke Marsha.
"Tidur?" gumamnya. Dia tatapnya wajah Marsha.
"Kalau lagi tidur gini ni anak manis juga!" Batinnya.
"Heh! mikir apa sih gue!" Batinnya lagi.
"Hei, Bangun!" Panggil Bertrand sambil menepuk pipi Marsha. Gadis itu menggeliat, tapi masih belum bangun.
"Hei! Bangun!! apa mau gue cium dulu kaya putri tidur baru elo mau bangun?" Kata Bertrand sambil menepuk pipi Marsha lebih kencang.
__ADS_1
Marsha sontak terbangun, kaget dia langsung menggampar Betrand kencang.
plakkkkk!!!
"Aww!!" Ngapain elo gampar gue?" Teriak Bertrand.
"Elo ngapain dekat-dekat gue?" Teriak Marsha.
Bertrand segara menjauh. Dia menarik nafas dalam mengontrol emosi nya.
"Gue mau makan, elo dari tadi dibangunin gak bangun-bangun. Elo mau ikut makan atau mau lanjut tidur?" Kata Bertrand tanpa menatap Marsha. Tak perlu menunggu jawaban Marsha, Bertrand segera keluar dari mobil dan membanting pintu mobilnya. Marsha dengan malas akhirnya mengikuti Bertrand, karena yaa, memang dia sangat lapar sekali. Marsha segera menyusul.Bertrand masuk ke dalam restoran.
"Cepat, elo mau pesan apa? lelet banget sih!!" sungut Bertrand.
"Nih orang yaa, sial banget gue!! belum jadi laki aja modelnya udah begini!! Huft, kalo bukan karena kakek, gak mungkin gue sekarang ada bersama ni orang!" Batin Marsha sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya berlahan sambil mengontrol emosinya. Dia memesan beberapa menu sebelum akhirnya pelayan restoran meninggalkan meja mereka.
Bertrand memperhatikan tingkah Marsha dengan ekor matanya. Dia tahu gadis yang duduk semeja dengannya saat ini sangat kesal dengan dirinya. Tapi entah mengapa, dia menikmati ekspresi kesal yang di pendam oleh Marsha.
Setelah menunggu beberapa saat. Pesanan datang. Bertrand melirik pesanan Marsha.
"Ckk! Ckk! udah puasa berapa lama elo? Gak salah mesan makanan sebanyak itu?" Sindir Bertrand saat melihat beberapa ragam makanan yang ada di hadapan Marsha.
"Nanti begitu sampai ke rumah, gue ganti semua biaya yang elo keluarin hari ini! Elo pikir gue gak punya duit apa??!! Gue lelah di hati dan emosi hari ini! jadi cukup! jangan ganggu paling enggak sampai gue selesai makan!" Jawab Marsha ketus. Dia mulai mengatur konsentrasi dengan hidangan yang ada di hadapannya dan mulai melahap nya satu persatu dengan lahap.
Bertrand menyimpan senyum sumringah nya dari pandangan Marsha. Dia menikmati makannya sambil menikmati ekspresi Marsha yang tampak fokus melahap makanya tanpa memperdulikan sekelilingnya.
"Ternyata selain menyebalkan, gadis ini juga menggemaskan!" Bisik hati Bertrand.
__ADS_1
...***...