
"Selamat pagi, kek!!" Sapa Bertrand ramah.
"Selamat pagi, Bertrand!" Balas kakek.
"Bagaimana malam kalian?" Tanya kakek sambil tersenyum.
"Luar biasa, kek!!" Jawab Bertrand sambil terkekeh. Sementara Marsha melototkan kedua matanya tanpa mampu bersuara.
"Bagus!!" kata kakek sambil ikut terkekeh.
"Terus, Marshanya mana, dari tadi kakek telpon tapi tidak diangkat?" Tanya kakek lagi.
"ini, ada kek, dari tadi aku minta buatin sarapan tapi Marsha gak mau, masih betah di kamar kek!" Jawab Bertrand dengan ekspresi meledek Marsha.
Wajah Marsha memerah mendengar ucapan Bertrand, bisa-bisanya ni orang ngomong yang tidak-tidak kepada kakek. Dengan penuh kekuatan Marsha menginjak kaki Bertrand kencang.
__ADS_1
"Aww!!!" Jerit Bertrand tertahan, membuat kakek yang berada di seberang juga bertanya.
"ini kek, Marsha, gak sabaran, gemes banget!" Ucap Bertrand lagi dengan ekspresi dibuat malu-malu. Sementara Marsha semakin melotot, tangannya terkepal menahan marah dan juga malu oleh tingkah Bertrand di hadapan kakeknya.
"Hehehe, dasar pengantin baru!!! Ya sudah, maaf kakek mengganggu, kakek ingin mengundang kalian makan siang nanti, untuk pertama kalinya setelah kalian menikah! Nanti supir kakek yang menjemput. kakek tutup dulu telponnya, kalian silahkan lanjutkan ritual kalian!" Ujar kakek lagi sambil terkekeh geli. kemudian sambungan pun terputus.
Bertrand tertawa geli sambil menyerahkan ponsel Marsha kembali. Sambil berlalu keluar dari kamar, diacaknya rambut Marsha gemes, segemes ekspresi Marsha yang menahan kesal.
"Bertrandddd sintingggg!!!" Bugggghh!!!! Terdengar teriakan Marsha dan Pintu yang dibanting dari dalam kamar. Membuat Bertrand semakin mengeraskan tawanya.
***
Bertrand bersikap acuh menikmati sarapan nasi goreng yang baru saja dia buat. Membuat Marsha semakin kesal.
"Ngapain elu tidur di samping gue tadi malam? ngaku elu sudah ngapain gue aja?" Tanya Marsha ketus.
__ADS_1
"Gak ngapa-ngapain, gue cuma tidur doang!" Jawab Bertrand cuek sambil menikmati nasi gorengnya.
"Beneran??? Awas aja kalau elo berani macamy sama gue!!" Ancam Marsha.
"Elu pikir elu siapa? Ariel Tatum? elu mah gak ada seksi-seksi nya, gak buat nafsu buat di apa-apain!!!" Sahut Bertrand sambil terus mengunyah sarapannya tanpa sedikitpun menatap Marsha.
"Elu!!!! Huffft!!!"Marsha mencoba mengontrol emosinya yang semakin terpancing oleh ucapan Bertrand. Nafasnya naik dan turun. Sementara Bertrand, tetap fokus dengan sarapannya.
"Pokoknya elu dengar yaa, jangan berani-berani untuk tidur di kamar, apalagi satu ranjang sama gue!! terserah elo mau tidur dimana, tapi awas aja kalo berani dekat-dekat gue!!!" Ancam Marsha lagi.
Bertrand tersenyum sinis mendengar ucapan Marsha. Dia melepaskan sendok makannya dan menaruh rapi di piring makannya. Matanya menatap Marsha tajam.
"Dengar ya Marsha Ariana Adiwijaya, sekarang ini gue suami elu, sah-sah saja kalo gue mau melakukan apa saja yang gue mau sama elo, lagi pula.Tapi gue bukan laki-laki yang tidak punya komitmen. Dalam perjanjian yang elo buat, gue hanya tidak melakukan hubungan badan sama elo, tidak ada isi perjanjian bilang kalo gue gak boleh tidur seranjang sama elo!!! paham?!!!!" Ucap Bertrand ketus.
"Dan satu lagi, jangan pernah elo coba-coba ngancem gue untuk tidak boleh tidur satu kamar sama elo!! kalo elo gak suka, atau kalo elo mau marah, elo marahlah sama kakek Adiwijaya, karena Apartemen ini beliau yang memberikan untuk kita berdua, dan digunakan bersama, jadi kalo elo gak suka, marah aja sana sama kakek elo, ngapain ngasih Apartemen yang kamarnya cuma satu!!" ucap Bertrand lagi, lalu bangkit dari duduknya, dan meninggalkan Marsha yang hanya terdiam di kursi. Entah mengapa, kenyolotannya seperti hilang menguap entah kemana.
__ADS_1
***