
"Bertrand, gimana keadaan kamu?" Tanya Adiwijaya yang sedang menjenguk Bertrand. Begitupun dengan Hutama beserta papa dan mama nya Bertrand.
"Seperti yang kakek lihat, aku gak pa-pa." Kata Bertrand.
"Marsha mana? kamu sendiri?" tanya Adiwijaya.
"Lagi di bawah kek, sarapan sama Ardi, paling sebentar lagi balik." Jawab Bertrand.
"Kok bisa kamu sampai seperti ini?" Tanya Hutama.
"Aku makan seafood kek, pas lihat Ardi sama Marsha pesan aku pengen banget, aku fikir nyicip dikit gak pa-pa, eh gak taunya malah gini." jawab Bertrand.
"Kamu, sudah tahu kamu alergi seafood, mama sengaja di rumah nahan diri gak pernah beli seafood, eh kamunya malah enak makan di luar sampai kambuh seperti ini!" kata Mama Bertrand, sambil mencubit lengan anak tunggalnya itu gemas.
"Aww, ampun, maa!!!" Kata Bertrand.
"Terus dokter bilang apa?" Kata mama Bertrand lagi.
"Udah bisa pulang pagi ini, tapi tunggu dokter visit dulu, tadi perawat yang ngecek, katanya semua udah normal kok."
"Syukurlah, kamu ini nyari gara-gara tau gak!" Omel mama Bertrand lagi.
"Sudahlah ma, yang penting anakmu gak kenapa-napa, tadi malam aja kamu panik, sekarang malah marah-marah." Kata papa Bertrand sambil geleng-geleng kepala.
"Maaf ya ma!" Kata Bertrand menyesal.
"Kok Marsha sama Adri belum balik-balik?" Tanya Adiwijaya.
"Mungkin masih sarapan, siapa tau rame!" kata Hutama.
Tak lama terdengar pintu terbuka, semua kompak menoleh.
Marsha dan Ardi muncul dari balik pintu. Mereka terlihat kaget, tak menyangka ada Iya membesuk Bertrand sepagi ini titik.
"kakek! "kata Marsha sambil menghampiri kakeknya dan mencium punggung tangan lelaki tua tersebut, dia juga menyalami kakek dan orangtua Bertrand yang juga berada di ruangan itu. Ardi mengikuti apa yang dilakukan oleh Marsha.
__ADS_1
"Terima kasih, Marsha, karena sudah menjaga Bertrand tadi malam!" kata Mama Bertrand saat Marsha menyalami wanita tersebut.
"Sama-sama tante!" ucap Marsha.
Pintu diketuk, kemudian seorang dokter dan suster masuk ke ruangan tersebut, memeriksa kondisi Bertrand.
"Mas nya sudah bisa pulang, kondisinya sudah jauh lebih baik, nanti akan kita berikan obat untuk mempercepat pemulihan sisa reaksi alerginya!" Ucap Dokter tersebut.
"Terima kasih dok!" Kata Mama Bertrand. Dokter tersebut mengangguk sambil tersenyum.
"Lain kali hindari makanan uang bisa membuat alerginya kembali ya, Mas!" Kata Dokter itu lagi. lalu pamit meninggalkan ruang rawat Bertrand.
"Silahkan urus administrasi nya ya pak Bu, di resepsionis." kata Perawat tersebut, lalu segera menyusul dokter tadi.
"Syukurlah kamu sudah bisa pulang. Papa akan iris administrasinya!' Kata Papa Bertrand. Namun segera di cegah oleh Ardi.
"Om di sini aja, biar Ardi yang urus!" kata Ardi cepat, lalu segera keluar dari ruangan Bertrand.
Kecuali mama Bertrand, para orang tua tersebut kemudian duduk di sofa yang ada di sudut ruangan, sementara Marsha masih berdiri. Dia bingung harus ngapain.
"Iya tante!" Kata Marsha, dia mendekat, tapi hanya berdiri. Mama Bertrand tersenyum kecil melihatnya.
"Sini, duduk sini!" Kata Mama Bertrand sambil memberikan kursinya untuk Marsha. Sementara dia beranjak duduk di kasur Bertrand.
"Memang kalian tadi malam kemana? kok mama gak tau?" Goda Mama Bertrand. Bertrand membuang muka,dia meraih ponselnya dan memainkan benda itu. Sementara Marsha berusaha bersikap wajar.
"Aku janjinya jalan bareng Ardi Tante, eh gak taunya dia ikut!" Kata Marsha sambil menunjuk Bertrand dengan ujung matanya.
"Memang Marsha sudah lama kenal sama Ardi?" Pancing Mama Bertrand.
"Hmm, baru juga sih tante, tapi aku sama Ardi cepat akrab, Ardi kan orangnya ramah, supel dan humble banget! Makanya cepat Akrab." Kata Marsha. Mama Bertrand tersenyum mendengar Marsha memuji Ardi, yang Marsha ucapkan tentang keponakannya itu memang tidak salah. Beliau menatap anaknya, terlihat ekspresi tak senang di wajah Bertrand.
"Terus sama Bertrand udah dekat gak?" Tanya Mama Bertrand.
Marsha hanya tersenyum kecut. Dia tak tau menjawab apa, Dia melirik Bertrand jutek. Sementara Bertrand hanya melirik sekilas sambil pura-pura asyik dengan smartphone nya itu. Mama Bertrand tertawa melihat ekspresi dua anak muda di depannya.
__ADS_1
Ardi kembali dari mengurus administrasi kepulangan Bertrand.
"Sudah selesai, sebentar lagi suster datang bawain obat yang harus elo minum saat di rumah!" Kata Ardi.
"Makasih ya, di!" Kata mama Bertrand.
"Iya, Tan!" Kata Ardi kepada tantenya itu. Tak lama suster datang memberikan obat Bertrand, dan membantu melepas selang infus dan oksigen yang di masih di pakai oleh Bertrand.
"Bisa berdiri atau saya ambilkan kursi roda?" tanya suster.
"Saya jalan saja!" Kata Bertrand gengsi. Dia tak ingin terlihat lemah. Toh dia merasa badannya juga sudah jauh lebih baik.
Suster tersebut mengangguk.
"Barang-barang kamu mana?" Tanya Mama Bertrand.
"Aku cuma bawa Hape sama dompet, ma!" Kata Bertrand.
"Ya sudah, kalau gitu kita pulang sekarang ya!" Kata mama Bertrand. Bertrand mengangguk. Mama Bertrand menghampiri papa dan kakek Bertrand. Bahwa mereka siap pulang.
...***...
"Terima kasih Marsha sudah menemani dan menjaga Bertrand!" Kata kakek Hutama sambil menepuk pelan lengan Marsha.
"Sama-sama, Kek!" Kata Marsha sambil tersenyum.
"Wijaya, kami jalan dulu, kamu tidak ikut ke rumah?" Ajak Hutama.
"Nanti saja, biar Bertrand sembuh dulu!" kata Hutama.
"Baiklah, Kami pamit dulu!" kata Hutama. Lalu masuk ke mobilnya.
Adiwijaya mengagguk. Dia lalu mengajak Marsha pulang bersama dengannya.
Dan mereka segera meninggalkan klinik tersebut.
__ADS_1
...***...