When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Pembicaraan Keluarga


__ADS_3

Adiwijaya memanggil seluruh anggota keluarga mereka untuk berkumpul setelah selesai makan malam. Ada hal yang penting yang akan beliau sampaikan. Marsha merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya saat kakek memberitahukan hal itu saat mereka sarapan tadi pagi.


Dia sudah bertanya pada kakaknya apa yang akan disampaikan oleh kakeknya itu.


"Kak, kira-kira kakek mau ngomongin apa?" Tanya Marsha saat dia menghampiri Andrew di kamarnya.


"Kakak juga gak tau, dua minggu kemarin kan kakak gak di rumah, Sha!" kata Andrew. Marsha menarik nafas. Ya, benar, Andrew baru kemarin malam tiba dari luar kota mengurus perusahaan kakek yang ada di sana.


"Ya udah deh, aku balik ke kamar!" kata Marsha, lalu segera meninggalkan kamar Andrew.


...***...


"Kakek sengaja mengumpulkan kalian semua di sini untul membicarakan perjodohan Marsha dan Bertrand." Kata Adiwijaya saat mereka semua sudah berkumpul.


"Marsha, kakek rasa kamu dan Bertrand semakin dekat. Kakek dan keluarga Hutama sudah sepakat untuk segera menyatukan kalian berdua dalam perjodohan ini, dan bulan depan, semua akan terlaksana." Kata Adiwijaya sambil menatap cucu perempuannya dengan seksama. Marsha hanya diam tak merespon sama sekali. Andrew menunduk mendengar ucapan kakek, dia mengerti perasaan Marsha yang campur aduk saat ini. Mama mengusap pelan lengan Marsha.

__ADS_1


"Mulai sekarang, persiapkan diri dengan baik, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri, banyak belajar dari mama kamu!" kata Adiwijaya lagi.


"Dan yang lain, kakek pinta untuk membantu mempersiapkan acara ini dengan baik, kakek ingin nantinya semua berjalan sempurna dan lancar!" kata Adiwijaya. Papa dan Andrew menganggukkan kepala.


"Dan kamu, Marsha, kakek harap kamu tidak berubah fikiran untuk menolak ini, karena kamu sendiri sudah bilang setuju waktu itu.


Marsha menarik nafas, dia mengangguk pelan.


"Memang kalau aku bilang tidak waktu itu apa kakek mau menerima?" Batin Marsha dalam hati.


"Siap, Pa!" Jawab papa Marsha.


"Kakek rasa semua mengerti. Silahkan pikirkan hal apa saja yang akan dipersiapkan, nanti kita bicarakan kembali sebelum keluarga Hutama kembali berkunjung kemari." Kata Adiwijaya lalu bangkit dari duduknya, dan berlalu menuju kamarnya.


...***...

__ADS_1


"Sha, waktumya semakin dekat, kamu yakin gak akan menolak permintaan kakek?" Tanya Andrew saat ia dan Marsha tengah duduk di meja makan ketika anggota keluarga yang lain telah tertidur. Andrew tadi juga sudah tertidur, tapi ia tiba-tiba merasa haus dan membuatnya bangun dari tidurnya. Dan ketika tiba di dapur, ia melihat adiknya tengah melamun duduk sendiri di meja makan dengan segelas air putih yang hanya terisi setengah gelas di tangannya.


"Baru kali ini Kakek meminta sesuatu dari aku kak, setelah semua yang kakek kasih buat aku, apa pantas aku menolak keinginannya?" Tanya Marsha. Dia menarik napas, kemudian melanjutkan ucapnya.


"Atau kalau aku menolak permintaan kakek begitu saja, apa kira-kira kakek akan menerima penolakan aku?" Tanya Marsha lagi sambil menatap kakak laki-laki nya itu. Andrew turut menarik nafas berat. Untuk pertama kalinya, dia tak bisa membantu adiknya. Karena ini keinginan kakek, permintaan kakek, orang yang sangat mereka hormati di keluarga ini.


"Sudahlah, aku gak pa-pa, kakak gak perlu khawatir, aku pasti bisa menjalani ini, semoga ini bisa membuat kakek bahagia, dan hidup aku juga bahagia karena melihat keluarga ini bahagia." jawab Marsha sambil tersenyum tipis.


Andrew membelai lembut puncak kepala adiknya. Dia membalas senyum Marsha.


"Adik kaka sudah dewasa, dia sudah tumbuh menjadi perempuan yang kuat! Percayalah, kami semua sangat menyayangi kamu!" Kata Andrew.


"Iya, aku percaya!" Jawab Marsha sambil kembali memberikan senyum untuk kakak nya itu.


"Sudah malam, kamu masuk kamar gih, istirahat." Kata Andrew lagi.

__ADS_1


"Iya, aku habiskan air putih nya dulu!" Jawab Marsha. Andrew mengangguk. Ditunggunya adik semata wayangnya itu menghabiskan isi gelasnya. Lalu bersama mereka naik ke lantai atas, lalu masuk ke kamarnya masing-masing.


__ADS_2