When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Sikap aneh Bertrand


__ADS_3

Bertrand menatap wajah Marsha yang tertidur pulas di kamar apartemen nya dan Bertrand, liburan mereka yang bertitel bulan madu pura-pura itu sudah berakhir. Dan saat ini mereka kembali menghuni apartemen mereka lagi.


Tangannya tanpa sadar terangkat membelai pelan wajah Marsha, dirapikannya anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik itu. Bertrand tersenyum lembut melihat wajah yang polos dan tenang itu tertidur dengan lelapnya.


Dia kembali teringat pembicaraanya dengan Rista saat di Paris kemarin. Bertrand tidak tau apakah luka Marsha sudah sembuh, atau hanya ditutupi saja. Tapi dari awal pernikahannya dan Marsha, Bertrand pun tidak pernah berpikir bahwa ini adalah main-main, karena itu lah Bertrand sama sekali tidak membuat syarat apapun di perjanjian pernikahan mereka. Hanya saja, Bertrand tidak tau harus dimana memulai hubungan mereka.


Bertrand kembali menatap wajah lelap Marsha, berlahan di dekatkannya wajahnya ke wajah Marsha. Bertrand menahan nafas, terasa hembusan nafas halus Marsha yang menerpa kulit wajahnya. Bertrand mengecup pelan kening Marsha. Gadis itu menggeliat. Bertrand menahan diri untuk tidak bergerak dari posisinya. Tak di sangka, di bawah kesadarannya Marsha merapatkan dirinya ke tubuh Bertrand. Bertrand tersenyum. Dia mengambil posisi memeluk Marsha, kemudian memejamkan matanya menyusul Marsha yang terlelap di alam mimpinya.


---____---


Marsha mengerjakan matanya perlahan, mencoba mengumpulkan kesadarannya. Dia merasa ada sebuah beban di perutnya. Melihat sebuah lengan besar memeluknya. Kesadarannya terkumpul. Dia tau itu tangan milik Bertrand. Dia merasakan sesuatu yang keras di kepala nya, Marsha tau dia pasti tidur berbantalkan lengan Bertrand. Entah sejak kapan dia tertidur dalam pelukan Bertrand. Dan anehnya, Marsha merasa tidurnya tadi mal sangat nyenyak dan nyaman, bahkan dia juga tidak ingat, apakah sempat bermimpi atau tidak dalam tidurnya.


Marsha memutar kepalanya ke kanan, dilihatnya Bertrand yang masih tertidur pulas. Berlahan Marsha menggerakkan tubuhnya ke kanan, menghadap Bertrand. Dipandangnya wajah Bertrand yang masih tertidur, Marsha memperhatikan setiap sisi wajah Bertrand, baru kali ini dia melihat Bertrand sedekat ini. Dan Marsha akui, Bertrand memiliki wajah yang menarik.


Tiba-tiba Bertrand menggeliat, Marsha segera menundukan pandangannya, dia sama sekali tidak berani bergerak. Bertrand mengeratkan pelukannya. Marsha menahan nafas. Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang hangat yang mengalir di tubuhnya. Berada sedekat ini dengan Bertrand, Marsha menjadi deg-degan. Dia berusaha menahan nafas. Bertrand tersenyum samar di balik tubuh Marsha. Sebenarnya dia sudah terlebih dahulu bangun dari Marsha. Tapi entah mengapa dia merasa enggan untuk bangkit dari ranjangnya.


Setelah beberapa saat hanya diam, Marsha berusaha menggerakan tubuhnya. Berlahan, diangkat nya tangan Bertrand yang memeluknya, lalu dipindahkan nya berlahan dari tubuhnya. Marsha pelan-pelan bangun dan bergeser dari ranjang. Setelah berhasil berdiri, Marsha kembali menatap Bertrand. Hanya sekejap. Setelah itu ia beranjak meninggalkan kamar.


---___---

__ADS_1


Setelah mendengar suara pintu yang tertutup, dan langkah kaki menjauh. Bertrand segera membuka mata. Ia segera bangun dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Dia tersenyum mengingat hal yang baru saja tersaji. Digelengkannya kepalanya. Lalu segera Bangkit menuju kamar mandi.


---____---


Marsha baru selesai memasak sarapan untuknya dan Bertrand bertepatan dengan Bertrand yang tiba di dapur dengan pakaian kerjanya yang lengkap dan rapi.


"Gue baru siap buat sarapan plus bekal makan siang, mumpung lagi baek, tuh sekalian gue siapin juga buat elo! itu juga kalo elo mau, kalo gak biar buat gue semua! " Kata Marsha saat di lihatnya Bertrand duduk meraih kursi makannya.


"Makasih, kamu buruan siap-siap, kita sarapan bareng, terus nanti aku antar ke kantor, sekalian aku mau ketemu kakek. Lagi pula mobil kamu di tinggal di rumah kakek sebelum kita liburan, semalam juga gak sempat ngambil!" Kata Bertrand sambil sibuk membuka ponselnya mengecek jadwalnya hari ini.


Marsha mengangguk, Dia merasa ada yang berbeda dari nada bicara Bertrand, tapi saat melihat jam di dinding, Marsha segera melupakan hal itu. Dia harus segera bersiap-siap untuk ke kantor.


---____---


"Marsha yang cucu kakek mana pernah ingat kesukaan kakeknya! " ucap kakek sambil melirik Marsha yang ekspresi nya berubah masam sambil terkekeh.


"Gak kok kek, itu juga bareng Marsha nyarinya! " Ujar Bertrand sambil melirik Marsha. Marsha kaget saat mendengar Bertrand membelanya.


Kakek menyipitkan matanya menatap cucu kesayangannya itu. "Kok kakek gak percaya ya? " kekeh kakek lagi.

__ADS_1


"Apa sih kek! " Dumel Marsha. Bertrand hanya tertawa melihatnya.


"Ya udah kek, kalo gitu Bertrand lanjut ke kantor dulu. " Pamit Bertrand sambil meraih tangan kakek dan menciumnya. Setelah itu Bertrand menyodorkan tangannya ke Marsha yang di tatap Marsha dengan bengong.


"Ngapain elo? " Tanya Marsha bingung


"Ya ampun, ini anak, mikirin apa sih? itu suami kamu pamit mau ke kantor Marsha. Kamu salim dulu. Itu juga ngomong apa pake elo-elo, gak sopan kamu sama suami! " omel kakek.


"Ooh, salim! " ujar Marsha sambil meraih tangan Bertrand bersalaman.


Kakek memukul lengan Marsha gemes, melihat cucunya yang salim tanpa mencium tangan suaminya.


"Bukan begitu Marsha!!! ayo ulang!" Kakek menarik tangan Marsha dan Bertrand untuk kembali salim. "Cium tangan suami kamu! " Perintah kakek.


Marsha menurut walau dengan wajah cemberut. Bertrand mengacak pelan puncak kepala Marsha. Membuat Marsha semakin cemberut. Tapi tidak berani protes di hadapan kakeknya.


"Ya udah, aku pamit dulu, baik-baik kerjanya. Terima kasih bekalnya ya, nanti pasti aku makan!! " Ucap Bertrand lagi, sambil menarik pelan belakang kepala Marsha agar lebih dekat dan mengecup sekilas keningnya di hadapan kakek. Kemudian Berlalu meninggalkan Marsha yang bengong dengan tingkah Bertrand pagi ini.


---___---

__ADS_1


__ADS_2