When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Fitting (1)


__ADS_3

Hari berganti, Perjodohan Marsha dan Bertrand tinggal menghitung hari. Kedua keluarga terlibat kesibukan yang sama untuk mempersiapkan pernikahan mewah Bertrand dan Marsha. Tapi kedua calon pengantin tersebut justru menjadi orang yang terlihat santai. Hanya terlihat, tapi tidak dengan isi hati dan pikiran mereka dengan segala kemungkinan yang akan terjadi setelah pernikahan itu di mulai.


"Marsha, besok pagi kamu dan Bertrand akan fitting pakaian yang akan kalian kenakan nanti, mama sudah minta Bertrand untuk menjemput kamu besok pagi. Kakek sudah putuskan mulai besok kamu juga gak perlu lagi ke kantor untuk sementara ini!" Kata mama Marsha, saat marsha sedang bersantai di kamarnya.


"Aku bisa sendiri ma, bilang Bertrand gak perlu jemput!" Jawab Marsha malas.


"Gak bisa, kamu gak boleh kemana-mana sendiri! Mama dan yang lain sibuk mempersiapkan hal lainnya untuk pernikahan kamu, karena itu mama minta Bertrand jemput kamu, toh itu baju kalian berdua kan?" tegas mama tak mau di bantah. Marsha mengagguk pasrah.


...***...


Marsha tengah menyuap sarapannya, saat tiba-tiba seseorang datang dan duduk di sampingnya.


"Ngapain elo pagi-pagi udah di sini? Pake duduk gak permisi lagi di samping gue!" Sungut Marsha sambil berdiri dan membawa piringnya pindah ke kursi yang berada di hadapan Bertrand.


"Gue di suruh calon mertua buat jemput calon istri yang tak diinginkan buat fitting baju!" Kata Bertrand datar sambil menatap Marsha yang masih setia dengan sarapan paginya.


"Apa elo bilang? emangnya elo calon suami yang gue inginkan??!!" Tanya Marsha kesal.


"Sama sekali enggak!!!" Lanjut Marsha ketus.


Bertrand tersenyum samar mendengar ucap Marsha.


"Terserah, yang jelas cepat abisin tuh isi piring pluss piring-piring nya sekalian kalau perlu, karena gue gak banyak waktu buat nungguin elo!" Kata Bertrand jutek.


"Kalau makan itu, gue gak bisa cepat-cepat, gue udah terbiasa makan dengan kunyahan yang sempurna, 32 kali setiap kali suapan!" Balas Marsha. Dia semakin memperlambat gerakan makannya, menikmati setiap suapan makanan ke mulutnya.


Bertrand sebenarnya gemas dengan kelakuan Marsha. Tapi dia juga paham, semakin dia ngotot, gadis ini juga gak akan kalah ngotot. Jadi Bertrand membiarkan Marsha dengan tingkahnya dengan berpura-pura sibuk dengan ponselnya.


Mama Marsha masuk ke ruang tengah, dia melihat Bertrand dan Marsha yang masih berada di meja makan. Mamanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak gadisnya dan menghampirinya.

__ADS_1


"Ya ampun, Sha, sejak kapan kamu makan anggun kaya gitu? kasian Bertrand udah dari tadi nungguin kamu kok malah gak kelar-kelar makannya? Sengaja ya biar bisa berlama-lama sama Bertrand? Nanti kamu kan juga bakal bareng terus sama Bertrand!!!" Kata Mama Marsha santai menegur putrinya membuat Marsha kaget dan tersedak mendengar ucapan mamanya.


"Ma..ma..uuhuk!!!hukkk!! Apaan sih?!!!" kata Marsha sambil terbatuk-batuk mencari gelasnya yang ternyata masih berada di tempatnya tadi sebelum Bertrand datang. Bertrand meraih gelas Marsha dan menyodorkannya ke gadis itu. Marsha dengan cepat menyambut gelasnya dan meminum isinya sampai habis.


"Makanya, kalau makan jangan banyak tingkah!" Kata mama Marsha lagi.


"Loh, kan gara-gara mama aku jadi kesesakan! suka asal deh kalo ngomong!" Kata Marsha kesal.


"Nah, malah nyalahin mama!!! kamu tuh cepat habisin sarapannya, kasian Bertrand udah dari tadi nungguin kamu, dia masih banyak urusan lain dibela-belain buat jemput kamu, malah kamunya ngaret!" Omel Mama Marsha.


"Loh, kok nyalahin aku? yang buat janjikan mama! bukan aku!! mana aku tau!" kilah Marsha.


"Udah!!! udah!! malah bertengkar, cepat habisin makannya!!" Perintah mama Marsha galak.


"Udah gak selera!!! yuk, cepat pergi sekarang!! kata Marsha sambil bangkit dari duduknya.


"Ini anak bener-bener ya??" Kata Mama Marsha. Sementara Marsha tak lagi menjawab, dia semakin mempercepat langkahnya keluar dari ruang makan menuju pintu depan.


"Gak perlu!!! calon pengantin gak boleh dandan kalau mau cantik!!!" Teriak Marsha asal.


Mamanya hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan anaknya.


"Tante harap kamu sabar yaa dengan tingkah Marsha!" Kata Mama Marsha saat Bertrand pamit menyusul Marsha keluar.


"Iya Tante, aku ngerti!" Kata Bertrand sambil pamit menyusul Marsha keluar. Saat Bertrand tiba di dekat mobilnya, Marsha sudah duduk manis di kursi belakang mobilnya. Bertrand membuka pintu depan dan masuk ke mobilnya.


"Kamu pindah ke depan, aku gak mau di kira sebagai supir!" Perintah Bertrand.


"Gak mau!! Aku mau di sini, kan kamu emang jadi supir aku hari ini!" Tolak Marsha.

__ADS_1


"Pindah ke depan!" Perintah Bertrand.


"Enggak!!!" Balas Marsha.


"Pindah ke depan atau mobil ini gak bakal jalan sama sekali!!" Ancam Bertrand.


"Gak!!! pokoknya aku mau tetap di belakang!" Tolak Marsha keras kepala. Bertrand menahan rahangnya dengan sikap keras kepala Marsha.


Dia membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya lalu membuka pintu belakang mobil.


"Pindah ke depan sendiri atau kamu mau aku gendong buat pindah ke depan??!!"Ancam Bertrand.


"Gak, pokoknya tetap di sini!!" Keras Marsha.


Bertrand segera masuk ke dalam mobil, mencoba menarik paksa Marsha ke dalam pelukannya, tapi Marsha yang merasa Bertrand tidak main-main dengan ancamannya segera melompat keluar dari pintu satu lagi dan membuka pintu depan lalu duduk di kursi depan sebelah kemudi.


Bertrand menyeringai, dia segala keluar dari kursi belakang, dan kembali duduk di belakang kemudi lalu segera menghidupkan dan menjalankan mesin mobilnya.


Marsha duduk diam sambil membuang pandangannya ke jendela dengan wajah cemberut. Mobil mulai melaju ke jalan raya saat Marsha tersadar. Dia lupa membawa tasnya yang tadi ia lepas di meja makan.


""Aaaaa, Tas gue ketinggalan!!!! kita putar balik!!!" Teriak Marsha tertahan.


"Gak ada waktu!!!" tolak Bertrand.


"Tadi elo sudah membuat gue menunggu lama, jadi jangan harap gue mau putar arah lagi!" Tegas Bertrand.


"Terus gimana nanti kalo mama nelpon atau gue mau nelpon mama kalo hape malah ketinggalan??!" Protes Marsha.


"Nyokap elo punya nomer ponsel gue, dan gue juga udah nyimpen nomor nyokap elo, dan keluarga elo yang lain, Jadi elo gak perlu banyak alasan lagi, elo bisa pake ponsel gue kalo butuh sesuatu!!" Kata Bertrand lagi.

__ADS_1


Marsha yang mendengar hal itu,langsung memasang wajah yang cemberut dan aksi diam sepanjang perjalanan menuju ke kantor desainer yang ditunjuk mama Marsha untuk merancang baju pernikahan Marsha dan Bertrand nanti. Ia membuang pandangannya kejendela dan menatap tempat-tempat yang ia lewati sampai akhirnya mereka tiba ke kantor designer yang mereka tuju.


...***...


__ADS_2