
Andrew memanggil seorang ART nya, dengan sopan dia meminta segelas susu hangat untuk adiknya.
"Minum dulu!" Kata Andrew sambil memberikan segelas susu ke Marsha. Marsha menerima susu tersebut dan meminumnya berlahan sampai susu tersebut habis. Dia kembali bersandar di sofa.
"Perlu dokter, nak?" Tanya Reynald.
"Gak pa, nanti juga ilang kok!" Kata Marsha sambil menarik lengan Andrew dan menaruh di kepalanya. Andrew membelai pelan puncak kepala adiknya.
"Lain kali kalau makan-makan itu fikir dulu dek, jangan asal enak kamu gak kira-kira!" Nasihat Andrew.
"Iyaaaa!!" Jawab Marsha. Dia merasa perutnya kembali murus-murus. Dia segera bangkit dari duduknya.
"Mau kemana?" Tanya Andrew.
"Kamar mandi!" Jawab Marsha cepat, dia segera berjalan cepat menuju kamar mandi.
Tepat Marsha masuk ke kamar mandi, terdengar suara mobil yang masuk ke halaman rumah tersebut. Adiwijaya sekeluarga minus Marsha segera menyambut tamu mereka.
"Wisnu, akhirnya kami tiba juga, kami sudah menunggu dari tadi!" Sambut Adiwijaya ramah. Lalu mereka saling menyapa dan berjabat tangan.
"Bertrand, sudah lama sekali kamu tidak bermain ke sini, dulu waktu kecil kamu selalu ikut kakeknya kesini bermain bersama Andrew." Kata Adiwijaya ramah.
"Iya Pak!" Jawab Bertrand segan.
"Sejak kapan kamu manggil saya bapak, nanti kakekmu marah dia merasa tua sendiri. saya sama seperti kakek kamu, jadi panggil kakek!" Kata Adiwijaya terkekeh. Semua tertawa mendengar hal itu.
"Hai pak Andrew, ternyata anda? Ah, saya baru sadar!" Kata Bertrand.
"Santai saja, panggil saja Andrew, dulu juga seperti itu, lagi pula kita seumuran!" Kata Andrew.
"Pasti kamu lupa kan Bertrand, kalau Andrew yang kamu temui teman main mu dulu!" Kata kakek Bertrand terkekeh.
"Iya kek, soalnya udah lama kan!" Kata Bertrand.
"Hai, Tan!" Sapa Bertrand menyapa Karisma yang sedang berbincang dengan Arini, mama Bertrand.
"Halo Bertrand, akhirnya setelah sekian lama, kamu bisa ke sini juga!" Kata Karisma ramah.
"Iya, Tan!" Kata Bertrand tak kalah ramah.
"Ayo, kita langsung ke meja makan!" Ajak Adiwijaya.
__ADS_1
"Oiya, aku boleh numpang ke toilet?" Tanya Bertrand kepada tuan rumah.
"Toilet di sana, Bertrand!" Kata Karisma sambil menunjuk sebuah lorong yang ada di ruangan tersebut. Bertrand mengagguk dan segera menuju tempat yang ditunjuk oleh Karisma.
"Oya, mana Marsha?" Tanya Hutama.
"Ada, dia sedang di kamar mandi. Tadi ngeluh sakit perut gara-gara ikut mbak di rumah ini rujakan!" Kata Papa Marsha.
Mereka bercengkrama dan berbincang ringan di meja makan sembari menunggu Bertrand dan Marsha yang ada di toilet.
...***...
"Ahh, akhirnya udah bener-bener nyaman perutnya! Kapok deh makan rujak pedes-pedes lagi!" Gerutu Marsha sambil merapikan pakaiannya di cermin kamar mandi.
"Kayanya tamu kakek udah datang." Gumam Marsha. Dia segera membuka pintu kamar mandi. Namun betapa kagetnya Marsha karena disaat bersamaan pintu kamar mandi di hadapannya juga terbuka, dan si cowok sengak sok arogan itu berada di sana!!!"
"Aaaaa!!!" Teriak Marsha. Bertrand pun sama kagetnya dengan Marsha.
"Ngapain elo di sini?!!!!" Teriak mereka kompak.
"Elo yang ngapain disini?" bentak Bertrand.
"Justru elo yang kenapa tiba-tiba ada di rumah gue?" Teriak Marsha.
"Jelas-jelas ini rumah Andara Wijaya, Seorang pengusaha sukses yang terkenal!!!! dan gue di sini diundang oleh pemilik rumah ini, Bapak Andara Adiwijaya!" Kata Bertrand sombong.
"Dan elo??? Jangan-jangan elo penyusup di sini??? oh, atau elo merangkap ART juga di kediaman Adiwijaya?" Kata Bertrand meremehkan.
"Elo???!? Kata Marsha sambil menunjuk Bertrand.
"Apa???!!!" Tantang Bertrand.
Marsha menatap Bertrand tajam. Bertrand membalas tatapan itu tak kalah tajam. Tiba-tiba Marsha menginjak kaki Bertrand sekuat tenaga. Membuat Bertrand berteriak dan mengasuh kesakitan.
"Aduhhhh!!! Gila elo yaa!!!" Teriak Bertrand sambil memegang kakinya yang baru saja diinjak Marsha, suaranya terdengar hingga ke meja makan. Membuat mereka yang tengah duduk disana kaget dan segera menyusul Bertrand ke kamar mandi.
"Bertrand! Kenapa?" Tanya mereka.
"Nah, mampus elu? Gak bisa ngelakkan??" Kata Bertrand senang melihat semua yang ada di rumah berkumpul di lorong toilet.
"Ini kek, ada penyusup, dia pegawai kakek Adiwijaya di kantor!" Kata Bertrand Yakin membuat semua yang ada disana melongo. kecuali Andrew, dia tertawa terbahak-bahak saat adiknya di tuduh penyusup. Andrew segera berjalan merangkul adiknya.
__ADS_1
"Bertrand, kenalkan, ini Marsha, adik saya, cucu kakek Adiwijaya!" Kata Andrew sambil menahan tawa. Semua yang ada di sana tertawa, sementara wajah Bertrand memerah karena malu! Dan Marsha tersenyum mengejek!.
"Sialan! Ternyata dia cucu Adiwijaya! Dan lihat, sekarang dia makin berani mengejek gue dengan sorot wajahnya!!!" Gerutu Bertrand dalam hati.
"Bertrand! Ayo minta maaf, kamu sudah salah paham nak!" Kata Arini.
"Sorry!" Kata Bertrand pelan.
"Apa??? Gak dengar!" Ledek Marsha.
"Maaf, Gue salah paham!" Kata Bertrand lebih keras. Marsha tersenyum lebar mendengar permintaan maaf terpaksa Bertrand.
"Sudah! sudah! Ayo sekarang kita kembali ke meja makan!" Kata Adiwijaya, menormalkan suasana mereka.
Mereka semua kembali berkumpul di meja makan. Termasuk Marsha dan Bertrand.
"Suasana di meja makan terasa hangat oleh pembicaraan mereka yang lebih tua, tapi tidak dengan Marsha dan Bertrand. Sesekali mereka saling pandang dengan keki. Andrew yang tau hal itu berkali-kali bebisik menggoda adiknya.
"Bukannya Marsha sama Bertrand ada projects kerja sama? Kok bisa gak saling kenal?" Tanya Candra Hutama.
"Iya om, karena kita benar-benar pure kerja, ketemu buat kerja, gak pernah membahas yang lain, jadi gak tau!" Jawab Marsha.
"Marsha semakin dewasa dan cantik dari terakhir yang kakek lihat! Gimana sekarang?" Tanya Hutama.
"Makasih kek, Aku sekarang cuma ikut kerja d kantor kakek sambil belajar dan cari pengalaman."
"Bukan itu, kamu sudah punya pacar belum? Cantik gini pasti banyak yang antri." Goda Hutama.
Marsha tersenyum mendengarnya.
"Alhamdulillah kek, tapi biasa saja kok kek, kebetulan saat ini aku sedang fokus dengan pekerjaan di kantor jadi nggak sempat mikirin pacar-pacaran!" jawab Marsha jujur.
"Wah pas kalau begitu, sama kaya Bertrand. Dia juga saat ini tengah fokus dengan kantor. Berati kalian berdua sama, Kalau dijodohkan sepertinya cocok!" Goda Wisnu Hutama tanpa merasa bersalah. Sementara Marsha dan Bertrand langsung tersedak mendengar ucapan Hutama.
Bahkan Marsha sampai terbatuk-batuk mendengarnya.
"Marsha, pelan-pelan nak!" Tegur mama Marsha. Andrew buru-buru memberikan segelas air ke Marsha
"Kakek apa-apaan sih, pake ngomong kaya gitu! bisa besar kepala ni cewek!!" Batin Bertrand. Dia kembali melirik Marsha. Sementara yang dilirik sedang bergumam di dalam hati.
"Amit amit jabang bayi gue nemu jodoh beginian! Kaya gak ada yang lain aja!" Batin Marsha. Mereka saling melirik keki.
__ADS_1
...***...