
"Besok kan libur, kamu ada acara gak?kita ke rumah kakek tama yuk, udah lama banget kan gak ada mampir, mau gak?" Tanya Marsha.
Bertrand mendongakkan wajahnya, menatap Marsha dengan sendok yang ia pegang menggantung di udara. Mereka tengah sarapan sebelum berangkat ke kantor pagi ini. Tumben sekali gadis itu mengajak ke rumah kakeknya. Biasa cuma mau pergi jika Bertahan yang mengajak, tapi kali ini justru Marsha yang mengajaknya.
"Gimana? bisa gak? " Tanya Marsha lagi. Bertrand melanjutkan suaranya. Menguyah makanan nya sampai habis. Lalu mengambil minum. Baru ia menjawab pertanyaan Marsha.
"Tumben? Biasa gak bakal kesana kalo gak di ajak? Ada apa? " Tanya Bertrand balik.
"Yaa pengen aja, kan udah lama gak kesana."
"Ya, boleh, nanti aku telpon mama dulu yaa, semoga aja besok semua lagi ada di rumah! "
"Oke! "
"Ya udah, cepat sarapannya, nanti keburu macet! telat lagi nyampe kantor."
Marsha mengangguk, melanjutkan sarapannya.
---___---
"Halo Sha! Ada apa? " Sapa Bertrand di seberang sana.
"Hmm halo, kamu hari ini pulang jam berapa?"
"Kayanya cepat, kenapa? mau pulang bareng?"
"Boleh? "
"Ya boleh dong, nanti aku jemput yaa! Oya, mama bilang, besok di tunggu pagi-pagi, biar sarapan sama-sama. Soalnya sore mama ada arisan."
"Ya, udah, gak pa-pa, pulangnya sekalian cari oleh-oleh buat di bawa ke rumah mama ya! "
"Siappp, udah dulu ya! aku lanjutin kerjaan lagi biar cepat siap, jadi gak telat jemput kamu! "
"Oke, makasih! Bye!! "
"Bye!"
---____---
"Hai sayang, akhirnya jadi juga ke sini! " Sapa Arini ramah dengan senyum lebar saat Marsha baru saja turun dari mobil. Segera di sambutnya menantu satu-satunya itu dengan pelukan dan ciuman di pipi kanan dan kiri Marsha.
"Iya, Ma! Maaf, Marsha baru sempat ke Marin jenguk mama, papa sama kakek! ".
" Gak pa-pa sayang, kami paham, kamu sama Bertrand pasti sibuk dengan kerjaan. Yuk masuk, papa sama kakek udah nungguin loh! " Ajak Arini, di gandengnya tangan Marsha masuk ke rumah.
"Bertrand nya masih di luar ma! " Kata Marsha sambil menoleh ke belakang, di lihatnya Bertrand baru saja turun dari mobil yang ia parkir terlebih dahulu di carport yang ada di salah satu sisi halaman rumah.
"Gak pa-pa, Bertrand mah bisa nyusul! " Ucap mama Arini sambil mengibaskan tangannya ke udara.
"Nah, itu papa sama kakek sudah menunggu di meja makan."
"Kakek! " sapa Marsha, saat ia tiba di ruang makan. Hutama segera berdiri begitu melihat cucu menantunya. Segera Marsha menarik tangan Hutama dan menciumnya. Hutama mengelus pelan puncak kepala Marsha.
"Apa kabar, nak? lama sekali kamu gak ada mengunjungi kakek! " balas Hutama.
"Baik kek, Maaf ya Kek, Marsha baru sekarang bisa kemari! Kakek sama papa juga sehat-sehat aja kan? " Tanya Marsha. Dia juga mendatangi Harry papa Bertrand, dan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukannya pada kakek Hutama.
__ADS_1
"Ya ampun, aku kayak gak di anggap anak lagi , gak di tunggu, gak di sambut, gak di tanyain! " Dumel Bertrand yang baru saja tiba di ruang makan sambil membawa paper bag di tangannya.
"Bosen, Mama punya anak kamu! " Balas Arini, beliau menyambut bawaan Bertrand.
"Apa ini? Wangi nya enak banget!" Tanya Mama Arini seraya membuka isi paper bag dan mengeluarkan wadah yang ada di dalamnya.
Bertrand duduk di sebelah Hutama, tak lupa di bawanya Marsha untuk duduk di sampingnya.
"Muffin buah ma, kata Bertrand, semua suka Muffin buah, jadi Marsha buatin aja tadi pagi, itu juga ada puding buah."
"Ya ampun, makasih sayang, repot-repot segala! " Arini segera menyerahkan oleh-oleh anaknya itu kepada ART yang sedang menata menu sarapan di atas meja.
"Gak repot ma, kebetulan Marsha juga dulu senang buat olahan dari buah! " Lanjut Marsha.
"Ayo, kita sarapan dulu, nanti lanjut ngobrolnya, ini rawonnya sudah siap. Kita sarapan rawon ya! " Ajak kakek.
---___---
Langit yang berwarna oren kemerahan menemani Marsha yang tengah duduk di balkon kamarnya. Marsha menarik napasnya berat. Pembicaraannya dengan kakek Hutama juga orang tua Bertrand terbayang di kepalanya.
"Bagaimana nak, kamu sudah isi? " Tanya Hutama.
Marsha hanya menggeleng, saat itu Hanya ada kakek dan Orang tua Bertrand saja di teras samping yang menghadap kebun bunga koleksi mama Arini. Sementara Bertrand sedang berada di kamar nya.
Marsha menggeleng menjawab pertanyaan Hutama.
"Maaf, Kek! " Jawab Marsha sambil menundukan kepalanya. Terdengar hela nafas Hutama.
"Tak apa sayang, lagi pula kamu belum ada setahun menikah. Puas-puasin dulu pacarannya, kan kemaren baru kenal langsung di nikahkan, anggap aja masa pengenalan, sebelum kalian di kasih rezeki momongan!!" kata Mama Arini sambil mengelus pelan rambut Marsha.
Marsha tak berani berkata, dia hanya mengangguk sambil memaksakan sebuah senyuman.
"Oya, ini beneran kamu yang bikin muffin nya? ini enak banget loh, teksturnya lembut dan lembab, mama suka, pudingnya juga mama suka, seger banget itu pas siang-siang ngemil pudingnya! Ayo papa, mas coba di cicip buatan Marsha! " Kata Mama Arini mencairkan suasana. Dia tau menantunya terlihat tidak nyaman membicarakan keturunan.
"Kalo mama suka, nanti Marsha buatin lagi! " Kata Marsha sambil tersenyum kepada mama
mertuanya.
"Jadi buat mama kami aja? kakek sama papa gak? " goda Hutama.
"Hehe, ya buat semua dong Kek! "
"Nanti, kalo kesini lagi, kamu nginap ya, gak pernah kan nginap disini, sekalian ajarin mama kamu buat Muffin sama pudingnya. Papa juga suka kok." Kata Papa Bertrand.
"Kapan-kapan ya pa, Marsha tanya Bertrand juga! "
"Kalo Bertrand gak mau, ya kamu aja ke sini sendiri, nanti biar supir yang jemput. " Sambung Hutama.
" Lagi ngomongin apa sih? " Tanya Bertrand yang tiba-tiba ikut bergabung. Dia mengambil posisi duduk di samping Marsha.
"Ngomongin kamu, masa udah beberapa bulan nikah, sekalipun menantu mama gak pernah di ajak nginap? mama kan pengen dekat sama menantu mama! "
Bertrand terkekeh-kekeh. Dia acaknya pelan rambut Marsha.
"Gimana sayang? mau kan sesekali nginap di sini? " Tanya Bertrand sambil melingkarkan sebelah tangannya ke bahu Marsha membawanya lebih rapat disisi Bertrand.
Marsha hanya tersenyum kikuk membalasnya.
__ADS_1
"Oya, kakek sama papa tadi ada yang mau di bahas, jadi? " Tanya Bertrand ada Hutama.
"Jadi, ayo, kita ngobrol di ruang kerja kakek saja. " Kata Hutama, Lalu bangkit dari duduk nya.
"Rin, nanti minta bibi bawakan kue nya Marsha ke ruang kerja ya!" Sambung kakek lagi memberi perintah kepada menantunya.
"Iya pa!" Jawab Arini.
"Sayang, aku mau bicara sama kakek, kamu sama mama dulu ya! " Pamit Bertrand, Tak lupa ia mencuri sebuah kecupan di kening Marsha. Membuat orang tuanya yang melihat itu geleng-geleng kepala.
"Bertrand memperlakukan kamu dengan baik kan nak? Dia gak menyulitkan dan menyusahkan kamu kan?" Tanya mama Arini saat mereka hanya tinggal berdua.
"Gak kok ma, Bertrand baik kok, Dia gak pernah menyusahkan Marsha. " Jawab Marsha.
"Syukurlah, padahal mama sempat khawatir sama perjodohan kalian. Tapi sepertinya kekhawatiran mama tidak beralasan. Melihat kalian tadi mama jadi lega." senyum Arini.
"Oiya, Bertrand gak rewel kan soal makanan? Soalnya kalo di rumah dia cerewet, itu aja dari kemaren dia udah request minta rawon, malah pagi-pagi udah nelpon dulu sebelum kesini nanya rawon udah mateng apa belum? Belum lagi untuk siang dia juga request minta buatin ayam bakar pedas manis! " Kekeh Arini.
"Oya? Bertrand malahan gak pernah rewel kok ma, dia makan apa aja yang Marsha siapin, kadang kalo gak sempat masak Marsha cuma pesan online aja! "
"Wah, masa sih?" Tanya Arini tak percaya.
"Bener kok ma, malah Marsha pikir Bertrand pemakan segalanya, kecuali seafood. " tawa Marsha.
"Bisa rumah sakit urusannya kalo Bertrand ketemu seafood! " Sambung Arini.
"Emang Bertrand biasa suka makan apa ma? "
"Bertrand itu suka olahan ayam dan daging sapi, khusus ayam dia cuma suka bagian dada tanpa leher dan sayap. kalo masakan nya dia suka rawon, ayam bakar, bistik. Dia juga suka buah, mau langsung makan atau di olah jadi puding, jus, salad, rujak, dia bakal makan kok. Cuma jangan terlalu pedas, Bertrand gak tahan pedas. Oiya, Sebentar. "Kata Arini memutus percakapan, dia beranjak masuk ke dalam rumah, dan setelah beberapa saat dia kembali membawa sebuah album foto.
" Mumpung lagi ngobrolin Bertrand, sini mama liatin foto Bertrand dari kecil, kita gosipin mumpung orangnya lagi sama kakek, mereka pasti bakal lama di ruang kerja! " Kata Arini lagi.
"Nah, ini Bertrand baru lahir, ini Bertrand umur 1 tahun dan ini.... " Banyak sekali hal yang diceritakan Arini tentang Bertrand. Beberapa kali Marsha tertawa, baik ketika melihat tingkah Bertrand di foto atau mendengar cerita kelakuan lucu Bertrand lainnya yang diceritakan mama Arini.
"Jujur, mama sempat khawatir melihat pergaulan dan pacar Bertrand dulu, mama sempat putus asa. Sampai akhirnya kakek marah, mengancam Bertrand dengan menarik semua fasilitas yang diberikan, Bertrand yang awalnya tidak main bekerja di paksa kakek untuk bekerja di perusahaan. Dan kakek juga menjodohkan kalian karena kakek ingin Bertrand mendapatkan perempuan yang tepat untuk mendampingi nya. Dan mama bersyukur, ternyata pilihan kakek sangat tepat. Mama bisa melihat perubahan Bertrand yang makin kesini jauh lebih baik. Kakek bilang, Bertrand semangat sekali dalam bekerja, jauh lebih fokus dan serius, dia jauh lebih bertanggung jawab. Dan mama bisa lihat, salah satu penyebab nya adalah kamu, Sepertinya Bertrand benar-benar sayang sama kamu, jelas terlihat dari sikap dan cara dia memandang kamu. Terima kasih ya nak, mama harap kamu selalu bisa mendampingi Bertrand, bagaimana pun keadaannya nanti! "Kata Arini sambil mengusap pelan punggung tangan Marsha yang hanya bisa terdiam mendengarkan hal itu.
---___---
" Hei! mikiran apa sih? udah mau senja loh! itu juga teh nya udah dingin! "Kaget Bertrand yang baru saja pulang dari coffe shop yang ada di lantai bawah apartemen, tadi setelah pulang dari kediaman kakek hutama, Bertrand harus menunggu orang kantornya yang akan menyerahkan berkas penting yang harus Bertrand periksa sebelum besok akan diserahkan kepada kakek tama.
"Eh, kapan balik? " Tanya Marsha setelah reda kagetnya. Bertrand sudah duduk di sebelah nya.
"Beberapa menit yang lalu, tadi aku panggil gak ada yang jawab, ternyata kamu lagi melamu disini. Mikirin apa sih?" Tanya Bertrand sambil menatap Marsha.
"
Marsha menggeleng. "Cuma menikmati senja. "
" Sampai segitunya? "
"Hmm"
Bertrand mengernyitkan keningnya, memperhatikan wajah Marsha. Di tangkup kannya kedua tangannya ke wajah gadis itu. Marsha menoleh melihat Bertrand.
"Kalo ada sesuatu yang kamu fikirkan atau kamu rasakan, kamu bisa cerita sama aku. Kamu gak sendirian, ada aku didekat kamu! " Kata Bertrand pelan sambil menatap manik mata gadis di hadapan nya. Marsha terdiam. Dia mencoba membalas tatapan Bertrand, mencoba mencari sesuatu disana. Bertrand mendekatkan wajahnya, di kecup nya kening Marsha, ditatapnya lagi gadis itu, Marsha masih terdiam, berusaha mencerna ucapan dan arti tatapan Bertrand. Bertrand kembali mendekatkan wajahnya. Menahan nafas sebelum akhirnya menyatukan bibirnya dengan bibir Marsha. Tubuh Marsha menegang, dia menahan nafas, tiba-tiba dia tidak bisa mencerna apa yang tengah terjadi, fikirannya berhenti sesaat. Bertrand semakin memperdalam ciumannya, tangannya menahan tengkuk Marsha. Sampai akhirnya Marsha tersadar. Di dorongnya tubuh Bertrand. Dia segera bangkit, masuk ke kamar, sebelum sempat menoleh kebelakang melihat Bertrand yang juga tengah menatapnya. Marsha segera membuang pandangannya meninggalkan Bertrand di Balkon.
---____---
__ADS_1