When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Meeting


__ADS_3

"Saya harap, semua mengerti dan bisa saling mensupport segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana kerja sama yang sudah kita atur hari ini, dan semoga saja perusahaan Adiwijaya dan Wisnu Hutama terus dapat menjalin hubungan kerja dan partnership yang membawa dampak baik bagi kelangsungan perusahaan." Kata Andrew menutup pertemuan rapat hari itu.


"Dan pak Bertrand, saya persilakan untuk ada berkenalan dan membuat langkah selanjutnya dengan tim yang sudah dipilih untuk mewakili kerjasama dari perusahaan kami." Kata Andrew kepada Bertrand sebelum akhirnya dia meninggalkan ruangan rapat.


"Oke, Seperti yang pak Andrew jelaskan tadi, kita akan memulai kerjasama kita dalam membuat produk kombinasi yang akan dipasarkan secara bersamaan!" Kata Bertrand, dia menjelaskan satu persatu setiap poinnya, semua memperhatikan dengan seksama dan mencatat setiap poin-poin penting kerjasama tersebut.


"Oya, ini semua tim sudah lengkap ya?" Tanya Bertrand.


"Dari perusahaan kami ada satu orang yang belum bisa hadir pagi ini pak, karena ada urgensi yang harus beliau selesaikan, tapi begitu selesai beliau akan segera kemari." Kata salah satu karyawan.


Bertrand mengangguk, dengan terampil dan luwes Bertrand berbicara di hadapan tim yang akan bekerjasama dalam menjalankan ide bisnisnya. Mereka bertukar ide dan pikiran untuk menjalankan rencana kerja selanjutnya.


...***...


"Oke, Terima kasih Marsha, maaf masih merepotkan kamu!" Kata pak Ronald.


"Sama-sama pak, tidak sama sekali, senang bisa membantu bapak!" Jawab Marsha sopan.


"Padahal kamu akan ada meeting, tapi masih berkenan di ganggu waktunya. Sekali lagi terima kasih Marsha!"


"Iya pak, sama-sama, Kalau gitu saya pamit kembali ke kantor!" Kata Marsha karena saat ini dia sedang berada di luar kantor membantu mantan bosnya saat berada divisi yang lama mengecek laporan-laporan yang sudah di revisi nya kemarin.


"Oh, iya, kamu balik pake supir saya saja ya, biar cepat tiba di kantor!" Ujar Pak Ronald saat Marsha sudah berlalu, namun suaranya masih terdengar. Marsha mengangguk dan menyatukan dua telapak tangan di depan dadanya, tanda terima kasih.


Supir pak Ronald dengan cekatan segera mengantarkan Marsha ke kantor. Marsha buru-buru keluar dari mobil saat mobil tiba di depan pintu masuk gedung kantor. Dia segera menghampiri lift dan menunggu pintu lift terbuka. Segera dia masuk dan menekan tombol lift sesuai angka dimana ruang rapat berada.

__ADS_1


Marsha mengetuk pintu ruang rapat sebelum dia masuk. Dia melihat peserta rapat yang lain tengah duduk sambil mencoret note mereka, dan beberapa tengah berbicara serius. Seseorang yang mengenal Marsha segera memberi kode dan meminta Marsha duduk di satu kursi kosong paling ujung di sebelah nya. Marsha mengangguk, dia menundukan sedikit kepalanya dan menyatukan telapak tangan di dada tanda permisi dan permintaan maaf atas keterlambatannya saat dilihatnya beberapa orang tengah memandangnya.


"Maaf, waktunya jadi terganggu!" Kata Bertrand yang tiba-tiba muncul dan berdiri di hadapan. Mata Marsha membulat melihatnya, dia segera menundukan kepalanya, dan sengaja menutupi sebagian wajahnya dengan rambutnya.


"Lah, kenapa ada ni orang di sini?" dumel Marsha yang di dengar oleh teman yang tadi meminta Marsha duduk di sampingnya.


"Apa, Sha?" bisiknya.


"Apa?" Tanya Marsha bingung.


"Elo barusan ngomong apa?" tanyanya.


"Gak ngomong apa-apa kok! eh, emangnya kedengaran?" Tanya Marsha lagi sambil berbisik.


"Yee, elo, apaan sih!" Kata teman Marsha tersebut.


"Tu cewek siapa ya? sekilas kaya pernah lihat!" Fikir Bertrand.


"Eh, gak ,maaf! Silahkan di lanjutkan!" jawab teman Marsha cepat, sementara Marsha pura-pura menulis sesuatu tanpa menoleh.


Bertrand mengangguk, dia memandang tajam Marsha yang masih menunduk seolah menulis sesuatu.


"Semoga dia gak ngenalin gue!" Batin Marsha.


Dan yups!!! sampai pembahasan rapat tersebut Bertrand memang tidak dapat melihat wajah Marsha. Begitu rapat selesai, Bertrand segera buru-buru pamit, sementara beberapa perwakilan dari perusahaannya tetap tinggal untuk membahas kembali poin-poin yang tadi sudah mereka bahas. Begitu pula Marsha, dia mendengar dan mencatat ulang penjelasan Arni, rekan yang duduk disampingnya itu.

__ADS_1


"Jadi, produknya ini dan ini, dan elo terlibat di tim pemasaran dan promosi produk, nah kita kerjanya bareng mas ini dan mbak ini!" Kata Arni sambil menunjuk tiga orang yang ada di seberang mereka. Ketiga orang itu mengangguk. Mereka berdiri dan menghampiri Marsha, berkenalan dan membicarakan rencana promosi dan pemasaran produk mereka tersebut.


Marsha mengangguk-angguk mengerti mendengar penjelasan ke empat orang yang satu bagian dengannya.


"Oke, saya paham!" Kata Marsha, dia menambahkan ide-ide lainnya yang disetujui oleh rekan nya tersebut.


...***...


Seluruh keluarga Adiwijaya sedang berkumpul di meja makan malam itu. Mereka tengah menikmati santap malamnya sambil berbincang hangat obrolan di luar rutinitas pekerjaan.


"Kek, aku permisi ke ruang kerja dulu ya, ada yang harus aku cek!" pamit Andrew. Kakeknua mengagguk.


"Marsha juga ya kek, ada yang mau Marsha tanya sama kak Andrew. Masalah kantor!" Ucap Marsha cepat sambil menyusul Andrew tanpa menunggu persetujuan kakeknya, membuat orang tua itu geleng-geleng kepala. Sementara papa mama Andrew dan Marsha tersebut hanya tersenyum melihat tingkah anak bungsunya itu.


"Kak, masa aku dilibatkan dalam kerjasama dengan perusahaan Wisnu Hutama sih!" Protes Marsha saat dia sudah berada di ruang kerja Andrew.


"Kakek yang minta!" Jawab Andrew.


"Tapi kenapa? aku kan sebal sama tu orang yang tadi memimpin rapat. Gimana mau kerja sama coba? yang ada malah ribut nanti!" Keluh Marsha.


"Yaa, gak tau, mungkin biar kamu bisa belajar lebih banyak!" Jawab Andrew santai.


"Ih, kan kakak bisa nyaranin gak gitu!"


"Ya gak bisa gitu, kalau kakek yang kasih perintah masa kakak bilang gak bisa?" Kata Andrew lagi.

__ADS_1


"Huh!!! Kayanya pekerjaan ini bakal gak nyaman!!!" Keluh Marsha. Dia segera berjalan keluar dari ruang kerja Andrew.


...***...


__ADS_2