When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah

When Miss Nyolot & Mr. Arrogant Dipaksa Menikah
Yang sopan Marsha!


__ADS_3

"Bertrand, elo liat aer phone gue yang warna pink itu gak sih? perasaan gue taroh di atas meja sini deh! " Tanya Marsha pada Bertrand yang sedang duduk santai di living room sambil mengerjakan sesuatu di ipad nya.


Dari tadi gadis itu sibuk grasak-grusuk ke sana ke mari mencari barangnya yang hilang atau mungkin ia lupa meletakkan benda itu dimana.


"Bertrand!!! elo gak lihat ya ear phone gue? " Tanya Marsha lagi sambil matanya menyapu seluruh ruangan. Bertrand sama sekali tidak menyahut, tetap fokus di posisinya masih tidak menjawab pertanyaan Marsha. Membuat Marsha yang melihatnya menjadi geram.


"Bertrand!!! elo budek apa, dari tadi gue tanya gak nyahut!!" Kesal Marsha, dia sudah lelah mencari benda kecil itu, tapi tak juga ketemu. Dihempaskan nya tubuh nya di sofa sebelah Bertrand. Bertrand menghela nafasnya pelan. menatap gadis yang duduk dengan wajah cemberut di sampingnya.


"Ada apa Marsha? " Tanya Bertrand.


"Elo dari tadi budek apa gue tanya lihat ear phone gue gak??? " Jawab Marsha jutek.


"Bisa gak ngomongnya baik-baik? " Tanya Bertrand sabar. Marsha mengernyit bingung menatap Bertrand.


"Loh, dari tadi gue kan nanya baik-baik, tapi elo yang gak dengar-dengar!"


Bertrand melepaskan kaca mata anti radiasi yang di gunakan nya, lalu meletakkannya bersama ipad yang dari tadi ia pegang di atas meja.


Merubah posisi duduknya menghadap Marsha. di putarnya bahu gadis itu untuk ikut menghadap nya.


"Bisa gak ngomong nya gak pake elo gue lagi? gak sopan dengarnya ngomong sama suami kaya gitu!"


"Loh, biasa juga gitu kan? "


"Jangan dibiasain, gak bagus! "

__ADS_1


"Ya sama suami beneran gak pa-pa, lah kita kan cuma pura-pura! "


"Tapi kita nikahnya beneran Marsha, dan semua orang taunya Marsha itu istri Bertrand, Bertrand itu suaminya Marsha. Jadi mulai sekarang, ubah panggilan nya, gak enak banget pas lagi ngumpul kita kebiasaan ngomong pake elo gue." Tegas Bertrand.


Marsha mengerucut kan bibirnya kesal.


"Ya udah, keserah, ada liat gak earphonenya?" Tanya Marsha lagi sambil mengembalikan posisi duduknya.


Bertrand menghela nafasnya, menatap Marsha kesal. Dia kembali ke posisi duduknya meraih kembali ipad yang tadi di taruh nya di meja.


"Ihhh, kannn kok malah ga di jawab, di tanyain juga! " Kesal Marsha lagi sembari memukul lengan Bertrand kesal.


"Aku gak jawab kalo masih gak sopan gitu!" Balas Bertrand ketus.


"Ya udah!! " Sebal Marsha, dia segera bangkit meninggalkan Bertrand dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Bertrand hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Marsha.


Baru 15 menit Marsha masuk ke kamar, gadis itu kembali keluar dan duduk kembali di samping Bertrand.


"Bertrand, elo beneran gak lihat ya? " Rengek Marsha sambil mengguncang lengan Bertrand.


"Yang sopan nanyanya! "


Marsha mendelik kesal, tapi dia harus menemukan kembali earphone itu. itu salah satu benda kesayangannya. Di beri oleh kakak tersayangnya, Andrew.


"Bertrand, kamu ada lihat earphone ku gak? " Ulang Marsha. Kali ini tanpa elo gue.

__ADS_1


"Aku suami kamu, lebih tua dari kamu, gak sopan harus panggil nama."


"Iih, nyebelin banget sih elo! " Ujar Marsha gemes.


"Jadi mau di panggil apa? Mas gitu?? jijik banget sih! " Nyolot gadis itu lagi.


"Nah, itu tau, panggil Mas! mulai sekarang panggil mas! " Kata Bertrand tersenyum senang sambil mengacak rambut Marsha.


"Ih, nyebelin banget!!" Kata Marsha sambil melipat tangannya di dada. Wajahnya semakin kusut.


"Ya udah, keserah! aku bakal tetap cuekin kamu kalo masih gak bisa ngomong dengan sopan sama aku! " Balas Bertrand lagi.


Dia menyeringai saat di lihatnya Marsha mengacak kesal rambutnya sendiri.


Suasana kembali sepi. Marsha mencoba mengontrol emosinya yang sudah sampai ke ubun-ubun. Dia menarik napas dan menghembuskan nya kembali secara perlahan-lahan. Hal itu terus di ulangnya hingga dia bisa lebih tenang dan menampilkan ekspresi yang manis.


"Mas, lihat earphone ku yang pink gak? " Tanya Marsha lagi sambil mengguncang lengan Bertrand. Bertrand tersenyum tipis mendengarnya. Dia merubah posisi duduknya kembali menghadap Marsha.


"Iya kenapa Marsha? " Tanya Bertrand sambiil menatap lembut wajah gadis di depannya.


Marsha kembali cemberut, bukannya menjawab, Bertrand malah bertanya lagi. dia menahan kesabarannya, menarik nafas kembali sebelum mengulang pertanyaan yang sama.


"Mas Bertrand lihat earphone ku gak? " Ulang Marsha, kali ini di tambah wajah memelas. Bertrand tertawa melihatnya.


"Coba lihat di atas kabinet dapur, tadi mas lihat kamu taroh di sana sebelum memasak! "

__ADS_1


Marsha menepuk jidatnya, dia baru ingat. Pantas saja pas di cari di meja dan kamar benda itu tak terlihat, ternyata dia lupa menaruhnya. Dia segera berlari ke dapur mengambil benda itu, lalu masuk kembali ke kamar. Bertrand hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya.


---___---


__ADS_2